Home > Berita Liga Inggris > Inilah Bukti Tottenham Masih Terlalu Bergantung Pada Harry Kane

Inilah Bukti Tottenham Masih Terlalu Bergantung Pada Harry Kane

Bos Tottenham Hotspur, Jose Mourinho harap-harap cemas pada kebugaran Harry Kane. Sang striker andalan utama dalam urusan produktivitas. Efek nyata kolaborasinya dengan Son Heung-min mengerek Tottenham ke posisi puncak Liga inggris.

Jose berharap jimatnya satu ini tetap bugar, tidak dihantam cedera karena terlalu bermain. Spurs punya sosok Vinicius sebagai serep Kane. Tapi The Special One tahu benar kalau striker asal Brasil itu masih butuh adaptasi, mengingat ia baru datang di London dalam hitungan bulan. Proses adaptasi Vinicius terletak ketidakmampuannya berbahasa Inggris.

Bentuk ketidakpercayaan Jose Mourinho terlihat pada pertandingan pamungkas penyisihan grup Liga Uropa menghadapi Antwerp pada Jumat (11/12/2020). Saat Vinicius mencetak gol pada awal babak pertama, Jose langsung menggantikannya dengan Kane. Ia melihat permainan Spurs tidak menyakinkan untuk menyegel kemenangan yang mengamankan posisi tim di puncak klasemen.

“Bermain selama 30 menit (seperti Son dan Kane-red) tidak akan menimbulkan kelelahan bagi mereka,” kata Mourinho dikutip dari Skysports.

“Bermain hanya 30 menit tidak sama dengan 90 menit. Lebih ringan daripada saat latihan yang 100 menit, tidak ada masalah sama sekali,” katanya.

Kolaborasi teranyar Harry Kane dan Son Heung-min dalam mencetak gol buat Tottenham Hotspur ada di pertandingan lawan Crystal Palace. Dalam pertandingan yang berakhir 1-1 itu, Kane mencetak gol lewat assist dari Son.

Dalam catatan CaughtOffside, itu menjadi episode teranyar duet maut di antara keduanya. Kane dan Son sekarang sudah saling berkolaborasi dalam 12 gol Premier League musim ini. Masih ada banyak pekan-pekan tersisa yang bisa dijalani buat Harry Kane dan Son Heung-min guna menambah gol hasil kolaborasi mereka tersebut.

Dengan jumlah itu juga duet Kane-Son sekarang cuma berjarak satu gol lagi dari duet paling maut dalam sejarah Premier League, yaitu Alan Shearer dan Chris Sutton. Duet Shearer-Sutton, yang pada masa jayanya dijuluki SAS, berkolaborasi dalam 13 gol di antara mereka berdua sepanjang Premier League musim 1994-1995. Cuma satu lebih banyak ketimbang Kane-Son.

Rekor

Dalam catatan 90min.com, saat itu Shearer dan Sutton mencetak 63 persen dari total gol tim mereka, Blackburn Rovers, di Premier League 1994-1995. Sebagai perbandingan, Harry Kane dan Son Heung-min berkontribusi terhadap 79 persen gol Spurs di ajang yang sama musim ini.

Semenjak tercipta, rekor Shearer dan Sutton ini sendiri sudah bertahan lebih dari dua dekade, tepatnya 25 tahun, tanpa ada duet lain yang bisa melewati. Rekor yang mendekati pencapaian mereka antara lain: Ryan Fraser dan Callum Wilson lewat 12 . . . . . . gol di Bournemouth pada 2018-2019.

Ada juga Robbie Fowler dan Stan Collymore di Liverpool pada 1995-1996, juga Dennis Bergkamp dan Nicolas Anelka di Arsenal pada 1998-1999 dengan 10 gol Premier League. Sosok Harry Kane sendiri amat penting dalam skema serangan balik yang diusung Jose Mourinho.

Ia diplot sebagai pemain bunglon, tak melulu ada di area depan, tapi seringkali mundur ke lini tengah sebagai playmaker. Selain produktif mencetak gol, Harry juga ciamik melayangkan umpan-umpan terukur layaknya seorang gelandang serang. Faktanya, Tottenham amat bergantung pada sosok striker satu ini. Hal ini pun tercermin dari catatan statistik.

Rekor Spurs dengan Kane

– Pertandingan: 206
– Menang: 118
– Kalah: 44
– Imbang: 44
– Gol: 394
– Poin per gim: 1,93
– Persentase kemenangan: 57,28%
– Persentase kekalahan: 21.36%
– Rataan gol per pertandingan: 1.91

Rekor Spurs Tanpa Kane

– Pertandingan: 32
– Menang: 14
– Kalah: 10
– Kalah: 8
– Gol: 42
– Poin per gim: 1,25
– Persentase kemenangan: 43,75%
– Persentase kekalahan: 31,25%
– Rataan gol per pertandingan: 1,31

Kesimpulan

Statistik berbicara sendiri, dengan tingkat poin per gim turun dari 1,93 per gim menjadi 1,25 saat Kane tidak menjadi starter. Di sisi lain, tingkat kemenangan turun dari 57% turun menjadi 43%. Itupun belum dihitung konteks kualitas lawan yang dihadapi.

Mungkin ilustrasi terbaik tentang bagaimana perjuangan Spurs dalam ketidakhadiran Harry Kane adalah pada bulan Januari saat dia mengalami cedera hamstring pada pergantian tahun. Lockdown dan penundaan akhir musim memungkinkan sang striker kembali, tapi dia melewatkan delapan pertandingan liga di musim semi serta ajang Piala FA dan Liga Champions.

Dari pertandingan liga yang dia lewatkan selama periode itu, Tottenham hanya menang tiga kali, kalah tiga kali dan seri dua kali. Terlihat sangat gamblang dampak langsung kinerja Spurs tanpa Kane saat melawan Liverpool (0-1) dan Watford (0-0). Mourinho akan sangat berharap Harry Kane bisa tetap bugar sampai akhir musim sehingga ambisinya memenangi Liga Inggris untuk klubnya bisa terwujud.

x

Check Also

mikel arteta

Berada Di Posisi Paling Akhir Klasemen Sementara Arsenal Terancam Terdegradasi

London – Dalam laga pekan ketiga EPL 2021/22 ini, Arsenal harus menelan kekalahan mereka yang ...