Home > Berita Liga Indonesia > Persik Kediri > Pemain Persik Ungkap Suka Duka Bisnis Budidaya Bibit Lele

Pemain Persik Ungkap Suka Duka Bisnis Budidaya Bibit Lele

Kediri – Di tengah berhentinya kompetisi sepak bola akibat pandemi Covid-19, gaji para pemain bola juga dipotong hingga 50 persen lebih. Hal ini tentu saja berdampak besar bagi pemenuhan kebutuhan sehari-hari para pemain. Namun beruntung bagi pemain Persik Kediri, Yusuf Meilana, yang memiliki usaha sampingan berupa budidaya bibit lele.

Menurut penuturan Yusuf, usaha sampingan yang dia tekuni sejak 2018 lalu tersebut membantunya melewati situasi sulit di tengah Covid-19.

Sejak Liga 1 2020 dihentikan pada pertengahan Maret lalu akibat pandemi virus corona, Yusuf mengaku memiliki lebih banyak waktu untuk mengurusi bisnisnya.

Kini, usahanya itu ia jalani dengan dibantu oleh ibu dan adiknya, karena ia juga terkadang harus meninggalkan rumah untuk bergabung bersama tim Persik Kediri.

“Saya tentu tak bisa berkonsentrasi sama ternak ini (lele) terus,” kata Yusuf.

“Kalau lagi main atau bertanding ya ini masih dibantu ibu sama adik,” sambungnya.

Untuk sekali panen, Yusuf mengaku bisa mengantongi penghasilan hingga Rp 10 juta. Namun itu juga bergantung dari kondisi bibit yang ia hasilkan.

“Biasanya kalau sekali panen mungkin butuhkan waktu sekitar 45-60 hari. Kalau sekali panen total ada ratusan ribu bibit yang dijual dengan harga 100 rupiah per bibit,” jelasnya.

Namun demikian, usaha bibit lele Yusuf ini juga pernah mengalami kerugian saat ia harus membela Persik Kediri di Liga 2 2019.

Karena kesibukannya bersama klub, Yusuf tidak bisa . . . . . . mengurusi kolam miliknya sehingga tidak ada ikan yang bisa dipanen.

“Dulu waktu main di Liga 2, rumah saya tinggal, akhirnya tidak ada yang merawat,” tutur Yusuf.

“Saat itu sudah memasuki babak delapan besar dan main ke Palembang lama hingga beberapa minggu,” lanjutnya.

“Akhirnya empat kolam yang saya punya semuanya kosong dan tidak ada yang bisa di panen,” kata Yusuf.

Bagi Yusuf, usahanya ini bisa dipakainya sebagai jaminan hidupnya kelak saat tidak lagi menjadi pemain bola profesional.

“Setahu saya umur pemain sepakbola ini 30-40 tahun. Kalau tidak dari sekarang cari usaha seperti ini nanti akan rugi,” ujar Yusuf.

“Karena saat tak aktif main sepakbola tidak punya usaha atau pendapatan lagi. Mumpung masih muda dan punya banyak teman, jadi saya manfaatkan ini sebaik mungkin,” sambungnya.

“Pendapatan ini bukan hanya sekadar untuk tabungan saja, tapi sudah kayak gaji utama. Karena sulitnya masa pandemi Covid-19 ini juga berdampak semua sektor utamanya klub,” pungkasnya.

x

Check Also

Pelatih Persik Kediri Memastikan Ditundanya Kompetisi Tidak Mengganggu Program Latihan

Kediri – Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo, memastikan penundaan kompetisi Liga 1 2021/22 yang dilakukan ...