Home > Berita Liga Spanyol > Carles Tusquets Heran Barcelona Masih Ngotot Ingin Pertahankan Messi

Carles Tusquets Heran Barcelona Masih Ngotot Ingin Pertahankan Messi

Mengingat krisis ekonomi menyertai Barcelona sepanjang bergulirnya LaLiga Spanyol 2020-2021, merupakan suatu hal aneh saat Lionel Messi dipertahankan. Ketua manajemen, Carles Tusquets pun heran akan fenomena ini.

Semenjak kualitas dari El Barca terjun bebas dengan pencapaian nirgelar musim lalu, kiprah pemain asal Argentina itu tidak lagi sama. Bayangkan saja, saat liga domestik direnggut Real Madrid dan insiden memalukan dibantai 2-8 oleh Bayern Munchen, cenderung menyakitkan.

Mulai bimbang, hasrat Messi untuk pergi semakin menjadi-jadi setelah skema gila pelatih Ronald Koeman buat beberapa rekannya jadi korban, salah satunya Luis Suarez. Tak ayal dirinya sempat ngotot pindah, tapi batal saat klausul rilis 700 juta euro (Rp12 triliun) muncul.

Bukti hatinya tidak lagi berada di Barcelona terlihat di statistik menyedihkan empat gol saja dalam sembilan pertandingan pertengahan musim LaLiga Spanyol kali ini. Ketimbang dipertahankan, Tusquets lantas lebih memilih menjual sang kapten demi menutup kerugian finansial.

“Secara, finansial-lah yang berbicara sehingga saya pasti akan memilih jual Messi pada musim panas lalu. Itu akan menjadi suatu hal yang patut diinginkan untuk apa yang sudah mereka ambil dan apa yang telah disimpan,” ucap presiden komite manajemen klub dilansir Marca.

Dirinya lantas juga menyinggung terkait perekrutan pemain anyar, tidak terkecuali Neymar yang . . . Gabung . . . sampai ingin reuni lagi dengan La Pulga usai PSG habisi Manchester United 3-1. Baginya harus ada suatu keajaiban atau para pemain yang bakal direkrut berstatus free transfer.

“Kalau dia (Neymar) berstatus gratis, maka hal itu bisa saja terjadi, kecuali presiden yang berikutnya punya keajaiban dengan menjual pemain dan uangnya digunakan untuk itu. Jelasnya presiden baru bisa membalik kondisi ini,” katanya.

Pasrah memang menyertai Blaugrana yang sampai harus memangkas gaji jajaran pemainnya untuk terhindar dari kebangkrutan imbas rugi 190 juta euro (Rp3,2 trilliun). Sebenarnya mereka bisa saja punya dana segar instan kalau berani jual pemain ikoniknya.

Tapi imej mengalahkan segalanya, daripada rugi secara finansial, Barcelona tetap memaksa pertahankan Lionel Messi demi membangun kekuatan di LaLiga Spanyol. Sekarang Tusquets pun hanya bisa berharap presiden anyar jadi juru selamat mereka.

x

Check Also

Hasil Pramusim Barcelona Gilas Girona, Depay Sumbang Gol

Uji coba pramusim kedua Barcelona membawakan hasil yang positif. Menghadapi tetangga mereka, Girona, El Blaugrana berhasil menang ...