Home > Berita Liga Indonesia > Cegah Pemain Indisipliner, Pelatih Madura United Pakai Cara Ini

Cegah Pemain Indisipliner, Pelatih Madura United Pakai Cara Ini

Beberapa waktu lalu, publik sepakbola Indonesia dihebohkan oleh tindakan indisipliner dua pemain timnas U-19 Indonesia, Serdy Ephy Fano dan Mochamad Yudha Febrian. Keduanya tiba-tiba dicoret dari tim Garuda Nusantara karena bolos dalam agenda penimbangan badan, terlambat latihan, dan pulang ke hotel pada pukul setengah tiga dini hari.
Belakangan diketahui keduanya ternyata punya kebiasaan dugem di klub-klub malam.

Kabar itu beredar setelah sebuah video yang menampilkan Serdy dan Yudha saat dugem viral di dunia maya. Tindakan indisipliner yang dilakukan dua pemain muda itu mendapat komentar dari pelatih Madura United, Rahmad Darmawan. Sebagai pelatih yang sudah cukup lama mengasuh tim sepakbola, Rahmad Darmawan mengaku punya jurus jitu supaya para pemainnya tidak melakukan tindakan indisipliner.

“Kuncinya satu, komunikasi sama mereka, juga mengingatkan tiada henti sama mereka,” jelas Rahmad Darmawan.

Pelatih yang akrab disapa RD itu tidak menampik kalau tindakan indisipliner dari pemain terkadang menjadi hal yang tidak terelakkan. Untuk itu, mantan pelatih timnas U-23 Indonesia itu juga sudah menyiapkan mekanisme hukuman bagi anak didiknya yang membandel.

“Tapi kalau toh masih ada pelanggaran-pelanggaran, tentu mekanisme . . . Gabung . . . reward dan punishment berjalan,” katanya.

Di satu sisi, RD sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Serdy dan Yudha di skuad Garuda Nusantara. Sebagai sosok yang lebih tua, RD mengingatkan kedua pemain muda itu untuk menyadari aturan-aturan yang terdapat dalam sebuah tim. Oleh karena itu, menerima hukuman sebagai ganjaran tindakan indisipliner sudah menjadi hal yang pantas dilakukan.

“Tentu semua ada aturan dan batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh. Dan dalam batasan yang dilanggar itu tentu juga ada aturan-aturan untuk menghukum seorang pemain,” kata RD.

“Kita harus menghargai setiap keputusan seorang pelatih atau manajemen dalam satu klub mengenai pelanggaran pada pemain yang melanggar disiplin, kita dukung,” katanya.

x

Check Also

Ganti Sponsor Baru, Logo Liga 1 2021/22 Berubah Jadi Biru

Jakarta – Pada kompetisi Liga 1 2021/22 mendatang, kabarnya akan berganti sponsor, yang sebelumnya disponsori ...