Home > Berita Liga Indonesia > Arema FC > Arema FC Pahami Subdsidi Hanya Diberikan 25 Persen

Arema FC Pahami Subdsidi Hanya Diberikan 25 Persen

Malang – Arema FC ikut berkomentar terkait besaran subsidi kontribusi komersial yang hanya diberikan 25 persen dari nilai yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni sebesar Rp 800 juta.

Sebelumnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) melalui surat bernomor 394/LIB-KOM/XI/2020, menyampaikan penundaan Liga 1 2020.

Dalam surat yang ditandatangani Dirut PT LIB, Akhmad Hadian Lukita tersebut, ada delapan poin penekanan, termasuk salah satunya soal kontribusi komersial yang akan diberikan kepada klub.

Dalam surat itu disebutkan bahwa PT LIB akan memberikan kontribusi komersial periode Oktober 2020-Januari 2021 sebesar 25% dari nilai yang telah ditetapkan sebelumnya, dan dana tersebut akan diberikan ketika kompetisi berjalan.

Apabila kompetisi berjalan sesuai rencana, maka kontribusi komersial pada Februari-Juli 2021 akan diberikan penuh sesuai yang telah ditetapkan.

Terkait hal ini, General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengaku memahami keputusan PT LIB yang hanya memberikan kontribusi komersial sebesar 25 persen dari yang telah disepakati.

“Kami memahami alasan mereka soal besaran ini,” kata Ruddy Widodo.

“Kami mulanya berharap agar subsidi ini diberikan penuh. Namun, mereka tak bisa. Ya sudah, nggak apa-apa ketimbang tak ada sama sekali,” sambungnya.

Meski demikian, Rudy berharap agar subsidi diberikan . . . Gabung . . . setiap bulan sebelum kompetisi dilanjutkan, tanpa harus menunggu kompetisi berjalan terlebih dahulu.

“Kami ingin agar, kalau bisa, subsidi tetap diberikan tiap bulan,” ucap Ruddy.

Ruddy juga menambahkan, pihaknya tidak ingin menyalahkan siapa pun terkait hal ini karena saat ini semuanya adalah korban.

“Ini akibatnya jika dalam industri sepak bola tak ada ketidakpastian. Dampaknya paling utama adalah ke sponsor. Harus ada kepastian dalam industri ini,” jelas Ruddy.

“Mungkin, dengan segala hormat, pihak kepolisian bisa memberi kepastian bergulirnya kompetisi pada Februari 2021 mendatang. Jika ada surat bahwa kepolisian mengizinkan kompetisi bergulir lagi pada Februari mendatang, operator dan klub bisa memanfaatkannya untuk meminta pencairan dana ke sponsor. Kalau kondisinya seperti ini, siapa yang bisa menjamin?” tandasnya.

x

Check Also

Jelang Lawan PSM Makassar, Pelatih Arema FC : Mereka Lawan Yang Sulit

Malang – Arema FC akan menghadapi PSM Makassar pada pekan pertama BRI Liga 1 2021/22, ...