Home > Berita Liga Indonesia > Pelatih Persib Tegaskan Uang Bukanlah Segalanya di Sepakbola

Pelatih Persib Tegaskan Uang Bukanlah Segalanya di Sepakbola

Pandemi Covid-19 membuat kondisi ekonomi di banyak bidang terganggu, termasuk sepak bola. Tidak adanya pertandingan menyebabkan banyak klub di Indonesia tidak memiliki pendapatan. Akibatnya, klub-klub itu terpaksa memotong gaji pemain dan staf hingga 75 persen. Pemotongan gaji itu dialami oleh banyak pihak, tidak terkecuali pelatih Persib Bandung, Robert Alberts.

Juru taktik asal Belanda itu harus dipotong gajinya sampai 50 persen sesuai dengan ketentuan dari PSSI. Walau dipotong gajinya, Robert Alberts mengaku tidak merasa ada masalah apapun. Karena, dalam pandangan Robert, ada hal yang lebih penting selain uang yaitu profesionalitas dalam bekerja dan kenyamanan.

Sebagai pelatih Persib Bandung, Robert merasa bersyukur mendapat kepercayaan penuh dari pihak manajemen. Dia juga merasa senang karena melihat gairah masyarakat Bandung dalam mendukung tim kesayangannya. Oleh karena itu, Robert pun merasa bangga bisa mendapat kesempatan menangani klub sebesar Persib.

“Uang bukanlah segalanya. Bagi saya, merupakan sebuah kebanggaan bisa menjadi pelatih di Persib Bandung,” kata Robert.

“Kepercayaan penuh diberikan, dan budaya maupun masyarakat di Bandung juga . . . . . . membuat saya senang bisa tinggal di sini,” kata Robert.

Di sisi lain, mantan pelatih PSM Makassar itu juga memuji profesionalitas dari manajemen Maung Bandung. Karena sampai sekarang manajemen Persib selalu rutin membayarkan gaji pemain dan staf di tengah ketidakjelasan kompetisi. Hal itulah yang membuat Supardi Nasir dkk masih bersemangat menjalani latihan bersama-sama.

“Tidak ada pengaruh, kami tetap dibayar sebesar 50 persen sesuai dengan peraturan yang dibuat PSSI, dan klub kami juga profesional,” kata Robert.

“Manajemen kami memiliki sikap yang profesional untuk menyikapi itu.”

“Karena itu kami juga tetap berlatih, jadi semua tetap normal,” katanya.

x

Check Also

Laga Final Liga 3 DIY 2021 Ricuh, Hakim Garis Dipukul

Sleman – Insiden memalukan datang dari laga final Liga 3 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) antara ...