Home > Timnas Indonesia > FC Utrecht Pernah Depak 2 Pemain Timnas Indonesia Ini

FC Utrecht Pernah Depak 2 Pemain Timnas Indonesia Ini

Penyerang timnas U-19 Indonesia, Bagus Kahfi, akan bergabung bersama klub asal Belanda, FC Utrecht. Bagus Kahfi mendapatkan durasi kontrak 15 bulan di FC Utrecht. Usianya yang masih menginjak 18 tahun, Bagus Kahfi tidak akan langsung bergabung bersama tim senior FC Utrecht.
Pemain berambut keriting itu terlebih dahulu bermain untuk Jong Utrecht selaku klub muda FC Utrecht.

Jong Utrecht saat ini bertanding di kasta kedua Liga Belanda. Bukan hal mustahil bagi Bagus Kahfi untuk menembus tim senior FC Utrecht apabila bermain menakjubkan selama 15 bulan itu. Jauh sebelum Bagus Kahfi tiba, ada dua pemain timnas Indonesia yang sempat berkarier di FC Utrecht.

Pertama adalah pemain PSS Sleman, Irfan Bachdim. Saat masih muda, Irfan Bachdim sempat membela Jong Utrecht pada 2003-2007. Sebelum ke FC Utrecht, Irfan Bachdim sempat berkarier untuk SV Argon musim 1997-1998 dan Ajax Amsterdam 1998-2000. Ia kembali lagi ke SV Argon pada 2000-2003.

Setelah itu, pemain kelahiran Amsterdam, Belanda, itu membela Jong Utrecht. Seperti di kutip dari YouTube Hanif & Rendy Show, nasib kurang beruntung dirasakan Irfan Bachdim di FC Utrecht. Ia bercerita awalnya semuanya berjalan mulus hingga Irfan Bachdim mampu promosi ke FC Utrecht selaku tim senior.

“Saya di Belanda waktu bermain sepak bola itu usia 18-19 tahun.”

“Saya sempat masuk ke FC Utrecht dan bermain di Eredivisie (kasta tertinggi kompetisi Belanda) selama satu pertandingam,” kata Irfan Bacdhim.

Irfan Bachdim masuk ke FC Utrecht selaku tim senior pada 2007-2009. Menurut Wikipedia, ia memang hanya memainkan satu pertandingan dalam kurun waktu tiga musim di sana. Irfan Bachdim melakukan debut selama 90 menit pada 17 Februari 2008.

Saat itu, FC Utrecht melawan VVV-Venlo. Petaka datang ke Irfan Bachdim saat ada pergantian pelatih di FC Utrecht. Irfan Bachdim yang sudah bekerja keras di Jong Utrecht seperti dicampakan ketika tampil di level senior.

“Setelah musim itu berakhir, pelatih kepala kami diganti.”

“Pelatih baru tidak suka dengan saya, saya turun lagi ke Liga 2 (Jong Utrecht) di sana,” kata mantan pemain Bali United itu.

Setelah terdepak dari FC Utrecht, Irfan Bachdim memutuskan bergabung bersama Haaelem pada musim 2009-2010. Awal musim 2010, ia tetap di Belanda dan kembali ke SV Argon selama setengah tahun. Setelah 13 tahun berkarier di Belanda, Irfan Bachdim memutuskan datang ke Indonesia. Klub pertama Irfan Bachdim di Indonesia yaitu Persema . . . Gabung . . . Malang pada pertengahan 2010.

“Ya saya bermain setiap pertandingan sampai klubnya bangkrut (SV Argon). Lalu saya pergi ke Indonesia.”

“Saya di sana dari akademi. Saya sempat ke klub amatir Belanda tapi bagus juga ya beberapa bulan setelah itu ikut pertandingan amal di Malang Garuda Merah melawan Garuda Putih dan ke Persema Malang,” kata pemain berusia 32 tahun itu.

Pemain kedua yang dicampakkan FC Utrecht adalah pemain Persija Jakarta, Marc Klok. Karier Marc Klok pertama di Belanda bergabung dengan AVV Zeeburgia. Selanjutnya ia memutuskan menerima pinangan dari Jong Utrecht pada 2011-2013.

Selama tiga musim berkarier di Jong Utrecht, Marc Klok hanya bermain sebanyak 17 pertandingan dan menciptakan dua gol. Berbeda dengan Irfan Bachdim, Marc Klok ternyata gagal untuk menembus tim senior FC Utrecht. Pemain berusia 27 tahun itu pun akhirnya berpetualang ke klub-klub Eropa dengan membela Ross Country, Cherno More, Oldham Atheltic, dan Dundee.

Sampai akhirnya pada 2017, Marc Klok memutuskan datang ke Indonesia dengan bergabung bersama PSM Makassar sampai 2019. Pada awal 2020, ia memutuskan hijrah ke Persija Jakarta dan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) lewat proses naturalisasi belum lama ini.

Dalam akun YouTubenya, Marc Klok akhirnya curhat mengapa ia bisa gagal di FC Utrecht. Kepada Irfan Bachdim, Marc Klok mengatakan saat itu terdapat kesenjangan antara pesepakbola muda dengan para pemain di tim utama.

“Saat itu ada beberapa pemain muda dengan talenta luar biasa.”

“Saya merasakan ada perbedaan antara pemain muda dan pemain senior,” kata Marc Klok.

Marc Klok menilai perbedaan itu perlahan-lahan sudah mulai menghilang. Terlebih sekarang ini banyak pesepakbola muda Belanda yang berkualitas. Untuk itu, Marc Klok yakin Bagus Kahfi bisa bersaing di Jong Utrecht sampai akhirnya menembus ke tim senior. Terlebih Marc Klok dan Irfan Bachdim sudah tahu kualitas Bagus Kahfi sebelumnya.

“Jadi dia (Bagus Kahfi) bisa menembus tim utama lebih cepat dibanding kita (Irfan Bachdim dan Marc Klok),” kata Marc Klok.

x

Check Also

Pratama Arhan Ingin Jadi Kekasih Vanesha Prescilla dan Jadi Pengusaha

Semarang – Bek PSIS dan Timnas Indonesia, Pratama Arhan, mengaku ingin jadi pengusaha bila dirinya ...