Home > Berita Liga Indonesia > Bhayangkara FC > Bhayangkara FC Tak Ingin Gegabah Dalam Pembayaran Gaji Pemain

Bhayangkara FC Tak Ingin Gegabah Dalam Pembayaran Gaji Pemain

Jakarta – PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah memutuskan untuk menunda kelanjutan kompetisi Liga 1 2020 hingga Februari 2021 mendatang.

Hal ini diputuskan karena tidak mungkin menggelar kompetisi di sisa tahun 2020 ini lantaran tidak adanya izin dari pihak kepolisian dengan pertimbangan pandemi Covid-19 hingga agenda Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 mendatang.

Karena itu, banyak klub Liga 1 yang kemudian memutuskan untuk meliburkan seluruh kegiatan tim, termasuk Bhayangkara FC.

Meski demikian, klub berjuluk The Guardian ini harus tetap memberikan gaji kepada pemain, pelatih, dan official.

Terkait hal ini, pihak manajemen masih menunggu keputusan dari PSSI soal besaran gaji yang harus dibayarkan klub kepada pemain dan pelatih.

“Kalau masalah gaji kami masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari PSSI bagaimana masalah pembayaran gaji dan kontrak,” kata Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji.

“Kami tidak mau gegabah dalam melakukan pembayaran gaji ini,” tegasnya.

Menurut Sumardji, SK dari PSSI ini sangat diperlukan sebagai pedoman klub untuk mengambil keputusan selanjutnya.

Untuk diketahui, sejak kompetisi . . . Gabung . . . Liga 1 2020 dihentikan pada pertengahan Maret lalu karena pandemi Covid-19, PSSI telah dua kali mengeluarkan SK terkait kontrak kerja antara klub dengan pemain, pelatih, serta official.

Pada 27 Maret 2020, dikeluarkan SK pertama bernomor SKEP/48/III/2020 menyatakan bahwa setiap klub diperbolehkan membayar gaji pemain, pelatih, dan official maksimal 25 persen dari yang tertera di dalam kontrak. Terhitung sejak Maret hingga Juni.

Pada 27 Juli 2020, dikeluarkan SK bernomor SKEP/53/VI/2020 yang menyatakan bahwa pembayaran gaji untuk Liga 1 kisarannya 50 persen. Berlaku satu bulan sebelum kompetisi restart pada Oktober lalu hingga selesai.

x

Check Also

Petinggi Bhayangkara Solo FC Beberkan Dampak Liga 1 Tanpa Degradasi

Solo – Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara Solo FC, Sumardji, ikut angkat bicara terkait wacana ...