Home > Berita Liga Champions > Kalah Lawan Lille, Hukuman Untuk AC Milan Yang Mulai Jumawa

Kalah Lawan Lille, Hukuman Untuk AC Milan Yang Mulai Jumawa

Hasil mengejutkan tercipta pada matchday ke-3 fase grup Liga Europa yang telah diselenggarakan pada Jumat (6/11/2020) dinihari tadi. AC Milan yang sedang bagus-bagusnya harus tunduk di hadapan Lille.

Pertandingan tersebut berakhir dengan kedudukan 3-0 untuk kemenangan Lille yang bertindak sebagai tim tamu. Ketiga golnya diborong seorang diri oleh sang pemain, Yusuf Yazici.

Hasil ini cukup mengejutkan, sebab Milan sedang tampil apik. Klub berjuluk Bianconeri tersebut belum merasakan kekalahan lagi sejak terakhir kali menerimanya di bulan Maret lalu.

Bisa jadi, torehan apik tersebut membuat pemain AC Milan jadi jumawa dan meremehkan lawannya. Namun Stefano Pioli selaku pelatih Rossoneri menegaskan bahwa pemainnya tak pernah memandang enteng setiap musuhnya.

Milan Tidak Meremehkan Lawan

Usai laga, Pioli berkomentar bahwa kekalahan ini bisa memberikan manfaat positif bagi timnya. Setelah lama tidak merasakan kekalahan, menurutnya ini adalah waktu yang tepat untuk belajar bangkit dari keterpurukan.

“Saya adalah pelatih dari tim ini, saya mengalami proses pembangunan menuju ke laga ini dan bisa dipastikan bahwa kami tidak meremehkan siapapun,” ungkap Pioli kepada Sky Sport Italia.

“Kami juga tidak kehilangan sikap. Ini hanyalah hari yang buruk dan kami akan belajar dari situ. Ini skuad muda, namun juga memiliki . . . Gabung . . . sikap dewasa ang tahu cara untuk bereaksi dalam setiap kesulitan,” lanjutnya.

Senang Berada di Milan

Ini adalah kekalahan pertama Pioli sejak terakhir kali dirasakan pada bulan Maret lalu. Dan sebelum mengakhiri musim 2019/20 kemarin, Pioli sempat berada di situasi di mana dirinya dihadapkan dengan pintu keluar dari Milan.

Hal ini dikarenakan adanya rumor soal kedatangan Ralf Rangnick. Sekarang masa itu sudah lewat. Pioli mengaku cukup senang dengan atmosfer yang ada di dalam skuad saat ini.

“Saya sangat senang berada di sini, ada atmosfir yang mempersatukan, klub yang mendukung dan kami punya semua untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin,” tambahnya.

“Saat seorang pelatih bisa mendapatkan situasi semacam itu, dia bisa fokus dan memberikan yang terbaik buat tim,” pungkasnya.

x

Check Also

Juve

Tanpa Ronaldo Juventus Lebih Kompak ?

London – Kepergian Cristiano Ronaldo menjadi sebuah kehilangan yang besar buat Juventus. Namun positifnya, pasukan ...