Home > Berita Liga Inggris > Legenda MU Sanjung Performa Thiago Silva di Chelsea

Legenda MU Sanjung Performa Thiago Silva di Chelsea

Usia hanyalah angka. Frasa itu seakan menggambarkan betapa hebatnya performa Thiago Silva di usianya yang sekarang 36 tahun saat mengawal gawang Chelsea saat berhadapan dengan Manchester United (24/10/20) WIB. Pertandingan Man United vs Chelsea merupakan pertandingan besar yang diyakini akan menampilkan permainan cepat, keras dan penuh drama.

Sayang, keinginan pecinta sepak bola melihat pertandingan kelas dunia yang berisikan drama dan strategi menawan harus pupus begitu saja, setidaknya terlihat sejak peluit dimulainya pertandingan dibunyikan. Selama 90 menit pertandingan, kedua tim cenderung bermain pasif. Hal ini terlihat dari tidak banyaknya peluang matang yang tercipta dari kedua tim.

Bahkan secara statistk xG (Expected Goals), Man United hanya bisa menciptakan 0,73 peluang matang per 90 menit. Sedangkan Chelsea hanya memiliki 0,25 peluang matang per 90 menit. Buruknya permainan kedua tim pun seakan menghapus fakta kalau Man United dan Chelsea merupakan tim papan atas Liga Inggris. Karena, apa yang mereka tampilkan di pertandingan ini bak pertandingan tim papan tengah atau tim papan bawah.

Tak pelak, Patrice Evra selaku pundit di pertandingan ini mengaku bosan dengan pertandingan yang ditampilkan kedua tim. Tidak adanya peluang matang dan keinginan untuk menang menghancurkan status ‘Big Match’ antara kedua tim.

“Tentu saja itu pertandingan yang membosankan. Anda tidak bisa katakan pertandingan ini (Man United vs Chelsea) adalah pertandingan besar lagi. Kedua tim tidak bertarung untuk gelar,” kata Evra.

Permainan bertahan yang ditampilkan Man United dan Chelsea pun tidak selamanya buruk. Karena, permainan defensif ini memunculkan performa menawan dari para pemain belakang yang selama ini terabaikan oleh pecinta sepak bola. Evra mengakui kalau hanya Thiago Silva (Chelsea) dan Victor Lindelof (Man United) yang menjadi bintang di pertandingan ini. Keduanya secara solid menampilkan performa bagus dalam mengawal gawangnya agar tidak kebobolan.

“Pemain terbaik di Chelsea adalah Thiago Silva dan pemain terbaik di Manchester United adalah Victor Lindelof. Itu tidak cukup dari kedua tim,” kata Evra.

Lindelof yang sebelumnya menjadi sorotan karena sering melakukan kesalahan secara perkasa mampu mengorganisir lini pertahanan Setan Merah dan membuat para pemain depan Chelsea nampak kikuk. Tapi, apa yang ditampilkan Lindelof sejatinya tidak begitu hebat. Karena, Chelsea tidak banyak membuat peluang dan tidak banyak mengancam gawang David . . . . . . De Gea.

Kalau berbicara bek terbaik di pertandingan ini, tentunya kredit harus diberikan kepada Thiago Silva. Di usia 36 tahun, ia tetap tampil prima dan kelihatan solid menghadapi gempuran Man United sepanjang 90 menit. Thiago Silva secara perkasa bisa menghentikan setiap alur serangan Man United yang memang tampil dominan dalam membuat peluang di lini pertahanan Chelsea.

Secara statistik, sepanjang 90 menit pertandingan, Thiago Silva bisa menjadi pemimpin alur serangan Chelsea dari lini belakang. Hal ini terlihat dari 95 sentuhan yang ia buat sepanjang pertandingan. Kemampuannya menjadi pembuka alur serangan Chelsea dari belakang pun terlihat dari 82 umpan yang ia buat dimana akurasi umpannya mencapai 94 persen. Catatan ini sebagai gambaran kalau dirinya berkontribusi dalam membangun serangan The Blues.

Dalam urusan bertahan, Thiago Silva mampu membuat Marcus Rashford dan mantan rekannya, Edinson Cavani, mati kutu dengan 6 sapuan, 2 intersep, dan 2 blok. Bahkan catatan itu diperindah dengan fakta kalau sepanjang 90 menit Thiago Silva tidak pernah membuat pelanggaran dan tidak ada satupun pemain Man United yang mampu melewatinya dengan bola.

Apa yang ia tampilkan ini seakan membungkam kritik yang mengalir kepadanya saat Thiago Silva didatangkan Chelsea secara gratis pada musim panas 2020. Kritikan itu seperti yang diberikan oleh mantan pemain Chelsa, Craig Burley. Pria asal Skotlandia ini meremehkan Thiago Silva dan menyebut pemain asal Brasil ini membutuhkan masker oksigen untuk bermain di Liga Inggris.

“Thiago Silva akan membutuhkan masker oksigen karena hanya N’Golo Kante saja yang memiliki kualitas untuk bertahan,” kata Craig Burley dikutip dari Metro Sports.

Tentunya dengan apa yang ditampilkan Thiago Silva di pertandingan Manchester United vs Chelsea membuat Craig Burley harus menjilat ludahnya. Apalagi dengan fakta kalau selama bek berusia 36 tahun ini bermain, The Blues mampu mencetak 3 clean sheets.

x

Check Also

Delapan Pemain Brasil Terancam Tidak Bisa Bermain di Liga Inggris Selama Dua Pekan

Jakarta – Buntut perseteruan antara Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) dan beberapa klub Liga Inggris ...