Home > Berita Liga Inggris > Guardiola Tak Keberatan Jika Premier League Ikut Lockdown

Guardiola Tak Keberatan Jika Premier League Ikut Lockdown

Pada Sabtu (31/10/2020), Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengumumkan bahwa negaranya akan kembali menjalani lockdown lagi.

Penutupan menyeluruh itu kembali dilakukan Inggris karena tingkat penyebaran dari virus corona atau yang biasa di sebut dengan COVID-19 masih belum menunjukkan penurunan.

Semua sektor, terkecuali toko-toko yang menjual bahan pokok, akan ditutup termasuk pub-pub atau club malam yang biasa digunakan oleh penggemar sepak bola untuk menyalurkan hobinya selama ini.

Meski demikian, Boris Johnson tidak meminta kompetisi dari Liga Inggris 2020-2021 untuk dihentikan saat Inggris sedang di lockdown masal untuk kali keduanya.

Boris Johson mengatakan bahwa kompetisi yang dikenal dengan nama Premier League itu bisa tetap berlanjut dengan sistem pertandingan tertutup alias tanpa penonton.

Keputusan Perdana Menteri Inggris itu tentu menimbulkan pro dan kontra untuk berbagai kalangan.

Salah satu orang yang tidak setuju dengan keputusan yang di ambil oleh Boris Johnson adalah Pep Guardiola.

Bahkan Pep Guardiola mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan ide melanjutkan Premier League di tengah adanya kondisi lockdown pada beberapa saat sebelum Boris Johnson memastikan Inggris akan ditutup untuk sementara waktu.

Guardiola, yang berbicara pada konferensi pers pasca-pertandingan Manchester City kontra Sheffield United, mengatakan penting bagi sepak bola turut serta dalam mencapai kebaikan bersama dengan menghentikan kompetisi untuk sementara.

“Ini sulit. Saya tahu perdana menteri mengambil keputusan karena situasinya semakin buruk. Itu terjadi di Spanyol, Jerman, dan Prancis. Di mana-mana,” ujar Guardiola dari Goal Internasional.

“Virusnya masih ada. Mungkin orang bilang sekarang itu telah menjadi lebih kuat. Saya pikir dunia sepak bola tidak bisa menjadi pengecualian di . . . Gabung . . . tengah kondisi yang terjadi di masyarakat.”

“Kami akan bermain jika diminta untuk bermain. Akan tetapi, kami juga tidak ingin berbeda dari masyarakat lainnya ketika mereka harus menutup restorannya atau tempat lainnya.”

“Ini adalah sesuatu yang saya tidak terlibat di dalamnya. Namun, saya ingin diri saya, keluarga saya, teman-teman saya, seluruh Inggris, bahkan Inggris raya tetap baik-baik saja. Akan tetapi, sejujurnya saya tidak tahu apa pun tentang keputusan itu.”

“Ini bukan lelucon. Ini serius. Jika dia bilang tinggal di rumah, kamu harus tinggal di rumah. Jika dia bilang jangan lakukan ini, kami tidak melakukannya.”

“Karena tidak adil untuk setengah dari populasi melakukan apa yang harus kami lakukan dan perdana menteri mengatakan ini, dan orang-orang lainnya melakukan apa pun yang mereka inginkan.”

“Jadi kami harus sadar – kenyataannya sulit, sulit. Jika kami harus berhenti, kami akan berhenti.”

“Jika kami harus bermain, karena mereka memutuskan itu baik untuk masyarakat atau karena sesuatu yang saya tidak tahu, waspadalah, berhati-hatilah, ambil kesadaran maksimal dari bahaya situasi di mana kita hidup,” ucap Guardiola menambahkan

x

Check Also

Romelu Lukaku Akan Dihadang Virgil van Dijk Saat Liverpool vs Chelsea Nanti

Liverpool – Pada akhir pekan ini dalam laga Premier League 2021/22 akan menyajikan pertandingan seru ...