Home > Berita Liga Indonesia > Madura United > Pelatih Madura United Kesal Aktifitas Sepakbola di Indonesia Masih Dilarang

Pelatih Madura United Kesal Aktifitas Sepakbola di Indonesia Masih Dilarang

Bangkalan – Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, mengaku kesal karena aktifitas sepak bola di Indonesia masih tidak diizinkan meskipun sudah menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.

Pelatih yang lebih akrab disapa RD ini tidak bisa membendung rasa kecewanya karena latihan bersama yang dilakukan Madura United dan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (21/10/2020), dihentikan mendadak oleh pihak keamanan.

Laga uji coba antara tim Singo Edan dan Laskar Sape Kerrab ini dihentikan secara mendadak pada menit ke-75.

RD mengaku heran karena laga digelar secara tertutup dan telah menerapkan protokol kesehatan yang tinggi.

“Saya rasa sulit buat kami kalau terus seperti ini. Kami latihan bareng tanpa penonton pun kok seperti apa sih?” kata Rahmad Darmawan.

“Ada masalah apa? Saya kok tidak ngerti, terus mau seperti apa?” tanya RD kecewa.

RD kemudian membandingan dengan pekerja pabrik yang saat ini telah diperbolehkan masuk kembali dan beroperasi.

“Kalau orang mau bangun sepak bola juga sama dengan profesi yang lain,” ucap RD.

“Loh yang kerja di pabrik saja setiap hari masuk kerja ada ratusan orang di dalam satu ruangan, menurut saya tidak ada masalah itu,” lanjutnya.

“Ini kami mau main bola, Kami semua melakukan swab test. Protokol kesehatan . . . . . . kami patuhi. Malah profesi lain mungkin tidak melakukan, tapi kami kok dilarang?” tuturnya.

Sementara itu, General Manager Arema FC, Ruddy Widodo menjelaskan, penghentian laga terjadi karena adanya miskomunikasi dan koordinasi dengan pihak keamanan.

Apalagi menurut Ruddy saat itu stadion sudah semakin gelap karena mendung dan tidak ada lampu penerangan.

“Sejujurnya, kami juga tidak mungkin pasang lampu. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak stadion kalau pasang lampu nanti cost lagi,” kata Ruddy.

“Padahal, ini kan cuma latihan biasa, jadi ya memang selesainya cuma sampai jam 17.00 saja karena mendung. Mungkin kalau terang bisa lanjut,” sambung Ruddy.

“Saya memang minta sama wasit jika memang jam 17.00 masih terang, ya silakan dilanjutkan. Namun, kalau tidak (gelap), tidak usah dilanjutkan karena lampu ini tidak mungkin nyala,” katanya.

x

Check Also

Meski Raih Kemenangan Perdana, Pelatih Madura United Sebut Timnya Pelu Diperbaiki

Jakarta – Madura United akhirnya berhasil meraih kemenangan perdana mereka di kompetisi BRI Liga 1 ...