Home > Berita Liga Champions > Real Madrid vs Inter, Adu Streategi 2 Pelatih Dengan Gaya Berbeda

Real Madrid vs Inter, Adu Streategi 2 Pelatih Dengan Gaya Berbeda

Duel Real Madrid vs Inter Milan di Liga Champions nanti akan menjadi panggung adu taktik Zinedine Zidane vs Antonio Conte. Siapa yang akan lebih unggul?

Madrid akan menjamu Inter pada matchday 3 Grup B, partai hidup-mati yang wajib dimenangkan kedua tim jika ingin menjaga asa lolos ke fase gugur. Kedua pelatih ini sama-sama sukses, meski beda ukuran.

Conte pernah berjaya bersama dengan Juventus. Dia mengoleksi 3 gelar pada Serie A selama tiga tahun di sana. Lalu Conte melanjutkan kariernya ke Inggris, dengan membawa Chelsea menjuarai Premier League dan satu FA Cup.

Zidane lebih mentereng. Dia pernah membawa Madrid meraih 3 gelar pada Liga Champions beruntun, hasilnya pun dilengkapi dengan 2 trofi La Liga, 2 Piala Super Eropa, dan 2 Piala Super Spanyol.

Dua pelatih ini bakal adu strategi di panggung megah Liga Champions, kira-kira siapa yang bakal menang?

Zidane yang fleksibel

Bicara soal taktik, Zidane sebenarnya bukan genius pencipta gaya bermain baru, tapi dia tahu betul cara memaksimalkan para pemain-pemainnya.

Zidane tidak dikenal dengan tiki-taka seperti Josep Guardilola atau gegenpressing ala Jurgen Klopp. Dia bahkan tidak punya gaya bermain khusus, yang terpenting adalah kemenangan.

Di bawah Zidane, Madrid sering bergonta-ganti formasi di antara 4-3-3 dan 4-4-2 diamond. Formasi dipilih berdasarkan lawan, yang artinya bisa berubah-ubah dari satu laga ke laga berikutnya.

Nyawa di lini tengah

Nyawa dari permainan Zidane terletak pada trio gelandang timnya. Pada masa-masa emasnya, ada trio Casemiro-Kroos-Modric yang hampir tak terkalahkan pada lini tengah.

Musim ini Madrid memang belum mencapai level terbaik yang dimiliki, tapi fleksibilitas Zidane ini masih sangat terlihat jelas. Dia mengutak-atik taktik serta formasi sejak awal musim, mencari yang terbaik.

Saat ini tidak banyak opsi di lini tengah, tapi sisi sayap Madrid cukup kaya. Ada Eden Hazard, Marco Asensio, juga Vinicius Junior, dan Rodrygo yang siap memberikan kejutan khas pemain muda.

Conte yang kaku

Conte jauh berbeda dengan pelatih lawannya Zidane, bahkan bisa dibilang sangat bertolak belakang. Mantan pelatih Italia ini juga termasuk golongan pelatih kaku yang mempertahankan satu taktik dan satu formasi.

Inter turun dengan formasi 3-4-1-2 sejak dilatih Conte dan nyaris tak pernah berubah. Mungkin hanya beberapa kali bermain dengan formasi 3-4-3, tapi inti permainannya masih saja sama.

Baru-baru ini pakem formasi ini jadi masalah. Inter dinilai cukup membosankan, tanpa kreativitas, permainan sangat terlalu monoton. Conte juga cukup kesulitan karena timnya tidak bisa mencetak gol.

Taktik tiga bek

Taktik tiga bek . . . Gabung . . . ala Conte ini juga pernah berjaya pada masanya, bahkan taktik ini sampai menuntun Chelsea jadi juara di Premier League. Sayangnya, zaman sepak bola terus berubah, dan Conte seharusnya mencoba berbagai gaya bermain lainnya.

Mulai dari memimpin Juventus, Timnas Italia, bahkan sampai ke Chelsea, Conte membawa taktik ini ke mana-mana, tanpa perubahan signifikan.

Dia bukanlah seorang pelatih yang bisa mencoba untuk memaksimalkan pemain yang ada juga menyesuaikan taktik, justru ia mendatangkan pemain-pemain baru dengan kemampuan khusus demi mengisi posisi dalam formasinya.

Siapa yang menang?

Zidane dengan fleksibilitasnya, Conte dengan keyakinan teguhnya. Siapa yang bakal menang?

Bagaimanapun, Liga Champions selalu penuh dengan kejutan, sulit diprediksi. Duel dini hari nanti pun akan demikian. Madrid dan Inter sama-sama terpuruk pada dua laga pertama di Grup B.

Madrid sedikit lebih unggul karena bermodalkan beberapa momentum positif pada beberapa pertandingan terakhir. Kondisi Inter sebaliknya, sedang kesulitan untuk mencetak gol, dan dipastikan akan kehilangan Romelu Lukaku untuk laga ini.

Perkiraan Susunan Pemain

Madrid (4-3-3): Courtois; Mendy, Varane, Ramos, Marcelo; Kroos, Casemiro, Valverde; Hazard, Benzema, Asensio.

Pelatih: Zinedine Zidane.

Info skuad: Nacho (cedera), Odegaard (cedera), Carvajal (cedera), Odriozola (meragukan).

Inter (3-4-1-2): Handanovic; D’Ambrosio, De Vrij, Bastoni; Hakimi, Brozovic, Vidal, Young; Barella; Lautaro Martinez, Perisic.

Pelatih: Antonio Conte.

Info skuad: Vecino (cedera), Lukaku (cedera), Skriniar (meragukan), Sanchez (meragukan), Sensi (meragukan).

Statistik

Rekor kandang Madrid melawan Inter adalah M6 S0 K1.

Madrid cuma menang 1 kali dalam 6 laga terakhirnya di Liga Champions (M1 S2 K3).

Madrid cuma menang 1 kali dalam 7 laga kandang terakhirnya di Liga Champions (M1 S2 K4).

Inter cuma menang 1 kali dalam 6 laga terakhirnya di semua kompetisi (M1 S4 K1).

Inter cuma menang 2 kali dalam 12 laga terakhirnya di Liga Champions (M2 S5 K5).

Inter kalah 6 kali dalam 8 laga terakhirnya melawan tim-tim Spanyol (M1 S1 K6).

Head to Head dan performa

Head-to-Head (Kompetisi Klub UEFA)

  • Pertemuan: 15
  • Madrid menang: 6
  • Gol Madrid: 20
  • Imbang: 2
  • Inter menang: 7
  • Gol Inter: 19.

5 Laga Terakhir Madrid

  • 17-10-20 Madrid 0-1 Cadiz (La Liga)
  • 21-10-20 Madrid 2-3 Shakhtar (UCL)
  • 24-10-20 Barcelona 1-3 Madrid (La Liga)
  • 28-10-20 Monchengladbach 2-2 Madrid (UCL)
  • 31-10-20 Madrid 4-1 Huesca (La Liga).

5 Laga terakhir Inter

  • 17-10-20 Inter 1-2 Milan (Serie A)
  • 22-10-20 Inter 2-2 Monchengladbach (UCL)
  • 24-10-20 Genoa 0-2 Inter (Serie A)
  • 28-10-20 Shakhtar 0-0 Inter (UCL)
  • 01-11-20 Inter 2-2 Parma (Serie A).
x

Check Also

Juve

Tanpa Ronaldo Juventus Lebih Kompak ?

London – Kepergian Cristiano Ronaldo menjadi sebuah kehilangan yang besar buat Juventus. Namun positifnya, pasukan ...