Home > Berita Liga Inggris > MU Imbang Lawan Chelsea, Patrice Evra : “Membosankan”

MU Imbang Lawan Chelsea, Patrice Evra : “Membosankan”

Liga Inggris 2020/21 pekan keenam menampilkan pertandingan big match antara Manchester United vs Chelsea. Harapan besar akan permainan indah dan menyerang pun menyertai pertandingan ini. Sayang, harapan itu sirna sejak menit pertama. Sebelum pertandingan Man United vs Chelsea dimulai, pecinta sepak bola di seluruh dunia disuguhkan dengan duel El Clasico antara Barcelona vs Real Madrid.

Pada duel El Clasico ini, dahaga pecinta sepak bola melihat permainan cepat nan ciamik sedikit terpuaskan dengan penampilan kedua tim. Hasilnya pun terlihat dari 2 gol cepat kedua tim di 10 menit awal pertandingan dan hasil akhir yang dimenangkan El Real dengan skor 3-1. Seakan tidak begitu puas dengan apa yang dilihat di pertandingan El Clasico, pecinta sepak bola pun berharap big match pada pertandingan Man United vs Chelsea akan berjalan lebih menarik dan dihujani dengan gol-gol berkelas dari kedua tim.

Sayangnya, harapan itu hanya jadi mimpi belaka. Pertandingan big match Man United vs Chelsea yang dinanti-nanti malah berjalan monoton dan cenderung membosankan. Baik Man United dan Chelsea terlihat seakan tidak mengincar kemenangan, melainkan menargetkan agar mereka tidak tumbang dari lawannya. Pasalnya, kedua tim kelihatan bermain aman dan defensif. Monotonnya pertandingan terlihat sejak menit pertama di mulai.

Tidak banyak serangan berarti dari kedua tim. Bahkan bola yang bergulir terbilang jarang mengancam gawang lawan. Ungkapan kalau Man United dan Chelsea tidak ingin menang dan hanya tidak ingin tumbang pun terlihat dari xG (Expected Goals) kedua tim. Setan Merah yang paling banyak membuat peluang di pertandingan ini hanya memiliki rataan 0,73 peluang dan The Blues hanya memiliki rataan 0,25 peluang.

Bahkan parahnya, dengan lini tengah dan lini depan yang mumpuni dari kedua tim, pemain paling menonjol di pertandingan ini malah adalah kedua bek masing-masing tim yakni Thiago Silva dan Victor Lindelof. Permainan pragmatis yang diterapkan Ole Gunnar Solskjaer dan Frank Lampard selaku kedua pelatih pun seakan merusak pesona ‘Big Match’ dan jati diri Manchester United serta Chelsea sebagai tim dengan nama besar di Liga Inggris.

Mantan pemain Man United, Patrice Evra, yang menjadi pundit di pertandingan ini menyebut kalau pertandingan ini bukan lagi pertandingan besar seperti saat dirinya masih aktif bermain bagi The Red Devils.

“Tentu saja itu pertandingan yang membosankan. Anda tidak bisa katakan pertandingan ini (Man United vs Chelsea) adalah pertandingan besar lagi. Kedua tim tidak bertarung untuk gelar,” kata Evra.

Apa . . . . . . yang dikatakan Evra sejatinya merupakan kritikan tajam untuk Solskjaer dan Lampard sendiri. Sebagai pelatih, keduanya malah terkesan tidak membawa kemajuan untuk timnya bersaing di papan atas memperebutkan gelar layaknya saat keduanya berstatus pemain. Tentu pecinta sepak bola tidak lupa tahun 2004 hingga 2010. Dalam rentang waktu 6 tahun itu, baik Man United dan Chelsea selalu bersaing memperebutkan gelar di setiap pertandingan yang mereka jalani.

Tak pelak kedua tim sering menempati posisi 1 dan 2 di klasemen akhir. Secara bergantian, kedua tim bahkan menunjukkan kedigdayaannya setiap musim di mana dalam rentang tahun itu, Man United dan Chelsea bisa menjuarai Liga Inggris sebanyak 3 kali. Di rentang tahun itu, Solskjaer dan Lampard merupakan pemain dan pilar di balik kejayaan Man United dan Chelsea. Saat keduanya menjadi pelatih untuk tim masing-masing, keduanya pun terkesan membuat timnya lupa akan jati dirinya sebagai tim besar yang selalu bersaing memperebutkan gelar.

Ironisnya lagi, baik Solskjaer dan Lampard sudah menghabiskan uang klub yang mereka latih sekarang sampai lebih dari 200 juta poundsterling sejauh ini. Entah karena status keduanya sebagai legenda, besarnya uang yang dikeluarkan tidak dibarengi dengan besarnya ekspektasi untuk meraih gelar seperti para pendahulunya.

Seharusnya, dengan gelontoran dana itu, kedua pelatih ini diharapkan bisa mengembalikan kejayaan kedua tim. Tapi apa daya. Untuk memenangkan pertandingan yang berjalan 90 menit saja terkesan tidak mau, apalagi membawa timnya memenangkan gelar di akhir musim? Apa yang ditampilkan di pertandingan Man United vs Chelsea (24/10/20) malam WIB tadi dan kritik yang dilancarkan Evra pasca pertandingan seharusnya menjadi cermin besar bagi Solskjaer dan Lampard untuk berbenah dan kembali membangkitkan jati diri timnya sebagai tim besar Inggris.

Patut dinantikan langkah apa yang akan diambil Ole Gunnar Solskjaer dan Frank Lampard di sisa musim 2020/21. 1 hal yang pasti, sorotan tajam sekarang mengarah kepada 2 legenda ini. Setidaknya hal itu bisa dilihat dari tagar #OleOut dan #LampardOut yang digaungkan netizen di dunia maya.

 

x

Check Also

Delapan Pemain Brasil Terancam Tidak Bisa Bermain di Liga Inggris Selama Dua Pekan

Jakarta – Buntut perseteruan antara Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) dan beberapa klub Liga Inggris ...