Home > Berita Liga Italia > Pirlo Harus Gerak Cepat Jika Tak Ingin Juventus Digeser Milan

Pirlo Harus Gerak Cepat Jika Tak Ingin Juventus Digeser Milan

AC Milan dengan tren yang dimiliki saat ini berpotensi besar untuk merusak hegemoni Juventus di Liga Italia. Juventus dapat dikatakan sudah menancapkan dominasinya di Liga Italia dalam beberapa musim terakhir. Terbukti dalam sembilan musim terakhir, Juventus bisa menyabet gelar Liga Italia secara beruntun.
Klub terakhir yang mampu menjadi juara Liga Italia sebelum dominasi Juventus, ialah AC Milan di musim 2010/2011.

Selepas Rossoneri menjadi jawara di kompetisi elite Serie A pada musim itu, semenjak itulah dominasi klub asal Turin, Juventus terjadi. Sejumlah tim selalu berupaya untuk menjungkalkan hegemoni yang dimiliki Si Nyonya Tua. Tapi sampai musim lalu tidak ada yang berhasil.
Walau begitu, gelaran Liga Italia 2020/2021 menjadi peluang untuk tim lain mampu menghentikan dominasi Cristiano Ronaldo cs.

AC Milan menjadi tim paling depan yang memiliki kesempatan untuk melakukan hal itu. Bukannya tanpa alasan Rossoneri diklaim mampu menggoyang singgasana yang dimiliki Bianconeri. Tercatat, AC Milan menjadi satu-satunya tim yang mampu mengawali kampanye mereka di Serie A dengan sempurna.
Anak asuh Stefano Pioli membukukan empat pertandingan awal dengan streak kemenangan.

Zlatan Ibrahimovic cs mampu mengoleksi 12 poin dan sekarang berhak menduduki posisi puncak klasemen Liga Italia. Hasil yang kurang bagus justru dihasilkan oleh Juventus. Tim asuhan Andrea Pirlo dalam empat pertandingan awal di Liga Italia musim ini mengemas dua kemenangan, sekali imbang, sekali kekalahan.
Bahkan satu kemenangan yang dihasilkan oleh Juventus berkat WO atas Napoli akibat tim asal kota Naples itu tidak hadir ke pertandingan.

Tentu kondisi itu bukanlah catatan yang bagus bagi Juventus mengingat mereka juara bertahan sembilan kali . . . . . . beruntun. Dalam analisis yang dituliskan dalam Daily Mail, Andrea Pirlo wajib segera berbenah untuk kembali membawa Juventus kedalam track perlombaan juara. Sejauh ini Pirlo memang terkesan dilema dalam menyusun skema fomasi patennya untuk Juventus.
Telah terbukti dalam empat pertandingan terakhir mereka, Juventus elalu menggunakan formasi yang berbeda-beda. Andrea Pirlo memang mengusung gaya bermain yang agresif dengan tempo permainan yang tinggi.

Tapi kembali lagi, pemainnya membutuhkan waktu untuk memahami apa dan bagaimana permainan yang diinginkan oleh sang Allenatore. Pekerjaan rumah lainnya yang dimiliki oleh Pirlo ialah siapa yang akan menjadi duet untuk andalan lini depan Juventus. Sejauh ini Pirlo sudah banyak melakukan eksperimen.
Mulai menduetkan Pualo Dybala-Cristiano Ronaldo, Cristiano Ronaldo-Alvaro Morata maupun tridente anyar mereka yang meliputi Kulusevski-Morata-Chiesa.

Selain menentukan siapa yang menajdi skuat inti dari tim penyerangan mereka, Pirlo juga harus menetapkan siapa pemain yang akan menggalang lini tengahnya. Juventus memang memiliki banyak stok pemain kelas wahid. Malah dengan kondisi itu, Pirlo wajib mengambil keputusan siapa yang dinilai tepat dnegan gaya bermainnya.
Kalau Juventus tidak ingin kehilangan hegemoninya di Liga Italia, Andrea Pirlow ajib gerak cepat untuk menyelesaikan tumpukan pekerjaan rumahnya itu.

x

Check Also

Baru Pramusim, 3 Pemain Indisipliner Juventus Sudah Dibekukan

Musim 2021/22 belum lagi dimulai. Akan tetapi telah ada tiga pemain Juventus yang dilaporkan telah ...