Home > Berita Liga Indonesia > Telat Bayar Gaji Pemain, PSIS Singgung Ketidakjelasan Kompetisi

Telat Bayar Gaji Pemain, PSIS Singgung Ketidakjelasan Kompetisi

Salah satu kontestan dari Liga 1 2020, PSIS Semarang mulai merasakan juga efek domino akibat ketidakjelasan dari kompetisi, salah satunya yaitu terkait dengan masalah keuangan.

Menurut manajemen dari Laskar Mahesa Jenar, di bulan November 2020 mereka sudah terlambat membayar gaji untuk para pemain yang biasanya dilakukan pada tanggal 10 pada setiap bulannya.

Yoyok Sukawi selaku CEO dari PSIS pun tak sungkan untuk mengakui bahwa ketidakjelasan dari kompetisi dan ditundanya kompetisi secara mendadak hingga pada akhir September lalu membuat keuangan klubnya juga terdampak cukup parah.

“Iya memang di Bulan November ini ada keterlambatan menggaji pemain. Ini udah tanggal 15 padahal biasanya tanggal 10. Memang baru kali ini kami telat bayar gaji karena saya sudah menyampaikan sebelumnya bahwa keuangan PSIS cukup terdampak akibat ‘Prank’ kompetisi yang mendadak tidak boleh diputar pada akhir September lalu,” ujar Yoyok Sukawi kepada SatuPedia di Semarang, Minggu (15/11/20).

Dari pengakuan Yoyok Sukawi, klubnya sudah merogoh kocek yang cukup besar pada saat mempersiapkan lanjutan dari kompetisi Liga 1 2020 di Bulan Agustus dan September lalu.

Manajemen PSIS pada saat itu harus mengeluarkan dana operasional di tengah minimnya pemasukan.

“Saat persiapan lanjutan kompetisi, kami sudah mengeluarkan banyak uang untuk bayar rumah, makan, operasional latihan, hingga dana-dana tak terduga lainnya. Itu jumlahnya cukup besar,” jelas CEO PSIS tersebut.

Namun manajemen dari PSIS juga tak tinggal . . . Gabung . . . diam. Untuk bisa membayar gaji dari pemain di bulan November kali ini, mereka tengah menjual beberapa aset pribadi milik mereka sebagai dana talangan supaya pemain bisa segera menerima haknya.

“Untuk saat ini para pemegang saham tengah berjuang mencari dana untuk menggaji pemain. Salah satunya dengan menjual aset pribadi. Kami tidak masalah melakukan hal itu”. Namun manajemen PSIS juga berharap kepada PSSI atau pun PT. LIB (red-PT. Liga Indonesia Baru) selaku operator liga untuk bisa segera membayarkan hak komersial.

“Itu akan sangat membantu kami dalam memberi hak untuk pemain,” tambahnya. Yoyok Sukawi juga meminta kepada para pemain dari PSIS Semarang untuk bisa bersabar karena ia sangat berharap di pekan depan sudah bisa membayar hak untuk para pemainnya.

“Untuk pemain kami sebelumnya maaf dan sabar sedikit. Doakan saja kami lancar mencari dana talangan sehingga pekan depan sudah bisa kami bayarkan. Harapan kami seperti itu,” pungkas Yoyok Sukawi.

x

Check Also

Gibran Sindir Pemain AHHA PS Pati FC Jago Kungfu, Begini Respon Kocak Atta Halilintar

Jakarta – Chairman AHHA PS Pati FC, Atta Halilintar, memberikan respon kocak atas sindiran yang ...