Home > Berita Liga Inggris > Sebelum Cavani, MU Pernah Gaet 9 Pemain Ini Dari Liga Prancis

Sebelum Cavani, MU Pernah Gaet 9 Pemain Ini Dari Liga Prancis

Manchester United cukup sering mendatangkan pemain asal Liga Prancis. Kompetisi satu ini memang dikenal sebagai salah satu kompetisi yang produktif memproduksi pemain-pemain berkelas, walau popularitasnya kalah jauh dibanding Liga Inggris.

Terakhir, Manchester United mendatangkan eks bintang PSG Edinson Cavani dengan status bebas transfer. Pemain berusia 33 tahun itu mencetak 200 gol dalam 201 penampilan selama tujuh tahun di Prancis sebelum meninggalkan tim Ligue 1 pada akhir 2019-2020.

Berikut ini sembilan yang direkrut United dari Ligue 1 di era Premier League:

Zlatan Ibrahimovic

Setelah menghabiskan empat tahun di PSG, Ibrahimovic bergabung dengan United dengan status bebas transfer. Banyak yang ragu sang striker bisa menaklukkan Liga Inggris yang cepat, mengingat Zlatan berusia 34 tahun saat merapat ke Old Trafford. Striker itu membuktikan kalau kritiknya salah, dengan mencetak 28 gol di semua kompetisi saat Setan Merah memenangkan Piala Liga dan Liga Europa pada 2016-17.

Ia menyumbang dua dari tiga trofi yang mereka menangkan sejak Sir Alex Ferguson pensiun. Sayang kariernya di Manchester United terhitung singkat karena hantaman cedera lutu. Setelah satu setengah musim berkostum Red Devils, Zlatan pergi ke LA Galaxy.

Anthony Martial

Martial adalah remaja yang relatif tidak dikenal saat United memutuskan untuk mengontraknya dari Monaco dengan mahar 36 juta poundsterling pada 2015. Dia segera mencapai status pahlawan dengan mencetak gol melawan Liverpool pada debutnya dan menunjukkan banyak janji selama musim pertamanya di Old Trafford.

Sempat kesulitan menemukan bentuk permainan terbaik di bawah Jose Mourinho, sang penyerang bangkit kembali di bawah Ole Gunnar Solskjaer dan mencetak 23 gol di semua kompetisi pada 2019-2020.

Radamel Falcao

Falcao bergabung dengan United dengan status pinjaman dari Monaco pada 2014 dengan reputasi sebagai salah satu striker terbaik di Eropa. Sayang di Old Trafford tapi gagal memenuhi ekspektasi. Pemain internasional Kolombia itu berjuang untuk beradaptasi dengan tuntutan sepak bola Inggris dan kariernya terhambat oleh masalah cedera. Ia hanya mencetak empat gol dalam 29 penampilan di semua kompetisi.

Gabriel Obertan

United mengontrak Obertan dari Bordeaux pada 2009 dan berharap dia akan menjadi Cristiano Ronaldo berikutnya, yang meninggalkan Setan Merah ke Real Madrid pada musim panas yang sama. Tapi harapan itu tidak tercapai. Sang winger hanya mencetak satu gol dalam 28 penampilan sebelum dilepas ke Newcastle United pada 2011.

Patrice Evra

Evra adalah bagian dari tim AS Monaco yang mencapai final Liga Champions 2004 dan menyelesaikan kepindahan dengan mahar murah meriah 5,5 juta poundsterling ke United pada Januari 2006. Pemain internasional Prancis mengalami awal yang sulit dalam kehidupan sepak bola Inggris. Ia diganti pada babak pertama pada debutnya melawan Manchester City.

“Perkenalan pertama saya dengan Sir Alex yang sebenarnya adalah debut saya melawan Manchester City,” kata Evra kepada The Guardian pada Agustus 2020.

“Pada paruh waktu dia memberikan pengering rambut selama satu menit kepada setiap pemain. Itu memakan waktu 15 menit. Pada akhirnya dia berkata kepada saya dalam lima detik, ‘Patrice, duduklah. Anda akan belajar bagaimana bermain di Inggris. ”

“Saya kesal dan merasa terbakar untuk membuktikan penilaian awal itu salah. ”

Tapi dia dengan cepat menemukan kakinya bersama Setan Merah untuk menjadi salah satu bek kiri terbaik di dunia, memenangkan lima gelar Liga Inggros dan Liga Champions di Old Trafford.

Gabriel Heinze

Heinze bergabung dengan United dari PSG pada 2004. Awalnya performa bek asal Argentina itu amat mengesankan. Ia memenangkan penghargaan Sir Matt Busby Player of the Year di musim debutnya. Heinze akhirnya kalah bersaing dengan Patrice Evra di pos bek sayap kiri. Sang pemain yang tidak puas hanya penghangat bangku cadangan pada musim keduanya memutuskan menerima pinangan Real Madrid.

Eric Djemba-Djemba

Manchester United mengontrak . . . Gabung . . . Djemba-Djemba dari Nantes pada 2003. Jangkar asal Kamerun itu dipersiapkan sebagai penerus kapten kharismatik, Roy Keane. Kenyataannya? Amsyong! Dua musim di Old Trafford ia hanya 20 main.

“Situasinya sulit. Saya berusia 22 tahun, saya datang dari Prancis dan langsung masuk ke tim yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Ada banyak tekanan, dan Roy Keane adalah pemain besar. Semua orang mendengarkannya. Pada awalnya bagus, saya memainkan pertandingan karena Keane cedera,” kata Djemba-Djemba kepada The Sun pada Maret 2020.

“Tapi saat dia kembali, itu sulit bagi saya. Terkadang saya bermain dengannya, terkadang dengan Paul Scholes atau dengan Darren Fletcher,” kata pemain yang sempat mencicipi Liga Indonesia dengan membela Persebaya Surabaya itu.

Fabien Barthez

Barthez bergabung dengan United dari Monaco pada 2000 saat Sir Alex Ferguson yang mencarifigur yang tepat untuk menggantikan Peter Schmeichel. Sang penjaga gawang ini memenangkan dua gelar Premier League selama empat tahun di Old Trafford tapi kehilangan tempatnya di tim setelah melakukan rangkaian blunder.

William Prunier

 

View this post on Instagram

 

A post shared by YourfootballBlog (@yourfootballblog) on

Prunier bergabung dengan United dengan status trial pada Desember 1995. Ia dipaksa masuk ke tim utama karena krisis cedera di pertahanan Setan Merah. Bek tengah melakukan debutnya melawan QPR, tapi kekalahan 1-4 melawan Tottenham di White Hart Lane membuat penampilan kedua jadi yang terakhirnya untuk klub.

x

Check Also

Romelu Lukaku Akan Dihadang Virgil van Dijk Saat Liverpool vs Chelsea Nanti

Liverpool – Pada akhir pekan ini dalam laga Premier League 2021/22 akan menyajikan pertandingan seru ...