Home > Berita Liga Inggris > Manchester United > Performa Buruk MU Dibanjiri Kritikan Para Mantan

Performa Buruk MU Dibanjiri Kritikan Para Mantan

Performa Manchester United di awal musim 2020/2021 masih mengecewakan. Dari tiga pertandingan di Premier League, Setan Merah sudah menelan dua kekalahan. Paul Pogba dan kawan-kawan kalah dari Crsyatl Palace dan Tottenham. Dua kekalahan itu menjadi sorotan besar karena terjadi saat United bermain di Old Trafford.

United bahkan kalah 1-6 dari Tottenham. Nasib MU makin disorot karena pergerakan di bursa transfer musim panas jauh dari mengesankan. Mereka memang mendatangkan lima pemain, tapi kabarnya tidak ada satu pun yang merupakan pilihan utama sang manajer, Ole Gunnar Solskjaer.

Manchester United bahkan terkesan melakukan pembelian panik karena empat pemain didatangkan pada hari terakhir bursa transfer, yaitu Edison Cavani, Alex Telles, Facundo Pellistri, dan Amad Traore. Satu pemain yang lebih dulu dibawa adalah Donny van de Beek. Performa Manchester United tidak lepas dari sorotan para legenda-legenda klub.

Berikut ini kata-kata bernada kemarahan para legenda terkait performa buruk Setan Merah musim ini.

Gary Neville

Gary Neville

Legenda Manchester United, Gary Neville, beberapa kali mengkritik mantan klubnya, salah satunya tentang kebijakan transfer yang kacau. Terbaru, Neville juga melontarkan kritikan pedas saat MU dibantai Tottenham Hotspur di Liga Inggris, Minggu (4/10/2020). Mantan kapten MU itu menilai performa tim menyedihkan saat kalah dari Tottenham.

Neville juga menyebut pertahanan Setan Merah berantakan pada musim ini. Pada pertandingan melawan Tottenham, MU menurunkan duo Eric Bailly dan Harry Maguire di posisi bek tengah. Neville melihat pertahanan Setan Merah benar-benar kacau.

“Yang menakutkan adalah empat atau lima peluang yang dimiliki Tottenham secara berurutan saat skor 2-1,” kata Neville, seperti dilansir Sky Sports.

“Manchester United benar-benar babak belur. Saat itu mereka sedang terancam, dan itu terjadi dengan 11 orang. Spurs memiliki peluang cepat, mereka berada di semua tempat,” kata Neville.

Rio Ferdinand

Rio Ferdinand

Ketidakpuasan atas kinerja Manchester United juga dilontarkan oleh mantan beknya, Rio Ferdinand. Ia mengaku frustrasi dengan kebijakan transfer MU yang kalah dengan klub-klub lainnya. Seperti diketahui MU mendatangkan lima pemain pada musim panas ini, empat di antaranya baru diumumkan pada hari terakhir bursa transfer. Menurut kabar yang beredar, dari lima pemain itu tidak ada satu pun yang merupakan target utama sang manajer, Ole Gunnar Solskjaer.

“Hal yang paling membuat frustasi fans MU adalah kami menyadari siapa target mereka, itulah elemen yang membuat frustasi,” kata Ferdinand tentang transfer MU, seperti dilansir The Sun.

“MU . . . Gabung . . . sangat pasif di bursa transfer, saya sangat mengkhawatirkan kinerja Manchester United musim ini. Kondisi ini bisa membuyarkan pekerjaan musim lalu yang berakhir bagus.”

“Di posisi mana yang lebih Anda sukai? Saya lebih suka berada di posisi Frank Lampard. Ia dapat mendatangkan pemain yang diinginkan,” kata Ferdinand.

Roy Keane

Roy Keane

Kritikan tajam soal performa Manchester United musim ini juga datang dari sang mantan kapten, Roy Keane. Dia menyebut penampilan MU saat kalah telak dari Spurs memalukan. Keane juga menyebut Solskjaer bisa terancam ditendang dari posisinya.

“Performa melawan Spurs memalukan,” kata Keane kepada ITV, seperti dilansir ITV.

“Kami semua ada di sepak bola, kami semua pernah mengalami hari-hari buruk. Tapi saya rasa penampilan beberapa pemain mempermalukan lambang klub.”

“Pada akhirnya, saya pikir Ole akan kehilangan pekerjaannya. Dengan para pemain yang dia miliki saat ini, saya sudah mengatakannya sebelumnya, mereka melemparkan manajer sebelumnya [Mourinho] ke bawah bus dan mereka akan melakukan hal yang persis sama kepada Ole,” kata Keane.

Patrice Evra

Patrice Evra

Mantan bek Manchester United Patrice Evra mengecam mantan klub yang dinilai berantakan. Kritikan pedas itu dilontarkan Evra setelah MU dibantai Spurs 1-6. Salah satu kritikan Evra menyangkut kebijakan transfer Manchester United pada musim ini. Ia bersimpati kepada Solskjaer karena klub gagal membawa pemain bidikan di bursa transfer.

“Saya seorang yang positif, tapi saya tidak pernah ingin berbicara tentang United karena setiap kali Anda berbicara yang sebenarnya, itu bisa menyakitkan. Saya penuh semangat dan mencintai klub ini. Tapi saya tahu Anda harus punya filter saat berbicara di TV, tapi ini berantakan,” kata Evra kepada Sky Sports.

“Saya merasa sedih untuk manajer. Bagaimana dengan dewan pengurus? Ini sudah berapa tahun sejak Ferguson pergi? Berapa manajer telah dipecat?”

“Kami tahu ia ingin pemain seperti Jadon Sancho, tapi mereka tidak mencari harga yang tepat. Apa yang terjadi dengan klub saya? Saya sangat emosional. Sulit untuk mematahkan seorang pria seperti saya,” kata Evra.

x

Check Also

antonio conte

Legenda Manchester United Ini Ragukan Antonio Conte Mau Jadi Pelatih Di Old Trafford

Manchester- Manchester United gagal meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir mereka di Liga Inggris.MU kalah ...