Home > Berita Liga Indonesia > Liga 1 Masih Buram, 5 Pemain Muda Ini Kehilangan Kans Unjuk Kemampuan

Liga 1 Masih Buram, 5 Pemain Muda Ini Kehilangan Kans Unjuk Kemampuan

 

Shopee Liga 1 musim ini masih mati suri. Bahkan, nyaris kolaps. Sampai saat ini, tidak ada jawaban yang pasti dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Kelanjutan kompetisi semakin tidak jelas. Baru juga menggulirkan tiga pertandingan, Shopee Liga 1 terpaksa dihentikan pada Maret 2020. Pandemi COVID-19 menjadi penyebabnya. Enam bulan vakum, PSSI dan PT LIB berencana melanjutkan kompetisi pada 1 September 2020.
Tapi, keinginan kedua belah pihak bertepuk sebelah tangan. Karena, kepolisian tidak merestui.

PSSI dan PT LIB masih kukuh untuk melanjutkan kompetisi. Entah pada November, Desember 2020 bahkan Januari 2021. Seluruh peserta pun begitu. Sebanyak 18 kontestan kompak sepakat untuk setia menanti Shopee Liga 1. Saat kompetisi berhenti, Persib Bandung sedang memimpin. Pangeran Biru, julukannya, menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan. Febri Hariyadi dkk. unggul dua angka dari pesaing terdekatnya, Bali United.
Seluruh elemen kompetisi terdampak dari penangguhan Shopee Liga 1. Begitu juga untuk para pemain muda. Mereka, yang mulai mendapatkan kepercayaan dari klubnya di tengah dominasi pemain senior, kehilangan pentasnya akibat penghentian kompetisi.

Gunansar Mandowen (Persipura Jayapura)

Aksi gemilang Gunansar Mandowen di Shopee Liga 1 terpaksa terhenti karena penangguhan ini. Padahal, winger berusia 19 tahun itu tengah menikmati puncak penampilannya bersama Persipura Jayapura. Gunansar selalu dipercaya oleh pelatih Jacksen Tiago dalam tiga pertandingan Persipura, dengan satu di antaranya sebagai starter. Hasilnya, mantan pemain Timnas Indonesia U-19 ini bisa membukukan satu gol.
Di tengah ketatnya persaingan lini depan Persipura, Gunansar masih mampu menyodok. Bersama Todd Ferre, keduanya bergantian melayani Boaz Solossa.

Alfeandra Dewangga (PSIS Semarang)

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Ungkapan itu cocok disematkan kepada Alfeandra Dewangga. Pada musim pertamanya sebagai pemain profesional, Dewangga belum dapat memamerkan aksinya. Pasalnya, kompetisi dihentikan saat ia baru dua kali bertanding. Saat kompetisi vakum, Dewangga dipanggil Timnas Indonesia U-19. Sial baginya, bek berusia 19 tahun itu dicoret menjelang pemusatan latihan ke Kroasia.
Dewangga adalah satu di antara bek belia berprospek cerah. . . . . . . Namanya mulai dikenal saat menjadi andalan Timnas Indonesia U-16 periode 2017-2018.

Rizky Eka Pratama (PSM Makassar)

Nama Rizky Eka Pratama telah menjadi bahan pembicaraan sejak musim lalu. Winger berusia 20 tahun itu berhasil mengukir 22 penampilan bersama PSM Makassar. Hasilnya, Rizky Eka dipanggil pelatih Shin Tae-yong ke pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 pada Februari 2020. Di musim ini, jam terbang Rizky Eka masih minim. Dari tiga pertandingan PSM, ia baru mencatatkan sekali penampilan dengan tiga menit bermain.
Kedatangan Yakob Sayuri ke PSM juga membuat jatah bermain Rizky Eka tereduksi. Tapi, pemain berusia 20 tahun ini diyakini akan kembali meledak di musim ini sebelum kompetisi vakum.

Hambali Tolib (Persebaya Surabaya)

Keputusan Hambali Tolib meninggalkan Persela Lamongan untuk pindah ke Persebaya Surabaya terbukti tepat. Di usianya yang masih sangat muda, pemain berumur 20 tahun ini telah mampu merebut kepercayaan pelatih Aji Santoso. Dari dua pertandingan Persebaya, Hambali tampil pada satu pertandingan di antaranya. Dia dimainkan saat Persebaya diimbangi Persik Kediri 1-1 untuk menemani Makan Konate di lini tengah.

Kahar Muzakkar (Barito Putera)

Nama Kahar Muzakkar masih awam untuk sepak bola Indonesia. Bergabung dengan Barito Putera pada 2019, penyerang berusia 21 tahun itu baru diberikan kepercayaan tampil pada tahun ini. Sejauh ini, kontribusi Kahar di musim pertamanya bersama Barito Putera sangat efektif. Dia mampu mengukir satu gol dari total 25 menit bermainnya di Shopee Liga 1. Gol pertama Kahar untuk Barito Putera ini datang saat timnya kalah 1-2 dari Bali United.
Pada pertandingan itu, ia bermain pada menit ke-81 menggantikan Yasir Pinto.

x

Check Also

Laga Final Liga 3 DIY 2021 Ricuh, Hakim Garis Dipukul

Sleman – Insiden memalukan datang dari laga final Liga 3 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) antara ...