Home > Berita Liga Jerman > Hadapi Bayern Munchen, Dortmund Masih Mampu Redam Lewandowski ?

Hadapi Bayern Munchen, Dortmund Masih Mampu Redam Lewandowski ?

Borussia Dortmund dan Bayern Munchen akan bertemu untuk memperebutkan posisi puncak Bundesliga pada Minggu, (8/11/2020) dini hari. Laga yang bertajuk Der Klassiker ini akan menjadi laga yang layak ditunggu karena keduanya merupakan tim papan atas dengan komposisi skuad yang sangat berkualitas.

Bertanding di Signa Idunia Park, Borussia Dortmund tentu tidak ingin kandangnya dinodai dengan adanya kekalahan dari saingannya. Di lain pihak, Bayern Munchen juga diiringi rasa percaya diri yang tinggi berkat ketajamannya.

Di Bundesliga Bayern Munchen sangat berbahaya dalam urusan mencetak gol juga kini telah mengoleksi 24 gol. Sehingga, meskipun keduanya tampil sama baiknya dengan raihan yang sama-sama meraih 15 poin dari enam laga, Munchen berhak bertengger di posisi teratas berkat raihan dari golnya.

Robert Lewandowski yang pernah berkostum Borussia Dortmund menjadi juru gedor utama yang sedang tampil menggila. Lewandowski bisa kapan saja mencetak dua gol, tiga gol atau lebih dalam satu laganya.

Namun, di laga ini Lewandowski perlu bekerja ekstra keras karena Dortmund merupakan tim dengan catatan kebobolan paling sedikit pada Bundesliga. Meskipun tertinggal dalam urusan mencetak gol dengan 13 berbanding 24, dalam u

rusan pertahanan Dortmund unggul dengan catatan dua kali kebobolan berbanding sembilan milik Bayern Munchen.

Maka menarik di lihat pertarungan antarlini di Der Klassiker kali ini. Borussia Dortmund dengan pertahanan paling kuat dan Bayern Munchen dengan penyerangan tertajam sejauh ini. Lantas siapa yang akan berduel langsung di laga ini? Berikut namanya.

Manuel Akanji vs Robert Lewandowski

Manuel Akanji akan menjalani laga terberatnya sebagai bek dari Borussia Dortmund karena secara langsung harus berhadapan dengan bomber tajam Robert Lewandowski. Akanji sejauh ini menjadi salah satu bek paling aktif dengan telah mencatatkan rataan 100 kali sentuhan di Bundesliga.

Akanji yang memiliki postur tubuh besar setinggi 1,87 meter juga mampu menghadang lawannya sehingga di lima kali penampilannya, Akanji berhasil menjaga gawang Dortmund tidak kebobolan sebanyak empat kali.

Lawannya Robert Lewandowski juga sedang panas-panasnya. Di laga apa pun Lewandowski selalu bisa menjadi andalan tim dan sejauh ini Lewandowski merupakan top skorer sementara Bundesliga dengan 10 gol dari lima kesempatannya.

Melawan Akanji tentu menjadi salah satu tantangan besar untuk Lewandowski, secara fisik Akanji bisa meredam striker asal Polandia tersebut. Namun, Lewandowski juga cerdik dalam menempatkan posisinya sehingga bisa mencetak gol.

Axel Witsel vs Joshua Kimmich

Di lini tengah ada duel antara Axel Witsel dengan Joshua Kimmich dua nama yang tampil baik . . . Gabung . . . dan merupakan andalan timnya. Axel Witsel dan Joshua Kimmich sama-sama memiliki kemampuan sebagai penghubung lini belakang dan depan.

Axel Witsel dengan akurasi umpannya berhasil tampil memuaskan dengan rataan keberhasilan umpan mencapai 96 persen. Kimmich juga sama baiknya dan bahkan telah menciptakan empat assists berkat distribusi bolanya yang mencapai 90 persen keberhasilan.

Laga ini pun menjadi pembuktian siapa yang bisa menjadi rajanya lini tengah untuk partai Der Klassiker kali ini. Axel Witsel perlu meredam kecerdikan Kimmich dalam mengatur tempo permainan, begitu juga dengan Kimmich yang harus mencari cara melewati Witsel yang kokoh di tengah.

Erling Haaland vs Jerome Boateng

Jika di Bayern Munchen ada Lewandowski, di Dortmund ada Erling Haaland yang juga tampil menjanjikan di setiap laga mana pun. Sejauh ini Haaland telah mencetak 10 gol dari 10 kali penampilannya di segala kompetisi.

Haaland memiliki postur tubuh yang kokoh sebagai penyerang tengah, dia bisa mencetak gol lewat udara maupun darat. Haaland juga memiliki kecepatan dan positioning yang baik sehingga dia bisa mencetak lima gol di Bundesliga.

Di laga ini, Haaland akan berhadapan dengan Jerome Boateng, pemain bertahan yang kaya akan pengalaman melawan striker-striker hebat. Dalam urusan menghentikan striker kuat, Jerome Boateng juga memiliki modal dari tubuhnya yang setinggi 1,92 meter. Dengan ukuran badannya yang besar Boateng bisa dengan memenangkan duel-duel yang dihadapinya.

Roman Burki vs Manuel Neuer

Der Klassiker juga menghadirkan pembuktian dua kiper yang disebut-sebut sebagai kiper terbaik di Bundesliga. Manuel Neuer yang sudah lama dicap sebagai kiper terbaik dunia, musim ini telah kecolongan beberapa kali.

Dari enam laga Bundesliganya, Neuer bahkan telah kebobolan sembilan kali, dan baru mencatatkan dua clean sheets. Sedangkan Roman Burki kini memiliki catatan yang lebih baik dari Neuer setelah hanya kebobolan dua kali dari empat penampilannya.

Roman Burki juga telah tampil empat kali di Bundesliga, tiga di antaranya berhasil berakhir dengan clean sheets. Laga ini sekaligus menjadi pembuktian bagi keduanya terkait siapa yang paling tenang dan bisa menyelamatkan tim dari kebobolan.

x

Check Also

Bayern Munchen Dan Borussia Moenchengladbach Berbagi Skor 1-1 Di Laga Pembuka Bundesliga

Jerman – Pada laga pembuka Liga Jerman 2021/2022 Bayern Munchen berhadapan dengan Borussia Moenchengladbach, laga ...