Home > Berita Liga Spanyol > Menanti Penampilan Ke-200 Jan Oblak Bersama Atletico

Menanti Penampilan Ke-200 Jan Oblak Bersama Atletico

 

LaLiga Spanyol 2020/21 segera memasuki pekan ke-11. Pekan ini sangat dinanti-nantikan oleh Jan Oblak yang, bila diturunkan, akan mencetak 200 penampilan bersama Atletico Madrid di kompetisi tersebut.

Menyebut nama dari Jan Oblak, bayangan para pecinta sepak bola tentu segera mengarah pada sosok kiper tangguh dengan reflek yang apik. Bayangan itu muncul sebagai bukti dari kiprah apiknya.

Oblak bukanlah nama sembarangan pada kalangan penjaga gawang terbaik didunia saat ini. Puja-puji mengalir selama ini. Namun, pujian deras tersebut tidak langsung begitu saja datang kepadanya.

Oblak datang ke Atletico pada pertama kali pada 2014 silam. Saat itu, Los Rojiblancos sudah memboyongnya dari Benfica dengan mahar senilai 16 juta euro. Sebagai catatan, mahar tersebut membuatnya menjadi kiper termahal pada LaLiga kala itu.

Harga mahal yang dikeluarkan oleh Atletico banyak membuat pihak mengernyitkan dahi. Kenapa Los Rojiblancos mau mengeluarkan rekor transfer dari kiper di LaLiga hanya untuk penjaga gawang yang baru berusia 21 tahun yang belum punya nama besar kala itu?

Bahkan rasa pesimis banyak pihak atas transfer Oblak saat itu kian menjadi-jadi, terutama di kalangan pendukung Atletico. Sebab, sejak datang, kiper asal Slovenia ini malah jadi pilihan kedua.

Oblak baru mendapat debut di LaLiga sembilan bulan kemudian, tepatnya pada 21 Maret 2015 saat berjumpa Getafe. Cederanya kiper utama, Miguel Angel Moya seakan memberi berkah baginya untuk mempermanenkan diri sebagai kiper nomor 1 Atletico.

Dalam debutnya melawan Getafe, Oblak mampu mencetak clean sheet pertamanya di LaLiga Spanyol. Siapa sangka, catatan clean sheets ini terus berlanjut hingga menyentuh angka ke-111 dalam 199 penampilannya di kompetisi tersebut.

111 clean sheets dalam 199 penampilan bukanlah sebuah catatan yang bisa dianggap remeh. Pasalnya, sejak debut Oblak, tak ada kiper lima liga top Eropa yang menyamai torehannya atau bahkan mendekati torehannya tersebut.

Sebagai bukti, kiper yang mendekati catatan clean sheets Jan Oblak sejak debutnya bersama Atletico Madrid di LaLiga Spanyol adalah Samir Handanovic dengan torehan 75 clean sheets dari 203 penampilan.

Perbandingan Handanovic dengan Oblak begitu jauh dari segi catatan clean sheets dan jumlah penampilan. Tak ayal sematan kiper terbaik dunia dalam kurun waktu lima tahun terakhir pantas disematkan kepadanya.

Bukannya Manuel Neuer yang pantas disebut kiper terbaik dunia saat ini? Apalagi ia mampu meraih beragam gelar prestisius, . . . Gabung . . . berbeda dengan Oblak yang tak mendapat gelar apapun.

Jika berbicara gelar yang masuk dalam ranah prestasi kolektif, Oblak tentu kalah. Namun sematan kiper terbaik dunia diberikan kepadanya karena penampilannya apiknya secara individu bila dibandingkan kiper lainnya.

Tak ada yang meragukan kapasitas Neuer, Alisson Becker, ataupun Ederson dalam beberapa tahun terakhir ini. Namun, kapasitas ketiganya tak cukup mentereng bila dibandingkan Oblak sendiri.

Jika dilihat dari catatan 100 kiper yang telah bermain selama 7000 menit atau lebih di lima liga top Eropa, Oblak memiliki rasio clean sheets sebesar 56 persen. Catatannya unggul Neuer (49 persen), Alisson (48 persen) dan Ederson (46 persen).

Rasio clean sheets ini kian dipercantik dengan fakta dalam 17836 menit yang ia mainkan, Oblak hanya kebobolan 123 gol atau bola masuk ke gawangnya setiap 145 menit.

Torehan ini lebih baik dari Alisson (kebobolan satu gol setiap 124 menit). Memang torehan ini dipengaruhi oleh gaya permainan tim. Atletico Madrid dikenal sebagai tim defensif. Tentu secara logika, Oblak jelas diuntungkan.

Tapi anggapan itu tidaklah benar. Dilihat dari xGoT (Expected Goals on Target) atau kualitas tembakan ke gawang yang berbuah gol, Oblak menghadapi 167,8 xGoT di LaLiga Spanyol dalam 199 penampilan atau menghadapi 0,85 tembakan berbuah gol per 90 menit laga.

Untuk perbandingan, Alisson hanya menghadapi 0,83 xGoT per 90 menit, Manuel Neuer mengadapi 0,81 xGoT per 90 menit dan Ederson menghadapi 0,77 xGoT per 90 menit.

Dengan kata lain, Oblak bisa saja kebobolan 168 gol dari tembakan yang mengarah ke gawangnya. Namun hasil berkata lain, ia hanya 123 gol saja selama 199 penampilan.

Dengan fakta ini, mungkin kiper terbaik FIFA Award 2020 pantas diberikan untuk Jan Oblak. Namun, jika dilihat dari prestasi tim seperti gelar, kiper Atletico Madrid bakal kalah dari Manuel Neuer yang  meraih trofi bergengsi bersama Bayern Munchen.

x

Check Also

Real Madrid Gagal Bertarung Dengan Athletic Bilbao Karena Keputusan FIFA

Madrid – pada akhir pekan seharusnya Real Madrid seharusnya dijadwalkan berjumpa dengan Athletic Bilbao di ...