Home > Berita Liga Indonesia > Pemain Persita Menyebut Ada Sisi Mistis Saat Ikut Tarkam

Pemain Persita Menyebut Ada Sisi Mistis Saat Ikut Tarkam

Dunia tarkam tak pernah kehabisan cerita-cerita menakjubkan yang terkadang di luar nalar.

Cerita-cerita mistis seakan menjadi makanan sehari-hari dalam dunia tarkam, bahkan ketika ada pemain profesional yang terlibat di dalamnya.

Salah satu pemain profesional yang pernah berurusan dengan hal-hal mistis di dunia tarkam adalah pemain Persita Tangerang, Redi Rusmawan.

Pemain yang bermain sebagai gelandang itu pernah merasakan atmosfer mistis di tarkam pada 2017-2018. Saat itu, Redi tengah menjalani libur kompetisi usai menyelesaikan Liga 2 bersama skuad Pangeran Cisadane.

“Hal-hal berbau mistis sudah biasa di dunia tarkam. Saya sendiri sering mengalaminya tahun 2017 hingga 2018 lalu,” ucap Redi dilansir SatuPedia.com dari Tribun Jakarta.

Pengalaman mistis yang dialami oleh Redi saat mengikuti tarkam sangat beraneka ragam.

Pernah suatu ketika dirinya dan rekan-rekannya harus berkumpul di rumah bosnya dan berjalan memutar hanya untuk datang ke lapangan pertandingan.

“Awalnya sebelum ke lapangan, berkumpul dulu di rumah bos. Lokasi lapangan itu hanya 100 meter dari rumah bos.”

“Tapi kami harus memutar jauh dari jalan yang biasanya, tentunya makin jauh.”

“Tak hanya itu, ada pula yang disuruh minum air dari tujuh botol berbeda. Minumnya sedikit-sedikit,” tutur gelandang asal Parung, Bogor ini.

Keanehan berlanjut ketika beberapa temannya diminta memakan tujuh butir padi yang dicampur garam dan cabai, serta ujungnya dibuat pedas.

Tak cukup sampai di situ, Redi dan anggota timnya juga diminta menyelipkan . . . Gabung . . . bungkusan kecil berisi bawang merah dan bawang putih di pakaian dalam.

“Biasanya lawan juga memakai, jadi bos kami juga tak mau kalah soal mistisnya,” kenangnya.

Pengalaman paling aneh yang pernah dialami oleh Redi terjadi saat dirinya mengikuti tarkam di daerah Sukabumi.

Saat itu, pemain 23 tahun tersebut diminta untuk memakan kemenyan yang sudah disiapkan.

“Saya pernah bermain di Jampang Surade (wilayah Sukabumi), saat itu disuruh makan kemenyan. Tapi saya tidak makan, karena takut sakit perut.”

“Pernah pula disuruh baca selembaran kertas yang telah ditulis sebelum pertandingan. Tapi saya tidak selesai baca. Kepanjangan,” terangnya.

Redi mengaku bahwa dirinya bisa memaklumi berbagai tindakan mistis yang terjadi saat mengikuti tarkam.

Hanya saja, jika sudah kelewat batas, Redi memilih untuk tidak melakukannya.

“Kalau masih normal, saya ikut saja, tapi kalau kelewat batas, saya tidak pakai,” tutupnya.

x

Check Also

Persis Solo Menang Atas PSG Pati Pada Laga Perdana

Solo – Persis Solo berhasil mengawali kompetisi Liga 2 2021 dengan hasil positif setelah menang ...