Home > Berita Liga Italia > Dianggap Bintang, Bakat Paulo Dybala Padahal Biasa Saja ?

Dianggap Bintang, Bakat Paulo Dybala Padahal Biasa Saja ?

Performa dari Paulo Dybala yang tak kunjung membaik pada Juventus serta Argentina membuat sebagian publik sepak bola menganggap bahwa dirinya sebagai wonderkid gagal.

Pelatih dari Juventus, Andrea Pirlo memberikan sebuah pembelaan kepada Paulo Dybala yang sudah dinilai menjadi kambing hitam pada laga melawan Lazio, Minggu (08/11/20) malam WIB.

Pertandingan antara Lazio vs Juventus sudah berakhir dengan skor imbang 1-1. Sejatinya Si Nyonya Tua sudah mengawali laga dengan baik berkat gol dari Cristiano Ronaldo pada menit ke-15.

Namun, gol terakhir dari Felipe Caicedo di masa injury time sudah berhasil mengubah skor menjadi imbang 1-1. Pada kekalahan ini, Paulo Dybala pun akhirnya dijadikan kambing hitam.

Pasalnya, sebelum gol dari Lazio tercipta, Dybala merupakan seorang pemain yang menguasai bola. Pemain sepak bola asal Argentina itu melakukan dribel yang kurang sempurna serta membuat bola keluar.

Sudah tak mencetak gol, justru malah menyebabkan timnya tertekan. Situasi ini seakan sudah melengkapi performa jeblok dari Dybala pada laga saat melawan Spezia.

Di laga pekan sebelumnya tersebut, ia juga ditarik pada menit ke 56′ dan digantikan oleh Cristiano Ronaldo yang baru comeback dari pandemi COVID-19.

Tanpa basa-basi, Ronaldo langsung saja cetak brace untuk Si Nyonya Tua.  Pada laga saat melawan Spezia, Dybala gagal melepaskan satu tembakan pun.

Bandingkan dengan Chiesa, Morata, serta Ronaldo yang masing-masing membuat dua tembakan. Kapasitas dari Paulo Dybala pun kembali dipertanyakan. Apakah dia memang pantas untuk mengenakan nomor 10 di Juventus dan diberi kontrak panjang?

Mantan Wonderkid yang Jadi Pesakitan Paulo Dybala itu sejatinya begitu mencuri banyak perhatian di masa belianya saat membela klub Palermo.

Bakat serta kualitasnya dengan cepat menginspirasi Juventus dalam meraih kemenangan hingga trofi. Namun seiring berjalannya waktu, performa juga statistik Dybala menurun. Esok hari ia sudah berusia 27 tahun, dan sudah seharusnya bisa menjadi bintang besar bukan malah melempem seperti saat ini.

Saat ini Paulo Dybala sudah tercatat sebagai salah satu dari lima pemain terlama pada Juventus setelah Giorgio Chiellini (gabung pada 2005), Carlo Pinsoglio (2014), dan Sami Khedira serta Alex Sandro (2015).

Situs WhoScored mencatatkan bahwa, meski telah bermain dua kali pada Serie A musim ini, Paulo Dybala hanya mampu melepas satu kali tembakan yang mengarah ke gawang.

Padahal, total tembakannya ada sembilan kali. Sementara itu pada Liga Champions, tak ada satu tembakan yang akurat dari Paulo Dybala yang berhasil, melepas . . . Gabung . . . total tiga percobaan musim ini.

Nasib kurang baik tak hanya sedang menimpanya di Juventus, tetapi juga pada Timnas Argentina. Terakhir kali Paulo Dybala membela Timnas Tango adalah pada November 2019 silam. Itu artinya, ia sudah absen selama setahun.

Sejauh ini, Dybala sendiri hanya bisa mencatatkan 29 caps bersama Timnas Argentina. Ia sering absen untuk bisa bergabung ke timnas dikarenakan berbagai masalah yang sedang melanda.

Kontribusi dari golnya bagi Tim Tango juga cukup kecil, yakni cuma 2 gol. Keputusan Juventus Kini, di tangan pelatih Andrea Pirlo, posisi Paulo Dybala semakin sulit.

Rumor berembus bahwa dirinya bakal dijual pada bursa transfer musim depan bersama dengan Cristiano Ronaldo yang sebagai bagian dari menutup kerugian dari dampak virus corona.

Melansir laman berita Sport Mediaset, pemain yang berkebangsaan Argentina ini kabarnya hanya akan diberi waktu dua bulan untuk bisa masuk skema dari Pirlo.

Alasannya? Sederhana, ia kabarnya sudah tak memiliki performa lebih baik seperti sedia kala. Semenjak bergabung dari Palermo tahun 2015 lalu, La Joya juga sempat tunjukkan daya magis untuk bisa memajukan Juve.

Tapi lain dulu lain sekarang, kini penyerang yang berusia 26 tahun tersebut sudah tidak memiliki motivasi cukup dan itu juga ditunjukkannya di dalam maupun luar lapangan.

Salah satu buktinya juga ialah ketika ia sempat bersitegang dengan direktur dari klub, Fabio Paratici terkait akan kinerja dari pelatih yang enggan menurunkannya pada beberapa pertandingan liga.

Tak heran gara-gara ini, pihak dari Le Zebre serta pemain juga masih belum sepakat terkait kontrak.

Paulo Dybala Dicoret Timnas Argentina Jika seperti ini pada akhirnya, maka lebih baik bagi Paulo Dybala untuk langsung hengkang dari Juventus jika tak ingin kariernya mandeg.

Sudah saatnya ia untuk menemukan tim yang bisa memainkannya pada posisi favorit yakni sebagai second striker serta memberinya lebih banyak kesempatan.

Jika ngotot bertahan, maka jangan sampai sakit hati jika golden boy dari Argentina itu dicap sebagai wonderkid gagal dari Juventus.

x

Check Also

Juventus Tempel Terus Gabriel Jesus, Tidak Mau Menyerah Begitu Saja

Kabar mengenai ketertarikan Juventus terhadap Gabriel Jesus masih saja terdengar. Si Nyonya Tua dilaporkan masih intens berkomunikasi ...