Home > Berita Liga Prancis > PSG > Menyedihkan, Herrera Sejatinya Tak Ingin Tinggalkan MU

Menyedihkan, Herrera Sejatinya Tak Ingin Tinggalkan MU

Manchester – Ander Herrera mengungkap fakta di balik hengkangnya dari Manchester United musim lalu. Kisahnya memang menyedihkan, bahwa MU sebagai klub dinilai telah mengabaikan kontribusi pemain.

Pertama-tama, Herrera menyampaikan bahwa ia sejatinya tidak ingin meninggalkan MU, dia sudah jatuh cinta pada Setan Merah. Sebenarnya ia berharap mendapat kontrak baru, yang ternyata tak kunjung ada.

“Niat saya bukanlah meninggalkan klub dan saat itu saya merasa bahagia di sana [MU] — sama bahagianya dengan saya sekarang di sini [PSG],” buka Herrera kepada The Telegraph.

“Ini bukan rahasia. Saya bernegosiasi untuk kontrak baru lebih dari satu tahun dan saya berharap lebih dari para petinggi setelah musim ketiga saya, ketika saya terpilih jadi player of the year.”

“Mereka tidak mendatangi saya musim panas itu, bahkan mereka tidak menelepon saya. Dan itu sangat menyakitkan bagi saya sebab saya merasa telah memberikan segalanya,” imbuhnya.

Herrera menyampaikan cerita tersebut bukan bermaksud untuk memojokkan MU, dia masih menaruh respek tinggi. Walau begitu, kekecewaannya terhadap sikap klub adalah satu hal yang tidak bisa diabaikan.

“Meski begitu, saya menaruh respek tinggi terhadap Ed Woodward, respek tinggi terhadap para petinggi. Mereka selalu memperlakukan saya dengan baik,” . . . . . . sambung Herrera.

“Saya tahu mereka menginginkan yang terbaik untuk MU, tapi dalam sepak bola, dalam hidup, dan dalam perusahaan apa pun di seluruh dunia, terkadang pola pikir Anda tidak sama, dan saya menghargai itu.”

Harapan Herrera hanya satu: menerima kontrak baru usai membuktikan diri sebagai player of the year.

Namun kontrak yang diharapkan tak pernah ada, padahal saat itu dia merasa telah jadi bagian penting dalam tim dan klub. Herrera kecewa, walau masih sebatas hubungan profesional.

“Saya ingin memastikan bahwa tidak ada masalah personal sama sekali. Begitulah hidup,” lanjut Herrera.

“Namun, benar bahwa setelah musim ketiga saya ketika jadi pemain terbaik, ketika saya mendapatkan respek dan cinta dari fans, saya tidak merasakan cinta itu dari klub,” tutupnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Ternyata Sebelum Jadi klub Kaya Raya, PSG Sudah Dibela Pemain-Pemain Hebat

Jakata – Pada 2011 lalu, kepemilikan Paris Saint-Germain (PSG) beralih menjadi milik Qatar Sports Investments ...