Home > Liga 1 > Rapat Bareng Jokowi, Ketum PSSI Ungkap Pentingnya Kompetisi

Rapat Bareng Jokowi, Ketum PSSI Ungkap Pentingnya Kompetisi

Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan, membeberkan bagaimana pentingnya kompetisi dalam Rapat Terbatas (Ratas) membahas persiapan Piala Dunia U-20 2021, Selasa (20/10) pagi, yang diikuti oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Sebagaimana diketahui, nasib kompetisi Indonesia belum jelas karena terhambat izin dari kepolisian, yang menilai kondisi pandemi virus corona di Indonesia belum stabil, serta karena adanya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, pada Desember.

Padahal, kompetisi disebut Iriawan merupakan salah satu cara supaya Indonesia makin siap sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan. Adanya kompetisi berhubungan dengan program dari pelatih kepala timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong. Bagaimana pun, para pemain proyeksi timnas Indonesia U-19 dan U-20 tidak selalu bisa bersama di dalam pemusatan latihan (TC). Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 menjadi wadah mereka untuk tetap terasah dan ditempa, supaya lebih siap untuk timnas nantinya.

“Kalau dalam roadmap Shin Tae-yong ada check-in dan check-out, artinya saat TC selesai [pemain] kami kembalikan pemain ke klub. Kami harapkan klub ikut kompetisi,” kata Iriawan kepada peserta Ratas, yang dipimpin oleh Presiden Jokowi.

“Diharapkan pemain di klub Liga 1 dan Liga 2 performanya bisa dijaga. Kami berharap demikian, setelah kembali dari TC pemain bergabung dengan klubnya. Mudah-mudahan ini menjadi perhatian, kompetisi baik Liga 1 dan Liga 2 nantinya bisa bergulir,” katanya.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru . . . . . . (LIB) sedang berharap dan berusaha supaya kompetisi yang semestinya bergulir Oktober bisa dilaksanakan bulan depan. Walau, sampai sekarang belum ada sinyal dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kalau izin keramaian diberikan. Seluruh klub Liga 1 dan Liga 2 juga sudah berkomitmen ingin musim 2020 tetap ada dengan menerapkan protokol kesehatan, karena ini berhubungan dengan eksistensi sepakbola Indonesia, utamanya timnas.

“Khawatir kalau tidak ada kompetisi maka hilang satu program dari Shin Tae-yong,” kata Iriawan.

Saat ini timnas U-19 sedang berada di Kroasia untuk TC. Agenda itu sudah berlangsung sejak akhir September, dan diperkirakan selesai pada akhir Oktober. Setelahnya, timnas U-19 punya rencana untuk TC di Prancis, termasuk mengikuti Turnamen Toulon. Kalau kompetisi bisa dilanjutkan, PSSI dan LIB juga sudah membuat kebijakan untuk mendukung timnas di Piala Dunia U-20. Yaitu, mewajibkan seluruh klub Liga 1 untuk menyertakan pemain U-20 dalam skuad mereka pada setiap pertandingan (masuk daftar susunan pemain).

x

Check Also

Pemain Asal Aceh Kecewa Dengan Ketidakjelasan Liga 1 2020

Andri Muliadi, mantan pemain Persebaya Surabaya, memutuskan pulang kampung setelah klubnya, Borneo FC diliburkan. Pemain ...