Home > Berita Liga Inggris > Jika Ingin Tetap Awet, Solskjaer Harus Merubah 5 Hal Ini di MU

Jika Ingin Tetap Awet, Solskjaer Harus Merubah 5 Hal Ini di MU

Sosok pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, sekarang sedang menjadi sorotan. Masa depannya sedang diragukan di Man United setelah menelan hasil buruk belum lama ini. Tepatnya, Man United menerima kekalahan telak dari Totteham Hotspur di lanjutan Liga Inggris 2020-2021.

Pertandingan itu berakhir dengan skor 1-6. Solskjaer pun disebut-sebut berpeluang terdepak dari kursi kepelatihan Man United. Karena, ini menjadi kekalahan kedua Man United dari 3 pertandingan pertama mereka. Kalau ingin masa depannya tetap aman, Solskjaer tentu saja harus berjuang keras membuktikan diri di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Ada beberapa hal yang dinilai wajib dilakukan pelatih asal Norwegia itu untuk mengamankan kariernya di Man United. Kali ini, Okezone pun akan membahasnya. Sebagaimana dikutip dari Sportskeeda, berikut lima hal yang wajib diubah Solskjaer di Man United.

5. Peran Luke Shaw

Salah satu hal yang harus diubah Solskjaer berkaitan dengan pemainnya, yaitu Luke Shaw. Shaw sudah menjadi sosok yang penting bagi Man United saat ini. Tapi, ia telah memulai musim baru dengan catatan buruk. Shaw jauh dari kata baik secara posisional.

Pengambilan keputusannya menghebohkan saat bertahan. Dia belum bisa bergabung dengan Rashford seperti saat Man United berkembang pesat menjelang akhir musim lalu. Ia hampir tidak pernah memberikan umpan silang yang bagus.

Kondisi ini pun dinilai harus segera bisa diatasi Solskjaer. Shaw harus segera duduk di bangku cadangan dan tempatnya diakuisisi oleh pemain anyar, Alex Telles. Ia dinilai jauh lebih fleksibel dan produktif daripada Shaw.

4. Man United Harus Coba Kombinasi Baru di Lini Tengah

Selanjutnya, Solskjaer juga dinilai perlu melakukan perubahan di lini tengah. Kerja sama Nemanja Matic, Paul Pogba, dan Bruno Fernandes telah menjadi pilihan yang baik di masa lalu. Tapi, trio ini dinilai mulai menjadi tidak efektif. Matic pandai mengembangkan bola dengan mengopernya melalui garis, tapi Pogba justru tampil lesu dan sangat buruk untuk ditonton.

Mungkin, dia kelelahan atau masih memulihkan diri setelah tertular virus corona. Tapi, Pogba tidak melakukan apa pun untuk membantu timnya. Saat Matic dan Pogba sama-sama berada di lapangan, Man United terlalu lamban di lini tengah. Mereka tidak menggerakkan bola cukup cepat untuk mengganggu bentuk atau ritme pertahanan lawan. Solskjaer pun bisa melakukan perubahan lewat Donny van de Beek.

3. Man United Perlu Bawa Bek Tengah Muda

Lini belakang Man United dinilai sangat buruk sehingga mereka sudah kebobolan 11 gol di tiga pertandingan. Mereka saat ini memiliki rekor pertahanan terburuk kedua di Liga Inggris dan itu sebagian besar terjadi karena kesalahan pemain belakang mereka, seperti Harry Maguire, . . . . . . Victor Lindelof, dan Eric Bailly. Lindelof buruk dalam hal pertempuran udara.

Harry Maguire sudah berubah menjadi raksasa yang tidak memiliki mobilitas dan kekuatan pertahanan apa pun karena kesalahan konyolnya terus membebani Man United. Solskjaer harus mencadangkan mereka dan membawa pemain seperti Axel Tuanzebe dan Teden Mengi. Mereka tidak memiliki pengalaman untuk memulai pertandingan, tapi inilah saatnya untuk mulai mengintegrasikan mereka ke pengaturan tim utama.

2. Berhenti Gunakan Bruno Fernandes Secara Berlebihan

Hal lain yang perlu diubah oleh Solskjaer adalah tidak menggunakan Bruno Fernandes secara berlebihan. Ia sudah tampil di hampir setiap pertandingan sejak bergabung dengan Man United. Fernandes terus produktif, tapi kelelahan bisa berdampak buruk baik secara fisik maupun mental. Man United terus beralih ke maestro Portugis untuk kreativitas.

Sekarang, sebagian besar tim menyadari kemampuan Fernandes dan kecenderungannya untuk memainkan umpan yang membelah pertahanan sebelum pemain lawan dapat bereaksi. Fernandes bisa menggunakan waktu istirahat untuk menenangkan diri dan menyegarkan kembali keadaan. Setelah akhir musim 2019-20 yang melelahkan, Fernandes benar-benar tidak punya waktu untuk memulihkan diri.

Satu atau dua minggu setelah musim 2019-2020 berakhir, ia bermain untuk Portugal dua kali dalam satu minggu di UEFA Nations League. Tidak lama kemudian, dia kembali bermain di Liga Inggris bersama Man United. Man United padahal memiliki banyak pilihan di lini tengah dan mereka harus berhenti menggunakan Fernandes secara berlebihan dan harus berhenti terlalu bergantung kepadanya untuk membuat perbedaan setiap minggu.

1. Cabut Harry Maguire dari Posisi Kapten

Terakhir, Solskjaer dinilai perlu mengganti Harry Maguire dari posisi kapten Man United. Dia dinilai bukan orang yang seharusnya memimpin ruang ganti. Maguire sangat buruk di lapangan dan penampilannya tidak akan menginspirasi siapa pun. Lebih dari itu, sikapnya tidak membangkitkan rasa percaya diri. Dia terlihat seperti orang yang sudah menyerah. Maguire bukanlah wajah yang paling dikenal di Old Trafford.

Faktanya, dia baru berada di sana selama lebih dari setahun sekarang. Pada titik ini, David de Gea kelihatannya menjadi pilihan terbaik Man United untuk peran kapten. Kalau bukan dia, Bruno Fernandes kelihatannya menjadi satu-satunya pemain yang tidak berkompromi dengan standar.

x

Check Also

Delapan Pemain Brasil Terancam Tidak Bisa Bermain di Liga Inggris Selama Dua Pekan

Jakarta – Buntut perseteruan antara Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) dan beberapa klub Liga Inggris ...