Home > Berita Liga Champions > Sentilan Pedas Scholes Untuk MU Usai Ditumbangkan Istanbul Basaksehir

Sentilan Pedas Scholes Untuk MU Usai Ditumbangkan Istanbul Basaksehir

Rabu (4/11/2020) di Basaksehir Stadium, Manchester United kalah 1-2 dari Istanbul Basaksehir dalam matchday 3 Liga Champions. Hasil itu adalah kekalahan ke-4 yang diderita Manchester United dengan baru menjalani 11 pertandingan di semua ajang musim ini. Manchester United tampil sangat buruk saat kalah dari Istanbul Basaksehir dan Paul Scholes sebagai pandit tidak bisa menyembunyikan kekecewaan melihat performa mantan klubnya itu.
Paul Scholes terutama mengomentari gol pertama Istanbul Basaksehir. Di menit ke-12, dari sepak pojok pendek Manchester United, tim tuan rumah berhasil merebut bola dan langsung mengirim bola jauh ke depan.

Secara luar biasa, Demba Ba dibiarkan sendirian di dekat garis tengah untuk menyambut umpan jauh itu. Teorinya, dalam kondisi sepak pojok seperti itu, sebuah tim akan menempatkan satu atau dua pemain dengan lari yang paling cepat bersiap-siap di garis tengah, biasanya fullback yang diserahi tugas itu. Pemain yang bisa berlari cepat ini akan berjaga-jaga seandainya lawan bisa merebut bola dan mencoba melakukan serangan balik.
Pasalnya, tim lawan pasti juga sudah menempatkan setidaknya satu pemain cepat atau striker di sekitar garis tengah untuk bersiap-siap kalau bola bisa direbut.

Tapi, Manchester United tidak melakukan taktik standar itu. Empat pemain bek mereka semuanya berada di sekitar kotak penalti Istanbul Basaksehir. Hanya Nemanja Matic yang berada paling dekat dengan Demba Ba untuk mengejar saat striker Istanbul Basaksehir itu menerima bola jauh. Posisi Matic pun salah karena sama sekali tidak dekat dengan Ba. Pada dasarnya . . . Gabung . . . memang bukan pelari cepat, Matic pun tidak mampu mengejar Ba, yang kemudian menjebol gawang United dengan mudah.
Paul Scholes pun tidak ragu untuk mencerca penampilan tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer.

“Pastinya Anda harus punya satu orang bersiap di garis tengah. Ini seperti sepak bola U-10,” kata Scholes saat memberikan komentar di BT Sport.

“Anda mungkin bisa memahaminya kalau gol ini terjadi di menit terakhir, tapi ini baru 10 menit pertama. Ini memalukan,” katanya.

“Anda terkadang harus siap bertahan satu-lawan-satu saat bermain di Manchester United. Pemain-pemain ini kelihatannya tidak mampu melakukan hal itu.”

Mantan pemain Manchester United lainnya, Rio Ferdinand, senada dengan Scholes saat mengomentari gol pertama Istanbul Basaksehir.

“Itu gol yang biasanya Anda lihat ketika tim sedang berusaha mendapatkan gol penyeimbang skor pada menit ke-89,” kata Ferdinand.

“Dalam kondisi itu, sebuah tim akan menyerbu habis-habisan, menempatkan semua pemain di area lawan. Wajar kalau kecolongan dalam situasi seperti itu.”

“Tapi, ini skor masih 0-0 dan Manchester United juga dalam tren bagus dengan banyak memberikan ancaman sebelum gol itu terjadi,” kata Ferdinand.

x

Check Also

Juve

Tanpa Ronaldo Juventus Lebih Kompak ?

London – Kepergian Cristiano Ronaldo menjadi sebuah kehilangan yang besar buat Juventus. Namun positifnya, pasukan ...