Home > Berita Liga Indonesia > Persebaya Surabaya > Hak Komersial Klub Dipangkas, Persebaya Buka Suara

Hak Komersial Klub Dipangkas, Persebaya Buka Suara

Surabaya – Manajemen Persebaya Surabaya mempertanyakan soal pemberian subsidi bagi klub sebesar 25 persen dari nilai yang telah ditentukan semula, namun baru diberikan bila kompetisi telah berjalan.

Skema pemberian subsidi yang diatur oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) tersebut membuat klub harus menalangi terlebih dahulu selama empat berturut-turut (Oktober – Januari).

Sebelumnya, PT LIB telah menentukan bahwa klub akan mendapatkan subsidi sebesar 25 persen dari Rp. 800 juta, setiap bulannya, untuk bulan Oktober hingga Januari, selama komptetisi belum berjalan. Namun subsidi tersebut baru akan dibayarkan setelah kompetisi berjalan.

“Posisi klub terjepit. Subsidi dibayar 25 persen dari 800 juta, tetapi itu akan dibayarkan jika Februari kompetisi berjalan,” kata Sekretaris Persebaya, Ram Surahman.

“Artinya, bulan Oktober, November, Desember, dan Januari, klub akan menalangi dulu,” sambung Ram.

Kebijakan ini membuat posisi klub menjadi sulit karena tentu saja manajemen klub tidak bisa menerapkan kebijakan seperti yang dilakukan operator kompetisi kepada . . . Gabung . . . para pemainnya.

“Klub ini istilahnya dapat angin surga, akan diberikan (hak komersial) kalau kompetisi jalan. Di sisi lain, secara kontrak, kami dengan pemain tidak bisa begitu,” ucap Ram.

Karena itu, Persebaya berharap agar PSSI segera mengeluarkan keputusan final yang mengatur hal ini.

“Yang penting PSSI mengambil keputusan. Nanti, klub mendasarkan segala sesuatunya dari keputusan PSSI,” jelas Ram.

“Jangan klub terus dijadikan kayak begini. Kami ini kan kayak sapi perah saja, diajak untuk suatu agenda yang juga tidak pasti,” tandasnya.

x

Check Also

Jelang Laga Kontra PSIS, Pemain Belakang Persebaya Banyak Dipanggil Timnas Indonesia

Jakarta – Persebaya Surabaya akan menjamu PSIS Semarang di Stadion Wibawa Mukti pada pekan ke-6 ...