Home > Liga 1 > Persib Terus Berusaha Jaga Mental Pemain Agar Tidak Drop

Persib Terus Berusaha Jaga Mental Pemain Agar Tidak Drop

Kompetisi Liga 1 2020 semestinya kembali diputar pada Oktober, tapi kembali mengalami penundaan karena tidak mendapat izin dari kepolisian. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) pun menundanya ke November. Sayangnya, menjelang berganti bulan, masih belum ada tanda bahwa kompetisi bisa dilaksanakan.

Kepolisian punya alasan kalau mereka ingin mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di beberapa daerah. Selain karena Pilkada, pandemi virus corona dinilai belum terkendali, sehingga belum dapat memberikan izin keramaian untuk kompetisi sepakbola. Hal ini jelas membuat klub merugi, dan pelatih pun kebingungan soal program.

Pelatih fisik Persib Bandung, Yaya Sunarya, menyebut situasi kompetisi tahun ini paling membingungkan. Hal itu ia ungkapkan pada program di Bobotalks di kanal Youtube resmi milik Persib.

“Sejak kompetisi dimulai pada Februari, kemudian berhenti Maret karena pandemi, ada indikasi akan mulai lagi bulan Juli. Tapi ternyata sampai sekarang belum juga berlanjut,” kata Yaya, yang sudah gabung Persib sejak 2013.

Walau begitu, tim pelatih yang dipimpin Robert Alberts terus mencari cara untuk menjaga kesiapan dari tim, termasuk menjaga mental pemain supaya tidak drop.

“Kami terus berusaha me-manage semuanya,” kata Yaya.

Dengan ketidakjelasan situasi seperti saat ini, tentu sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap mental dan mood pemain dalam menjalani latihan. Persib pun . . . . . . memangkas jadwal latihan mereka, jadi hanya tiga kali dalam satu pekan. Saat klub, PSSI dan LIB bersepakat kalau sepakbola harus tetap eksis dan seluruh klub berkomitmen kalau musim ini harus berlanjut, para pemain Persib sempat antusias.

Sayang, belum 24 jam, deklarasi klub sudah dimentahkan. Kepolisian tetap kukuh kalau tidak akan memberikan izin sampai setidaknya Desember, saat Pilkada dilaksanakan. Padahal seluruh klub sudah mengatakan siap dan tidak masalah kalau kompetisi dimulai kembali November.

“Waktu itu, kami juga mengikuti kabarnya di Instagram. Saya pribadi kecewa. Pastinya semua pemain kecewa. Di grup WhatsApp juga jadi rame, wah ini bagaimana?” kata kiper Persib, Dhika Bayangkara.

“Untuk menjaga motivasi, harus terus latihan. Terus juga tidak berlarut dalam kekecewaan. Ya sudah, sekarang hikmahnya jadi banyak waktu bersama keluarga,” kata mantan penjaga gawang TIRA Persikabo itu.

x

Check Also

Pemain Asal Aceh Kecewa Dengan Ketidakjelasan Liga 1 2020

Andri Muliadi, mantan pemain Persebaya Surabaya, memutuskan pulang kampung setelah klubnya, Borneo FC diliburkan. Pemain ...