Home > Berita Bola > 4 Pemain Sepakbola Indonesia Yang Wafat Saat Masih Aktif Bermain

4 Pemain Sepakbola Indonesia Yang Wafat Saat Masih Aktif Bermain

Sepak bola Indonesia kembali berduka. Mantan kiper dari Persija Jakarta, Daryono, meninggal dunia pada usia 26 tahun, Senin (9/11/2020) pagi WIB.

Daryono kabarnya meninggal karena penyakit demam berdarah yang sudah dialami sejak Oktober 2020. Daryono sempat mendapat perawatan intensif pada RS Urip Sumoharjo, Bandar Lampung.

Atas permintaan keluarga, Daryono kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo Jakarta. Namun, kondisi dari Daryono sempat menurun hingga akhirnya ia pun meninggal dunia di ruangan ICU.

Daryono dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan menggunakan upacara militer, Senin (9/11/2020) siang WIB. Upacara dilakukan anggota Batalyon Infanteri 4 Marinir (Yonif 4 Mar) karena Daryono juga merupakan anggota TNI-AL berpangkat Sersan Satu (Sertu).

Sepanjang kariernya, Daryono hanya memperkuat dua klub, yakni Persija Jakarta dan Badak Lampung FC. Daryono menjadi bagian dari kesuksesan Persija meraih dua gelar pada 2018, yakni Liga 1 dan Piala Presiden.

Daryono menambah daftar panjang pesepak bola Indonesia yang meninggal saat masih aktif bermain. Ada yang meninggal karena riwayat penyakit hingga kelalaian di lapangan.

SatuPedia.com memilih empat nama pemain lainnya yang juga meninggal saat masih berusia muda dan aktif berkarier di pentas kompetisi sepak bola Indonesia.

Eri Irianto

Nasib nahas dialami gelandang Persebaya Surabaya, Eri Irianto. Sang pemain meninggal setelah sempat terpuruk dan jatuh di lapangan Stadion 10 November dalam laga melawan PSIM Yogyakarta, 3 April 2000.

Eri Irianto kolaps di lapangan diduga karena serangan jantung setelah berbenturan dengan Samson Noujine Kinge. Eri sempat dibawa ke RSUP Dr. Soetomo sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada usia 26 tahun.

Kematian Eri Irianto tentu sangat mengejutkan banyak pihak. Maklum, ketika itu Eri sedang berada di puncak kariernya sebagai pesepak bola setelah menjadi langganan di Timnas Indonesia dan menjadi bagian penting dalam skuat Persebaya.

Akli Fairuz

Striker Persiraja, Akli Fairuz mengalami luka dalam. Setelah menjalani perawatan sepekan, dia menghembuskan napas terakhir.

Peristiwa mengenaskan terjadi pada laga Divisi Utama antara Persiraja Banda Aceh melawan PSAP Sigli (10/5/2015). Kiper PSAP Sigli, Agus Rohman, ketika itu berusaha menjaga gawangnya dengan cara melepaskan tendangan ke arah perut bagian bawah Akli Fairuz.

Akibat tendangan itu, Akli tumbang dan mengerang . . . Gabung . . . kesakitan di dekat gawang PSAP. Sang pemain akhirnya dibawa ke Rmah Sakit Zainal Abidin untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Akli Fairuz sempat mendapatkan perawatan selama satu pekan di Rumah Sakit. Namun, nyawanya tidak terolong dan meninggal pada 15 Mei 2014 akibat luka pada bagian perut dan kantong kemih yang bocor.

Choirul Huda

Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Nasib tragis juga dialami kiper Persela Lamongan, Choirul Huda. Sang pemain meninggal dunia pada 15 Oktober 2017 setelah mengalami benturan saat bertanding.

Peristiwa itu bermula pada menit ke-44 laga antara Persela Lamongan kontra Semen Padang.

Choirul Huda berusaha mengamankan gawangnya dari ancaman pemain Semen Padang, Marcel Sacramento. Namun, kaki rekan setimnya, Ramos Rodrigues, sempat mengenai bagian dada dan rahang bawah Huda.

Sang kiper kemudian ambruk tak sadarkan diri. Huda sempat mendapatkan pertolongan pertama, tapi akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RSUD dr Soegiri, Lamongan pada pukul 16:45 WIB.

Alfin Lestaluhu

Pemain Timnas Indonesia U-16 merayakan gol yang dicetak oleh Alfin Lestaluhu ke gawang Filipina pada laga babak Kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di Stadion Madya, Jakarta, Senin (16/9/2019). Indonesia menang 4-0 atas Filipina. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Nasib tragis juga dialami Alfin Lestaluhu yang meninggal karena sakit. Pemain Timnas Indonesia U-16 itu meninggal setelah dinyatakan mengalami Encephalitis, yakni peradangan otak dan Hypoalbumin atau yang lebih dikenal sebagai kondisi rendahnya protein utama dalam darah yang diproduksi liver.

Awalnya, kondisi Alfin memburuk setelah gempa Ambon pada Kamis (26/9/2020) dan sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Ambon. Namun, kondisi sang pemain memburuk sehingga diputuskan untuk dirujuk ke Jakarta.

Selama mendapatkan penanganan di Jakarta, kondisi Alfin tak kunjung membaik. Alfin akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 31 Oktober 2019 pada usia 15 tahun.

x

Check Also

Prediksi Lazio vs Marseille,UEFA Legue 2021/22, 21 Oktober 2021

Jakarta – Pada matchday 3 Grup E UEFA  League atau Liga Europa 2021/22, akan mempertemukan ...