Home > Berita Bola > Berstatus Top, Tapi 10 Manajer Ini Sering Dipecat

Berstatus Top, Tapi 10 Manajer Ini Sering Dipecat

Klub mana pun barang tentu mengharapkan hasil-hasil positif di tangan manajer mereka. Minimal, bertahan di kasta teratas bagi klub-klub kecil sudah bisa dibilang prestasi tersendiri. Sementara, klub besar targetnya tentu juara.

Namun yang jelas, jika ekspektasi tak kuasa dipenuhi, siap-siap “SP3” datang menghampiri. Inilah deretan pelatih top yang paling sering merasakan pemecatan. Sebagai bocoran, ada nama Jose Mourinho juga!

Phil Brown | Tiga kali dipecat

Sebelum sukses bersama Hull City, Brown pertama kali merasakan pemecatan di Derby County hanya dalam kurun tujuh bulan. Episode pemecatan berlanjut pada 2011 ketika gagal mengangkat Preston North End sebelum Swindon Town mendepaknya pada 2018 karena klub berada di zona degradasi.

Jose Mourinho | Tiga kali dipecat

Nama besar Mourinho sebagai pelatih tak perlu diragukan lagi dengan segudang trofi yang dimilikinya. Namun, bukannya dia tak pernah merasakan pemecatan. Dua kali dia menukangi Chelsea, dua kali pula berujung pemecatan.

Terakhir, Manchester United mendepaknya karena membuat klub tersebut menjadi semenjana sejak dipoles olehnya.

Neil Warnock | Empat kali dipecat

Saat ini melatih Cardiff City dan posisinya terbilang aman, tetapi beberapa kali mengalami getirnya dipecat. Pertama, dia ditendang oleh Notts County sebelum Plymouth Argyle membuat keputusan serupa.

Dua periode berkesempatan menangani QPR, salah satunya berujung pemecatan. Terakhir, dia kembali ditendang ketika gagal menghadirkan hasil positif bagi Crysta Palace.

Fabio Capello | Empat kali dipecat

Dalam dua periodenya menukangi Real Madrid, Capello harus mengakhirinya dengan pemecatan. Di 2015, dia sempat menahkodai timnas Rusia namun berakhir serupa.

Tahun lalu, Jiangsu Suning memecatnya dan beberapa saat kemudian pria Italia ini mengumumkan pensiun sebagai pelatih.

Steve McClaren | Lima kali dipecat


Awal mula McClaren merasakan pemecatan ketika gagal mengantarkan Inggris mentas di Euro 2008. Menyusul rentetan hasil buruk di Wolfsburg pada 2011, dia kembali ditendang.

Sempat menangani Derby pada 2015, dia harus kembali dipecat sebelum Newcastle United melakukan hal serupa, dan untuk kedua kalinya dia disisihkan Derby di periode keduanya melatih di sana.

Pepe Mel | Lima kali dipecat


Polideportivo Ejido merupakan episode pemecatan pertama yang dirasakan Mel. Pindah ke Rayo Vallecano 2006, pada 2010 dia ditendang. Mel kemudian keluar Spanyol dan menjajal peruntungan di West Bromwich Albion, yang berakhir tragis hanya dalam lima bulan.

Balik ke Spanyol, dua periode kala menangani Real Betis dan Deportivo La Coruna masing-masing pada 2016 dan 2017 juga berakhir pemecatan.

Sam Allardyce | Lima kali dipecat


30 tahun mendedikasikan diri di dunia manajerial, Allardyce acap merasakan pemecatan. Pertama, pada 1991 ketika gagal di Piala FA bersama West Bromwich Albion. Di akhir musim 1995/96, Blackpool mendepaknya.

Pernah menangani Newcastle United tapi hanya bertahan tujuh bulan. Di 2010 dan 2015, masing-masing dia merasakan kembali pemecatan di Blackburn Rovers dan West Ham United. Sempat menangani timnas Inggris, namun hanya berjalan selama 67 hari.

Roy Hodgson | Lima kali dipecat

Hodgson pertama kali dipecat pada 1998 kala menukangi Blackburn Rovers. Rentetan hasil buruk yang dipetik bersama Udinese dan Finlandia membuat dia didepak masing-masing pada 2001 dan 2007.

Pada 2010, Liverpool menendangnya hanya dalam setahun. Peran sebagai manajer Inggris pun tak mampu dipertahankan dengan dia dipecat pada 2016.

Claudio Ranieri | Delapan Kali dipecat


Terbilang sukses menangani Cagliari pada 1988, Ranieri membesut Napoli tetapi berpisah pada 1993. Chelsea juga memecatnya pada 2004 karena nirtrofi dalam empat tahun. Dia lalu merasakan pemecatan di klub-klub elite lain seperti Valencia, Juventus dan Inter Milan.

2014 silam, dia dibebastugaskan oleh AS Monaco sebelum timnas Yunani juga melakukan hal serupa hanya dalam lima bulan. 2016 menjadi tahun emas Ranieri, membawa Leicester City juara secara senasional tapi setahun kemudian malah dipecat.

 

 

x

Check Also

Messi Gagal Buat Gol, Argentina Tetap Menang 1-0 Atas Peru

Jakarta – Hasil laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Amerika Selatan, Argentina berhasil meraih kemenangan ...