Home > Berita Liga Inggris > Krisis Finansial, Hanya Ada Transaksi Rp 23 Triliun di Bursa Transfer Liga Inggris

Krisis Finansial, Hanya Ada Transaksi Rp 23 Triliun di Bursa Transfer Liga Inggris

Imbas krisis finansial akibat virus corona, para peserta Liga Inggris seperti mendadak ‘miskin’ dan tidak menggelontorkan dana gila-gilaan pada bursa transfer musim panas 2020. Sesi jual-beli pemain resmi ditutup pada Senin (5/10/2020) atau Selasa dini hari WIB.
Aktivitas belanja klub-klub Liga Inggris terbilang fantastis selama bursa transfer berjalan.

Dilansir dari SkySports, terdapat 105 pembelian di kasta teratas Negeri Ratu Elizabeth II dengan total biaya mencapai 1,24 miliar pounds atau sekitar Rp 23 triliun. Nominal itu tidak lebih besar dari pengeluaran pada 2019 (1,40 miliar pounds), 2018 (1,27 miliar), maupun 2017 (1,49 miliar).

Chelsea jadi tim paling boros tahun ini dengan pengeluaran hingga 226,1 juta pounds untuk mengangkut tujuh pemain. Klub kaya . . . . . . raya, Manchester City, menguntit di posisi kedua setelah menggelontorkan 147 juta pounds. Peringkat ketiga sampai kelima berturut-turut diisi oleh Aston Villa (85 juta pounds), Leeds United (84,5 juta), dan Wolverhampton Wanderers (83,6 juta). Sebaliknya, Burnley jadi tim paling pelit karena tidak melakukan satu pun pembelian.

x

Check Also

Delapan Pemain Brasil Terancam Tidak Bisa Bermain di Liga Inggris Selama Dua Pekan

Jakarta – Buntut perseteruan antara Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) dan beberapa klub Liga Inggris ...