Home > Berita Liga Indonesia > Persita Tangerang > Presiden Persita Menyebut Sepakbola di Indonesia Belum Jadi Industri

Presiden Persita Menyebut Sepakbola di Indonesia Belum Jadi Industri

Tangerang – Presiden Persita Tangerang, Ahmed Rully Zulfikar, menyebut sepak bola Indonesia belum menjadi industri sepenuhnya seperti persepakbolaan di Eropa.

Bahkan Rully mengungkapkan bahwa mengelola sepak bola di Indonesia tidak ada untungnya.

Namun demikian, Rully tetap bertekad membina pemain usia muda dan memberikan fasilitas bagi mereka berupa infrastruktur dan pengelolaan yang profesional seperti layaknya klub di Eropa.

“Bola nih gak ada untungnya, tapi kita harus bangun ini (fasilitas dan sebagainya),” kata Rully.

“Dengan itu (fasilitas dan pembinaan) dua atau tiga tahun ini kita bisa kurangi cost dan persaingan antar tim lebih sehat,” sambung Rully.

Rully menambahkan, Persita Tangerang tidak memasang target terlalu tinggi karena mereka lebih fokus kepada pembangunan infrastruktur dan pembinaan pemain muda.

“Saya gak punya target tinggi, kami realistis. Kami bangun dari bawah, infrastruktur dulu, baru naikin target secara perlahan untuk juara, tapi itu setelah infrastruktur beres,” ucap Rully.

“Kebanggaan kami adalah menghasilkan pemain, bukan membeli pemain yang bagus, . . . . . . jadi tidak perlu main bajak pemain. Kami rencana kontrak pemain muda jangkanya lima tahun, jika main bagus gaji naik tiap tahun 25 persen, pas umur 23 tahun baru kami bicarakan kontrak yang lebih profesional lagi,” pungkas Rully.

Sejumlah langkah strategis telah dilakukan Persita Tangerang untuk membangun tim sepak bola modern, seperti mengontrak atau mengambil alih pengelolaan Stadion Sport Center, membangun lapangan latihan, bekerja sama dengan SSB di Tangerang, menyiapkan bus untuk tim hingga menempatkan pemain baik lokal atau asing di apartemen sebagai pengganti mess.

x

Check Also

Persita Resmi Boyong Pemain Asing Asal Korea Selatan

Tangerang – Persita Tangerang resmi mendatangkan gelandang asing asal Korea Selatan, Bae Sin Yeong. Manajemen ...