Home > Berita Liga Inggris > Deretan Pemain Top Premier League Yang Kehilangan Posisinya di Skuad Utama

Deretan Pemain Top Premier League Yang Kehilangan Posisinya di Skuad Utama

Mesut Özil tidak akan diizinkan memainkan pertandingan kompetitif untuk Arsenal hingga setidaknya Februari. The Gunners tidak memasukkan mantan pemain internasional Jermain itu ke dalam susunan skuad berisi 25 nama pekan lalu. Tapi Özil bukan satu-satunya pemain terkenal yang mengalami nasib ini. Di daftar ini juga ada mantan juara Liga Primer, penjaga gawang finalis Piala Dunia, dan mantan bintang Borussia Dortmund.

Maksimal 17 pemain non-Inggris atau yang dulunya tidak dilatih di Inggris di atas usia 21 tahun dapat dimasukkan ke dalam skuad di Liga Primer. Setelah ini, perubahan hanya dapat dilakukan pada Februari.

KIPER – SERGIO ROMERO (Manchester United)

Pemain Argentina berusia 33 tahun ini tidak pernah menjadi penjaga gawang reguler sejak ia pindah dari Sampdoria ke Manchester United pada 2015, tapi setidaknya ia menjadi pemain skuad – terutama di Liga Europa. Dia memiliki total 61 pertandingan kompetitif untuk Setan Merah.

Walaupun dia dahulu hanya menjadi pilihan kedua di Manchester, dia menjadi nomor satu di Albiceleste selama bertahun-tahun dan bahkan turun di final Piala Dunia melawan Jerman. Di United, sekarang dia hanya kiper nomor tiga.

BEK – PHIL JONES (Manchester United)

Saat dia datang ke Manchester United dengan harga di bawah €20 juta pada 2011, pelatihnya saat itu Sir Alex Ferguson meramalkan hal-hal hebat: “Saya pikir dia salah satu pemain terbaik yang pernah kami miliki di sini.”

“Oh Fergie, bagaimana Anda bisa salah,” salah satu fans United kemudian akan berpikir demikian.

Berkali-kali bek tengah itu mengalami cedera, dan kesalahan demi kesalahan terus terjadi. Ia pun tidak masuk dalam skuad di liga sejak 22 Januari kemarin.

SOKRATIS (Arsenal)

Mantan pemain Dortmund itu berada di samping Özil, nama kedua yang sangat menonjol yang sekarang ditinggalkan oleh pelatih Arsenal Mikel Arteta. Ia sempat menjadi pemain reguler di tahun pertamanya di London tapi statusnya terus menurun sejak itu.
Pemain Yunani berusia 32 tahun itu hanya bermain 19 kali di Liga Primer musim lalu. Dengan rekrutan baru Arsenal Gabriel Magalhaes dan William Saliba, tidak ada lagi ruang untuk Sokratis. Baru-baru ini, Granit Xhaka bahkan bermain di posisi bek sentral.

DANNY ROSE (Tottenham Hotspur)

Pemain Inggris berusia 30 tahun itu telah memainkan 214 pertandingan kompetitif untuk Spurs sejauh ini. Tapi sekarang tidak lagi menjadi andalan. Rose bahkan dipinjamkan ke Newcastle United musim lalu.

JEAN MICHAEL SERI (Fulham FC)

Pemain Pantai Gading ini datang ke London dari OGC Nice pada 2018 di angka 30 juta euro. Seri adalah rekor transfer Fulham. Dalam 36 pertandingan sejauh ini untuk The Cottagers, gelandang tengah itu mengecewakan. Setelah hanya satu musim, Seri dipinjamkan ke Galatasaray. Bagaimanapun, dia memenangkan Piala Turki bersama klub top Turki itu. Tapi Seri juga mengalami kesulitan besar saat memulai di Istanbul, itulah sebabnya Galatasaray menahan diri untuk mempermanenkannya.

MUHAMED BESIC (Everton FC)

Lahir di Berlin, ia memulai karir profesionalnya . . . Gabung . . . di Hamburg SV. Pada usia 19 ia pindah ke Ferencvaros dan dua tahun kemudian ke Everton. Tapi, sejak 2014, dia hanya memainkan 56 pertandingan untuk The Toffees. Everton meminjamkan pemain bertahan itu dua kali ke Middlesbrough dan ke Sheffield United musim lalu. Di skuad Everton tahun ini tidak ada lagi ruang untuk gelandang serbabisa itu.

DANNY DRINKWATER (Chelsea)

Pemain tengah jebolan akademi Manchester United ini adalah dua kali juara Inggris: bersama United pada 2009 dan dengan Leicester City pada 2016. Ia pindah ke Chelsea pada 2017 dan segalanya menurun sejak saat itu. Di Chelsea, pemain yang sekarang berusia 30 tahun itu tidak pernah bisa mendapatkan tempat. Tahun-tahun peminjamannya di Burnley dan Aston Villa tampak solid, tapi ia tidak memiliki peluang di lini tengah The Blues yang punya banyak opsi.

MESUT ÖZIL (Arsenal)

Sejak 2018, di mana Özil jatuh bersama Jerman di fase grup Piala Dunia dan mengundurkan diri, ia tidak lagi benar-benar bisa mendapatkan pijakan di Arsenal. Bahkan di bawah arahan Unai Emery, Özil hampir tidak mendapat peluang, pergantian pelatih ke Mikel Arteta tidak mengubah apa pun. Özil memainkan pertandingan kompetitif terakhirnya untuk The Gunners pada Maret 2020.

CHRISTIAN ATSU (Newcastle United)

Pemegang 60 caps untuk Ghana itu, yang dibesarkan di FC Porto, pindah ke Chelsea pada 2013, tapi hanya bermain empat kali dan sekarang? Setidaknya sampai akhir Januari, winger kiri berusia 28 tahun itu hanya punya tribun sebagai tempatnya menyaksikan pertandingan. Di bawah pelatih Newcastle Steve Bruce, Atsu tidak lagi dianggap penting untuk saat ini. Allan Saint-Maximin dan pemain baru Ryan Fraser (Bournemouth) adalah opsi yang lebih baik.

YANNICK BOLASIE (Everton)

Pemain Kongo kelahiran Lyon ini telah terikat kontrak dengan Everton sejak 2016. Tapi, sudah lama jelas kalau setelah empat tahun di Toffees dia tidak punya masa depan. Dalam dua musim untuk The Toffees, Bolasie hanya tampil 32 kali. Dia kemudian dipinjamkan ke Aston Villa, RSC Anderlecht dan terakhir Sporting.
Everton tidak sanggup menemukan pembeli di musim panas (selagi kontraknya baru berakhir pada 2021).

CONNOR WICKHAM (Crystal Palace)

Kontraknya berakhir pada 2021, sampai saat itu dia mungkin harus duduk di tribun, kecuali ada yang berminat untuk membelinya di musim dingin. Wickham selalu berfluktuasi antara Championship (100 penampilan) dan Liga Primer (120 penampilan).
Mengingat persaingan di Crystal Palace yang ketat (ada Benteke, Ayew, Batshuayi, Townsend, dan Zaha), pencoretannya dari skuad tidak terlalu mengejutkan.

x

Check Also

Josep Guardiola

Rencana Guardiola Jika Kontraknya Dengan Manchester City Sudah Habis

Manchester – Josep Guardiola sudah melatih Manchester City sejak tahun 2016 lalu, dan mempersembahkan banyak ...