Home > Berita Liga Italia > AC Milan > Ibrahimovic Ingin Benahi Mental Pemain AC Milan Sebelum Pensiun

Ibrahimovic Ingin Benahi Mental Pemain AC Milan Sebelum Pensiun

Milan – Sosok Zlatan Ibrahimovic kini menjadi penyerang andalan bagi AC Milan. Kehadiran pemain berusia 39 tahun ini selalu menjadi semangat tersendiri bagi rekan-rekannya saat bertanding.

Namun sebelum bergabung bersama AC, Zlatan Ibrahimovic mengaku sudah ingin pensiun dari lapangan sepak bola. Tapi keinginannya kini berubah setelah tertantang untuk membawa AC Milan ke masa kejayaannya dulu.

Seperti diketahui, AC Milan belum pernah menjadi juara Serie A sejak 2011 lalu, yang merupakan periode pertama Ibrahimovic di klub tersebut.

Kini, sejak Ibrahimovic kembali pada Januari 2020 lalu, performa AC Milan meningkat drastis. Bahkan saat ini, AC Milan masih bercokol di puncak klasemen sementara Serie A 2020/21.

Tidak hanya itu saja, nama Zlatan Ibrahimovic juga tercatat sebagai topskor dengan torehan 10 gol dari enam penampilan. Secara total, Ibrahimovic telah mencetak 22 gol dalam 30 laga di semua kompetisi sejak merapat dari LA Galaxy.

Zlatan Ibrahimovic yang sempat dipandang sebelah mata saat kembali ke AC Milan, kini menjawabnya dengan performa dirinya di lapangan.

“Pertanyaan pertama yang saya dapatkan ketika kembali ke Milan adalah terkait dengan semua mantan pemain yang telah kembali dan tidak memenuhi standar seperti periode pertama mereka di sini, mereka mengalami kegagalan,” kata Ibrahimovic.

“Apa perbedaannya dalam kasus saya? Saya menjawab dengan sederhana bahwa saya tidak pernah kehilangan hasrat untuk apa yang saya lakukan. Setiap kali pergi ke lapangan, saya merasa seperti anak kecil yang makan permen untuk pertama kalinya. Saya mengerti bahwa bola adalah sahabat saya dan saya ingin bersama sahabat saya sepanjang hidup saya,” sambungnya.

“Hidup adalah tentang tantangan. Saya merasa sudah cukup (berpikir pensiun) dan saya mulai berpikir apakah akan melanjutkannya atau tidak,” jelas mantan pemain Manchester United ini.

“Bagi saya, adalah tantangan terbesar untuk kembali ke sini dan mencoba untuk mengubah mentalitas, mencoba untuk mengubah situasi dan . . . Gabung . . . membuat para pemain memahami tentang apa arti Milan. Milan yang saya kenal, Milan yang dikenal seluruh dunia,” ucapnya.

Selain itu, Ibrahimovic mengaku dirinya selalu mendorong rekan-rekan setimnya untuk menujukkan performa terbaik mereka di lapangan.

“Ketika saya bermain, saya membawa karakter saya, kepribadian saya dan kualitas nyata saya ke lapangan. Saya memberikan banyak tekanan para rekan-rekan satu tim, saya mencoba untuk memaksimalkan kapasitas mereka,” tutur Ibrahimovic.

“Beberapa menerimanya dengan cara yang baik, yang lain mungkin kurang, beberapa tidak bisa mengatasinya. Mereka merasa sangat sulit dalam arti bahwa Anda harus menunjukkan performa ketika kami memutuskan Anda tampil, dan saya memutuskan bahwa kami harus menunjukkan performa setiap saat. Cara Anda berlatih adalah cara Anda bermain,” lanjutnya.

“Tapi di luar lapangan, jika Anda masih muda jelas saya berbicara kepada Anda dengan cara yang berbeda, saya memperlakukan Anda berbeda, perilakunya tidak sama dibandingkan dengan mereka yang lebih tua. Tapi di lapangan, mereka semua sama bagi saya,” sambung Ibrahimovic.

“Saya tidak pernah puas, saya selalu menginginkan lebih dan mungkin itulah sebabnya saya ada di sini, hari ini, dan saya dapat menunjukkan performa dan melakukan apa yang saya lakukan,” ucapnya.

“Saya tidak melihat banyak pemain, dulu dan sekarang, mampu menunjukkan performa seperti yang saya lakukan. Saya menganggap diri saya seperti Benjamin Button, saya semakin muda setiap harinya. Saya perlu merasa hidup, merasakan bahwa saya bisa kembali memberikan sesuatu,” pungkas Ibrahimovic.

x

Check Also

Setelah Fikayo Tomori, AC Milan Masih Ingin Datangkan Tiga Pemain Chelsea

Milan – Setelah sukses mempermanenkan Fikayo Tomori, AC Milan ternyata masih belum puas. Kini manajemen ...