Home > Berita Liga Indonesia > Pemain Arema Yang Nekat Main Tarkam dan Cedera, Klub Tidak Mau Menanggung

Pemain Arema Yang Nekat Main Tarkam dan Cedera, Klub Tidak Mau Menanggung

Arema FC memberikan izin pemain main sepak bola antar kampung (tarkam) tapi tidak akan tanggung biaya perawatan kalau mengalami cedera. Hal ini diungkapkan langsung oleh General Manajer Arema FC, Ruddy Widodo. Dikatakan Ruddy, pihaknya tidak akan melarang pemain yang ingin ikuti tarkam.
Izin diberikan tidak terlepas dari situasi yang sedang terjadi. Seperti yang diketahui, ditundanya kompetisi membuat pemain diliburkan.

Selama libur pemain tidak banyak memiliki kegiatan. Sehingga sebagian di antaranya memutuskan untuk mengikuti tarkam. Ini bisa menguntungkan sekaligus merugikan pemain. Segi positifnya adalah pemain bisa tetap menjaga kebugaran dan juga menjaga sentuhan bolanya.
Sementara sisi negatifnya yaitu kemungkinan pemain bisa alami cedera sangatlah besar.

Dalam hal tarkam, Ruddy memang memberikan izin. Tapi kalau ada pemain yang alami cedera, Ruddy menegaskan pihak Arema FC tidak akan bertanggung jawab. Bahkan biaya perawatan semua diserahkan kepada pemain yang bersangkutan.

“Saya secara tertulis tidak melarang (pemain main . . . Gabung . . . tarkam),” kata Ruddy.

“Walau begitu, saya sudah pesan melalui Kuncoro (asisten pelatih Arema FC) supaya hati-hati.

“Apabila ikut tarkam lalu injured, manajemen tidak akan ikut merawat,” katanya.

Kalau Arema FC tidak mau menanggung biaya perawatan, hal lebih keras dilakukan Persib. Peringatan akan diberikan Persib kepada pemain yang nekat main tarkam. Bukan sembarangan, peringatan keras keluar langsung dari Bos Persib, Teddy Tjahjono.

“Kami melarang seperti tarkam,” kata Teddy.

“Seperti Zulham Zamrun tuh kemarin saat pandemi dia main, kami tegur tuh,” katanya.

x

Check Also

PSG Pati Targetkan Juara Liga 2 2021

Jakarta – PSG Pati pasang target tinggi menjelang akan dimulainya kompetisi Liga 2 2021, yang ...