Home > Berita Liga Indonesia > PSIS Semarang > PSIS Menghitung Kerugian Klub Mencapai Rp 10 Miliar Hingga Desember Nanti

PSIS Menghitung Kerugian Klub Mencapai Rp 10 Miliar Hingga Desember Nanti

Semarang – CEO PSIS Semarang, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya, mengungkapkan bahwa klubnya telah merugi hingga miliaran rupiah karena tertundanya lanjutan kompetisi Liga 1 2020.

Sebelumnya, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah memutuskan untuk menunda lanjutan Liga 1 2020 hingga Februari tahun depan karena tidak memungkinkan bila digelar pada sisa tahun ini lantaran pihak kepolisian enggan untuk memberikan izin.

Selama kompetisi tertunda, klub berjulukan Laskar Mahesa Jenar ini tetap harus memenuhi kewajiban membayar gaji pemain, pelatih, dan official lainnya. Sedangkan tidak ada pemasukan yang diterima klub karena kompetisi terhenti.

“Kami sudah hitung sampai sekarang rugi Rp 7,5 miliar. Kalau sampai Desember sekitar Rp 10 miliar kerugian kami,” kata pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini.

Menurut Yoyok, angka tersebut bisa bertambah karena menurut rencana kompetisi baru akan digulirkan . . . Gabung . . . pada Februari 2021.

“Pasti lebih besar lagi apalagi disuruh nunggu sampai Februari, pasti tambah bengkak lagi, kami bingung mau cari uang dari mana lagi,” tambah Yoyok.

PT LIB memang menjanjikan akan memberikan subsidi kepada klub, namun subsidi tersebut dikurangi sehingga klub hanya menerima 25 persen dari Rp 800 juta yang dijanjikan setiap bulannya. Itu pun baru akan diterima bila kompetisi telah berjalan.

x

Check Also

Bruno Silva Menghilang Saat Laga Kontra Persija, Ini Penjelasan CEO PSIS Semarang

Semarang – PSIS Semarang sukses menahan imbang Persija Jakarta dengan skor 2-2 pada laga pekan ...