Home > Timnas Eropa > Timnas Italia > Roberto Mancini, Sosok Yang Bangkitkan Permainan Indah Timnas Italia

Roberto Mancini, Sosok Yang Bangkitkan Permainan Indah Timnas Italia

Tim Nasional (Timnas) Italia secara perkasa bisa mengangkangi Belanda dan memuncaki grup A1 dan lolos ke semifinal UEFA Nations League 2020/21 setelah menundukkan tuan rumah, Bosnia & Herzegovina.

Di pertandingan yang berlangsung di Sarajevo, Kamis (19/11/20) dini hari WIB, Italia bisa menampilkan permainan bagus dan mendominasi tuan rumah Bosnia.

Italia yang menggunakan formasi 4-3-3, bisa mencetak 64 persen penguasaan bola dengan total 703 umpan dan 17 tendangan sepanjang 90 menit.

 

Dengan total tendangan sebanyak itu, Italia hanya bisa mengarahkan empat di antaranya ke gawang dan hanya dua yang berbuah menjadi gol. Banyaknya operan dan sepakan yang dilepaskan serta penguasaan bola menjadi bukti bahwa Gli Azzurri benar-benar mendominasi.

Kemenangan ini lalu membawa Italia merangsek ke puncak klasemen grup A1 UEFA Nations League 2020/21 dan membuat Gli Azzurri melaju ke semifinal menggeser Belanda yang ada di grup yang sama.

Keberhasilan Italia ini sendiri merupakan hal yang pantas, apalagi kalau melihat catatan Gli Azzurri sejak keikutsertaannya di ajang UEFA Nations League 2020/21.

Italia terbilang solid dalam menyerang dan bertahan di ajang ini dan belum pernah merasakan kekalahan dengan total tiga kemenangan dan tiga hasil imbang dalam enam pertandingan di grup A1.

Kemenangan atas Bosnia-Herzegovina sendiri juga memperpanjang rekor ‘unbeaten’ Italia di mana Gli Azzurri dalam 22 pertandingan terakhirnya di mana 10 pertandingan di antaranya merupakan kemenangan mutlak di babak kualifikasi Euro 2020 dengan rekor 100 persen kemenangan.

Laju apik Italia sampai bisa mencatatkan 22 pertandingan tidak terkalahkan menjadi sinyal kalau Gli Azzurri seakan bangkit di level internasional sejak Piala Dunia 2006 silam.

Tentu kredit pantas disematkan kepada sang pelatih, Roberto Mancini.

Mancini ditunjuk menjadi pelatih Italia pada 2018 silam. Ia ditunjuk tepat pada 14 Mei dan meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Zenit St. Petersburg untuk mengasuh tim nasional tanah kelahirannya.

Perjudian FIGC dengan menunjuk Mancini pun dapat dikatakan berhasil, atau malah sukses sejauh ini. Pria berusia 55 tahun ini bisa mengubah wajah Italia yang didominasi pemain senior menjadi tim dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman.

Sejak ditunjuk menjadi pelatih, Roberto Mancini sudah memberikan debut kepada 32 pemain dari 62 pemain yang sudah . . . Gabung . . . ia mainkan.

Sejak menggantikan Luigi Di Bagio, Mancini melakukan gebrakan dengan memanggil para pemain muda dari Serie A dan bahkan Serie B tanpa melupakan para pemain senior.

Sebagai bukti, Mancini tidak segan memanggil nama muda seperti Sandro Tonali, Pietro Pellegri, Luca Pellegrini, Alessandro Bastoni dan juga Matteo Pessina. Debut pun diberikan untuk para pemain yang dianggap masa depan Gli Azzurri nantinya.

Walau begitu, debut tidak hanya diberikan untuk pemain muda. Bahkan pemain yang berusia 33 tahun seperti Francesco Caputo pun ia berikan kesempatan untuk melakukan debut bersama Italia.

 

Hal itu membuat timnya mendapat julukan ‘Italia Muda’ dari politisi kenamaan Giovanni Giolitti yang meyakini kalau apa yang dilakukan Mancini terhadap Gli Azzurri akan berbuah gelar presitisius sejak Piala Dunia 2006.

Kemudahan Mancini memberikan debut membuat para pemain berkebangsaan Italia berlomba-lomba menampilkan yang terbaik. Keputusan ini pun lalu memberi dampak terhadap majunya perkembangan pemain.

Di sisi lain, kemampuan Mancini dalam memanajemen pemain pun bisa dikatakan bagus.
Biasanya, para pelatih timnas akan memanggil para pemain yang sering tampil atau bermain di level klub. Tapi, mantan pelatih Manchester City ini berbeda.

Mancini tidak segan memanggil para pemain yang dicampakkan klubnya sehingga memberikan kepercayaan diri bagi para pemain di ajang internasional.

Sebagai contoh ada nama Federico Bernardeschi dan Emerson Palmieri.

Bernardeschi sering dipinggirkan oleh Juventus dalam dua musim terakhir. Tapi di Timnas Italia, ia menjadi andalan Mancini. Hal yang sama juga berlaku untuk Emerson yang sering terpinggirkan di Chelsea.

Bukti-bukti ini seakan menjadi sinyal kalau Roberto Mancini kelihatan menjadi sosok yang tepat bagi Italia untuk meraih gelar di ajang internasional. UEFA Nations League dan Euro 2020 akan menjadi pembuktian atas strateginya membawa Gli Azzurri kembali berjaya.