Home > Berita Liga Spanyol > Barcelona > Griezmann Harus Contoh Ibrahimovic Jika Karirnya Tak Ingin Tenggelam di Barcelona

Griezmann Harus Contoh Ibrahimovic Jika Karirnya Tak Ingin Tenggelam di Barcelona

Zlatan Ibrahimovic bisa jadi panutan Antoine Griezmann bila tidak ingin kariernya tenggelan bersama raksasa LaLiga Spanyol Barcelona. Kasta tertinggi kompetisi sepak bola Spanyol bisa dibilang menjadi milik dua klub saja, yaitu Barcelona dan Real Madrid. Keduanya secara bergantian sering mengisi posisi juara atau runner up klasemen.

Tapi, mulai ada kekuatan ketiga yang mulai menggangu duel antara Barcelona vs Madrid itu dalam urusan perebutan gelar juara. Klub itu tidak lain adalah rival sekota Los Blancos, Atletico Madrid, yang sempat menjuarai LaLiga Spanyol 2013/14 lalu. Sejak saat itu, Atletico walau belum juara lagi selalu konsisten untuk membayangi Barcelona dan Real Madrid dalam persaingan membawa pulang trofi juara LaLiga Spanyol.

Selain karena racikan strategi sang pelatih, Diego Simeone, konsistensi Atletico membuntuti Barcelona dan Madrid tidak lepas dari satu sosok lainnya, yang jadi andalan membobol gawang lawan. Sosok itu adalah Antoine Griezmann. Direkrut dari Real Sociedad, penyerang berkembangsaan Prancis itu langsung nyetel dengan permainan Atletico.

Di musim perdananya, ia sukses 25 kali mencatatkan namanya di papan skor dari total 53 pertandingan di semua kompetisi. Tahun demi tahun, ia pun terus menunjukkan konsistensinya sebagai mesin gol Atletico. Dari 2014 sampai 2019, Griezmann sudah membukukan koleksi 133 gol hanya dari 257 penampilan.

Berkat itu, Atletico pun sudah ia berikan beberapa prestasi. Contohnya seperti Supercopa de Espana 2014, Liga Europa 2017/18, dan runner up Liga Champions 2015/16. Tapi, pada musim panas 2019, sebuah kejutan terjadi. Tidak ada angin dan tidak ada hujan, Griezmann resmi diumumkan sebagai pemain baru Barcelona.

Tidak tanggung-tanggung, mahar sebesari 120 juta euro atau sekitar Rp2,07 triliun dikeluarkan untuk Griezmann, yang juga langsung diikat dengan kontrak berdurasi lima tahun. Dengan mahar sebesar itu, Griezmann malah tidak bersinar di Barcelona, yang di musim debutnya hanya bisa mencetak 15 gol saja. Minimnya gol itu juga tidak lepas dari posisinya dan sekarang berubah di Barcelona.

Griezmann biasanya selalu menjadi ujung tombak serangan. Tapi, di Barcelona peran itu sudah dimiliki Messi dan membuat pria kelahiran 21 Maret 1991 itu tergeser menjadi winger. Kondisi itu pun membuat Griezmann mulai tidak bahagia di Barcelona. Hal itu bahkan sudah diinforkan oleh banyak pihak seperti Didier Deschamps (pelatih Timnas Prancis) sampai Martin Lasarte (mantan pelatih Griezmann di Sociedad).

Melihat kondisinya yang tidak bahagia itu, ada satu pilihan yang bisa dipilih oleh Griezmann. Pilihan itu adalah pergi ke klub lain karena kalau terus bertahan, ia akan menjadi bayang-bayang Messi dan kualitasnya sebagai penyerang akan turun drastis.

Apalagi sudah banyak contoh kasus penyerang-penyerang hebat yang pergi meninggalkan Camp Nou, tapi tetap bisa berprestasi dan bersinar di klub barunya. Contohnya seperti yang sudah dibuktikan oleh Zlatan Ibrahimovic.

Belajar dari Ibrahimovic!

Punya tubuh jangkung, gerakan lincah, dan tendangan yang keras membuat Zlatan Ibrahimovic adalah penyerang idaman setiap klub, tidak terkecuali Barcelona. Demi mendapatkan pemain asal Swedia itu, Barcelona pun harus mengorbankan banyak hal. Selain membayar biaya transfer . . . . . . sebesar 46 juta euro atau sekitar Rp795 miliar, Barcelona juga merelakan Samuel Eto’o ke Inter Milan.

Pada mulanya, Ibrahimovic tampil cemeralang bersama Barcelona. Ia bahkan sempat menyebut Blaugrana adalah klub dari planet lain karena memiliki pemain bintang seperti Andes Iniesta, Xavi Hernandes, Carles Puyol, dan Lionel Messi. Tapi, seiring berjalannya waktu, Ibrahimovic mengaku mulai ‘dipaksa’ berubah oleh Pep Guardiola dengan sejumlah aturan, yang dia anggap konyol.

Salah satunya soal tidak boleh membawa mobil mewah ke lokasi latihan. Tidak tahan dengan perlakuan Guardiola, Ibrahimovic pun pernah terang-terangan menghina pelatih asal Spanyol itu pasca Barcelona takluk dari Inter Milan di Liga Champions 2009/10.

“Saat itu saya katakan dia tidak punya keberanian dan cocok pergi ke neraka. Kalau Anda berharap ia akan membalas, itu tidak terjadi karena ia seorang pengecut,” kata Ibrahimovic soal Guardiola seperti dikutip dari Sky Sports.

Lebih lanjut, panasnya hubungan Ibrahimovic dengan Guardiola semakin panas setelah Messi ikut campur dan meminta ingin bermain lebih ke tengah. Formasi Barcelona berubah dari 4-3-3 menjadi 4-5-1, yang secara otomatis mengeliminazi peran Ibrahimovic.

Geram dengan perlakuan itu, Ibrahimovic memutuskan pergi setelah hanya semusim bersama Barcelona. Ia pun menjalani masa pinjaman di AC Milan sebelum akhirnya resmi dipermanenkan oleh klub identik dengan warna hitam merah itu.

Di musim perdananya, Ibrahimovic menampilkan permainan dengan semangat tinggi seolah-olah ingin membuktikan Barcelona sudah salah mendengarkan Guardiola dan melepasnya. 14 gol dari total 29 pertandingan yang dicetak Ibrahimovic saat itu berhasil membawa Milan akhirnya mengakhiri puasa gelar juara Serie A.

Ya, tim yang saat itu diasuh Massimiliano Allegri akhirnya menjadi juara setelah absen enam tahun. Selepas dari AC Milan, Ibrahimovic melanjukan petualangannya di dunia sepak bola dengan memperkuat sejumlah klub, seperti Paris Saint-Germain, Manchester United, LA Galaxy, dan sekarang kembali lagi ke Rossoneri.

Selepas dari Barcelona, Ibrahimovic tercatat sudah memperolehkan 252 gol. Berbagai trofi pun sudah ia dapatkan seperti Serie A Italia, 4 kali juara Ligue 1 (PSG), dan 1 trofi Liga Europa Manchester United). Kegemilangan Ibrahimovic selepas dari Barcelona pun bisa menjadi teladan bagi Griezmann, yang sekarang seperti ‘anak tiri’ walau didatangkan dengan biaya tidak sedikit.

Dari Ibrahimovic, Griezmann bisa belajar kalau saat kondisi sudah tidak membuat nyaman, jangan pernah ragu untuk pergi. Pasalnya kondisi yang tidak mendukung bisa membuat kualitas seseorang terutama pesepakbola menjadi tumpul. Sekarang, pertanyaan besarnya ada di Griemzann.

Apakah dia mau tetap menunggu kesempatan di Barcelona, atau berinisiatif mencari kesempatan di tempat lain yang bisa memperlakukan dirinya dengan lebih layak?

x

Check Also

Xavi Hernandez Tetap Yakin Barcelona Tampil Superior Meski Kalah Dari Real Madrid

Jakarta – Barcelona harus menelan kekalahan 2-3 dari Real Madrid di semifinal Supercopa de Espana, ...