Home > Berita Bola > Deretan Bintang Asia Yang Pernah Masuk Nominasi Pemain Terbaik Dunia

Deretan Bintang Asia Yang Pernah Masuk Nominasi Pemain Terbaik Dunia

Robert Lewandowski baru saja terpilih sebagai pemain terbaik 2020 di ajang The Best FIFA Football Award sekaligus memenangi persaingan dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Penghargaan ini merupakan penghargaan tahunan yang menobatkan pemain terbaik berdasarkan pencapaian individual selama satu tahun kalender.

FIFA Award mulai diberikan sejak edisi 2016 dengan menghasilkan Cristiano Ronaldo sebagai yang terbaik. Sebelumnya, selama 2010 hingga 2015, penghargaan bergengsi ini digabung menjadi satu dengan Ballon d’Or.

Ajang penghargaan bola emas yang disebut terakhir adalah hasil rintisan France Football yang sudah diberikan sejak 1956.

Sepanjang sejarah penyelenggaraan FIFA Award maupun Ballon d’Or, hanya pernah ada lima pemain Asia yang pernah diperhitungkan sebagai nominasi pemain terbaik.

Semuanya adalah pemain putra dan jumlahnya tidak bertambah meski kedua penghargaan ini belakangan memasukkan kategori pemain wanita.

Dari lima pemain tersebut, tiga berasal dari Korea Selatan, satu dari Irak, dan satu pemain Jepang. Semua pemain itu hanya pernah masuk nominasi Ballon d’Or, karena FIFA Award membatasi kandidat pemenang penghargaan hanya pada sepuluh nama.

Hidetoshi Nakata (1998 & 1999)

Hidetoshi Nakata: Serie A Cult Hero and Japanese Trailblazer

Nakata bukan lah pemain Asia pertama yang menjelma bintang sepakbola di daratan Eropa. Tetapi, kedatangannya ke Perugia persis ketika sepakbola memasuki era industri yang mengglobal. Apalagi, Nakata langsung bersinar pada musim perdananya di Serie A Italia.

Penampilan itu diganjar dengan nominasi Ballon d’Or 1998. Pada masa itu, jumlah nominator Ballon d’Or dapat mencapai lebih dari 50 nama.

Nakata kembali masuk nominasi setahun berselang. Sayangnya, saat babak voting akhir, pencatat 77 caps bersama timnas Jepang ini tidak memperoleh suara sama sekali.

Setidaknya, hingga kini Nakata menjadi satu-satunya pemain Asia yang pernah dua kali masuk nominasi penghargaan pemain terbaik dunia.

Seol Ki-hyeon (2002)

Happy birthday Ki-Hyeon Seol! - YouTube

Salah satu pahlawan Korea Selatan pada Piala Dunia 2002 ini secara mengejutkan turut diperhitungkan dalam Ballon d’Or tahun yang sama.

Seol merintis karier di Belgia dan berhasil menjadi pemain Asia pertama yang dalam semusim mampu menembus catatan dua digit gol di Eropa.

Satu musim di Royal Antwerp, Seol hijrah ke Anderlecht pada 2001 lalu menjadi pemain Korea Selatan pertama yang mencetak gol di babak kualifikasi Liga Champions.

Di Piala Dunia 2002 yang digelar di Korea Selatan dan Jepang, Seol hanya mencetak satu gol. Tapi gol itu sarat nilai sejarah karena berhasil menyamakan kedudukan menghadapi Italia pada menit ke-89 pertandingan babak 16 besar. Korea Selatan kemudian melaju berkat gol emas Ahn Jung-hwan.

Sama seperti Nakata, Seol gagal memperoleh suara pada pengumpulan voting final Ballon d’Or.

Park Ji-sung (2005)

A tribute to Park Ji-sung, the key cog & battery in Man Utd's winning  machine - Planet Football

Siapa tidak kenal dia? Pemain yang tak kenal lelah, mau berkorban demi kepentingan . . . Gabung . . . tim, serta memiliki kemampuan memimpin yang baik. Park masuk nominasi Ballon d’Or setelah menyelesaikan kepindahan dari PSV Eindhoven ke Manchester United, musim panas 2005.

Park meyakinkan Sir Alex Ferguson setelah bersinar bersama PSV di Liga Champions 2004/05. Klub Belanda itu nyaris menembus babak final setelah disingkirkan AC Milan akibat aturan gol tandang. United merogoh kantong sebesar £4 juta.

Park tak butuh waktu lama beradaptasi di Liga Primer Inggris. Bahkan dia menjadi pemain Asia pertama yang menjadi kapten United, mengambil peran Ryan Giggs yang diganti, pada pertandingan fase grup Liga Champions 2005/06.

Namun, setali tiga uang dengan Nakata dan Seol, Park gagal mendulang suara saat voting akhir Ballon d’Or.

Younis Mahmoud (2007)

Asian Icons: Younis Mahmoud (Iraq) | Football | News |

Keberhasilan Irak menjuarai Piala Asia 2007 adalah salah satu kisah Cinderella paling masyhur dalam dunia olahraga. Irak tidak diperhitungkan akibat konflik yang berkecamuk di dalam negeri.

Namun, kepemimpinan Younis Mahmoud di lapangan membawa Irak berhasil menjadi yang terbaik di ajang tertinggi sepakbola Asia itu.

Setelah bermain imbang 1-1 melawan Thailand di laga pembuka berkat gol Younis, Irak mampu menjuarai Grup A. Younis kemudian memborong dua gol kemenangan atas Vietnam di babak perempat-final.

Setelah menundukkan favorit Korea Selatan melalui adu penalti di semi-final, Irak menghadapi Arab Saudi di final yang digelar di Jakarta.

Younis mempersembahkan sejarah bagi Irak berkat gol tunggal kemenangan pada menit ke-72. Atas penampilan inspiratif itu, Younis menjadi pemain Asia pertama yang memperoleh suara saat voting akhir Ballon d’Or sekaligus menempati peringkat ke-29.

Son Heung-min (2019)

Aksi "Solo Run" Son Heung-min Berbuah Puskas Award Halaman all - Kompas.com

Butuh 12 tahun lamanya untuk menyaksikan kembalinya pemain Asia ke dalam daftar nominasi penghargaan pemain terbaik dunia. Selama periode tersebut, Ballon d’Or sudah sempat melebur menjadi FIFA Ballon d’Or untuk kemudian berpisah lagi.

Pemain yang masuk daftar nominasi adalah megabintang Asia kekinian, Son Heung-min, yang bermain untuk Tottenham Hotspur. Son memecahkan rekor Nakata dengan menjadi pemain Asia termahal saat pindah dari Bayer Leverkusen dengan rekor transfer €30 juta, musim panas 2015.

Son masuk nominasi Ballon d’Or 2019 setelah berkontribusi membawa Tottenham ke final Liga Champions. Awal musim 2019/20, Son berkali-kali berperan penting bagi timnya. Gol individualnya ke gawang Burnley menjadi salah satu highlight performa Son sepanjang 2019.

Di daftar voting akhir, Son memperoleh empat poin dan menempati peringkat ke-22. Itu memastikannya sebagai wakil Asia dengan posisi tertinggi sepanjang sejarah.

x

Check Also

Bagus Kahfi Unggah Video Debutnya Bersama Jong Utrecht

Jakarta – Bagus Kahfi akhirnya melakoni debutnya bersama Jong Utrecht, meski belum di laga resmi. ...