Home > Berita Liga Indonesia > Liga 1 Diundur Hingga Awal Tahun Depan, Bek Gaek PSM Tak Masalah

Liga 1 Diundur Hingga Awal Tahun Depan, Bek Gaek PSM Tak Masalah

Bek senior PSM Makassar, Zulkifli Syukur, mengaku tidak mempermasalahkan keputusan Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang menunda seluruh kompetisi, yaitu Shopee Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 sampai awal tahun depan. Zulkifli menilai kompetisi lebih baik kembali diadakan dari awal pada 2021. Tapi sebagai pemain, mantan kapten Timnas Indonesia itu hanya menunggu langkah PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.

“Secara pribadi, saya beranggapan lebih baik kompetisi dimulai lagi dari awal. Tapi, kalau PSSI dan PT LIB punya rencana lain juga tidak masalah. Karena mereka yang paling berwenang memutuskan nasib kompetisi sepakbola Indonesia,” kata Zulkifli.

Menurut Zulkifli, bisa jadi kompetisi 2020 dilanjutkan dengan format berbeda untuk mengejar waktu yang mepet jelang Piala Dunia U-20. Karena tentu tidak mudah menuntaskan kompetisi dalam durasi tiga bulan bila memakai format normal. Apalagi, musim 2020, setiap klub baru memainkan tiga partai.

“Apa pun formatnya nanti semuanya sah-sah saja. Sebagai pemain, kami hanya menunggu keputusan PSSI dan PT LIB saja,” tegas Zulkifli.

Sebagai rujukan di Malaysia, memakai sistem satu putaran untuk menentukan juara Liga dan kemudian dilanjutan dengan Piala Malaysia. Adapun di Timor Leste, otoritas sepak bola di negara tetangga itu menerapkan sistem turnamen serta mengadakan Copa 12, ajang yang mempertemukan klub kasta teratas melawan level kedua liga. Sebagai penutup musim 2020, diadakan Super Copa, yaitu juara Copa FFTL 2020 verus kampiun Copa 12.
Andai Liga 1 2020 dilanjutkan awal tahun depan, Zulkifli juga tidak mempermasalahkan kalau PSSI dan PT LIB memulai kompetisi baru setelah pegelaran Piala Dunia U-20.

“Malah lebih baik lagi, karena jeda kompetisi juga tidak lama,” terang Zulkifli.

Di lain pihak, Zulkifli mengungkapkan manajemen PSM Makassar belum menghubungi para pemain terkait keputusan Exco PSSI yang kembali menunda kompetisi.

“Sampai sekarang belum ada komunikasi dengan manejemen PSM. Saat ini, kami lebih fokus menjalankan program latihan mandiri yang diberikan tim pelatih,” kata Zulkifli.

Pada kesempatan itu, Zulkifli mengapresiasi langkah manajemen PSM yang ingin menjadikan Stadion Gelora Mandiri Pare Pare sebagai markas sementara, karena Stadion Andi Mattalatta Mattoangin sedang di renovasi total.

“Saya yakin manajemen akan membuat langkah terbaik buat tim. Mereka tentu lebih tahu standar kelayakan sebuah stadion yang akan dipakai untuk mengadakan pertandingan Liga 1,” kata Zulkifli.

Andai Stadion Gelora Mandiri bisa digunakan PSM sebagai markas, tentu lebih menguntungkan. Tidak hanya buat tim, tapi juga suporter yang selama ini menginginkan PSM tetap bertahan di Sulawesi Selatan.

“Kalau di Pare Pare, tentu memudahkan suporter mendukung langsung PSM karena jaraknya tidak jauh dari Makassar,” kata Zulkifli.

Sebelumnya, pada musim 2014, PSM pernah berstatus sebagai tim musafir di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Mereka bermarkas di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya karena Stadion Andi Mattalatta Mattoangin tidak lolos verifikasi.

x

Check Also

Persija Buka Suara Soal Sejumlah Pemain Pilarnya Diminati Klub Luar Negeri

Sejumlah pemain andalan Persija Jakarta digadang-gadang masuk dalam radar incaran klub luar negeri. Mereka adalah ...