Home > Berita Liga Indonesia > Kiper Madura United Anggap Konyol Kompetisi Bergulir Februari Tahun Depan

Kiper Madura United Anggap Konyol Kompetisi Bergulir Februari Tahun Depan

Liga 1 2020 tercatat sudah terhenti lebih kurangnya selama delapan bulan akibat adanya pandemi COVID-19 di Indonesia. Karena pemberhentian Liga 1 2020 itu akhirnya para penggiat sepak bola sampai saat ini terkatung-katung. Ditambah lagi gaji para pemain pun dipotong menjadi hanya 25% saja sesuai arahan yang diberikan oleh PSSI.

Sontak banyak pemain yang lebih memilih untuk mencari uang tambahan. Salah satunya dengan mengikuti acara tarkam atau juga kegiatan bersama komunitas sepak bola lainnya. Pasalnya dengan mengikuti kegiatan itu pundi-pundi pemain setidaknya dapat terisi walau tidak sebanyak saat mengikuti kompetisi resmi.

Sama halnya dengan apa yang dilakukan oleh penjaga gawang Madura United, Muhammad Ridho. Mantan penjaga gawang Borneo FC itu mengikuti ajang trofeo bersama komunitas sepak bola yang juga berisikan para pemain Liga 1 plus selebritis dalam negeri.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat diikuti dengan sangat antusias oleh para peserta yang terlibat di ajang itu. Setelah bermain, Muhammad Ridho pun sempat diwawancara oleh tim SATUPEDIA untuk menanggapi SK yang dikeluarkan oleh PSSI beberapa waktu lalu.

Dalam SK itu disebutkan kalau Liga 1 2020 akan berlangsung pada Februari. Tapi hal itu tidak membuat Muhammad Ridho terlihat antusias. Malah sebaliknya, apa yang diputuskan oleh PSSI dirasanya sangat konyol.

“Konyol, . . . Gabung . . . sangat konyol. Harusnya diselesaikan pada tahun ini. Karena tidak ada hampir di semua negara, kompetisi 2020 dilanjut pada tahun 2021. Dan nantinya kami satu tahun itu akan menjalani dua kompetisi,” katanya, Minggu (22/11/2020).

Sebelumnya PSSI dan PT LIB sendiri berencana akan menggelar kembali Liga 1 2020 pada bulan Oktober lalu. Hanya tidak diberikan izin oleh Kepolisian Republik Indonesia karena akan diadakannya Pilkada pada bulan Desember mendatang secara serentak.

Padahal saat itu Muhammad Ridho berharap Liga 1 2020 dapat diadakan kembali sebelum adanya Pilkada. Hanya dirinya pun tidak dapat berbuat banyak selain mengikuti apa yang sudah diputuskan oleh Kepolisian Republik Indonesia.

“Itu sebenarnya apa ya, mungkin bagi orang-orang yang ga tahu, ketawa, untuk apa seperti itu. Kalau bisa sebelum pilkada dilanjutkan. Tapi, itu semua balik lagi dari keputusan dari Polri. Kami mau tidak mau harus mengikuti,” katanya.

 

x

Check Also

Persis Solo Menang Atas PSG Pati Pada Laga Perdana

Solo – Persis Solo berhasil mengawali kompetisi Liga 2 2021 dengan hasil positif setelah menang ...