Home > Berita Liga Indonesia > PSIS Semarang > CEO PSIS : “Semua Klub Liga 1 Hampir Sama, Remuk Redam”

CEO PSIS : “Semua Klub Liga 1 Hampir Sama, Remuk Redam”

Semarang – Ketidakjelasan lanjutan Liga 1 2020 dirasa sangat merugikan klub karena manajemen harus mengeluarkan uang hingga miliaran rupiah sebagai persiapan.

Hal ini disampaikan CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawijaya, dalam sebuah webinar di kanal YouTube PSS Sleman.

Menurut Yoyok, manajemen harus mengeluarkan biaya seperti di awal musim untuk menyewa apartemen bagi pemain, hingga menyiapkan transportasi untuk pemain asing karena mereka sebelumnya pulang ke negara masing-masing setelah kompetisi dihentikan akibat pandemi virus Corona.

“Saya rasa semua klub Liga 1 hampir sama, merasakan tahun ini seperti remuk redam, jadi hancur. Hancurnya sudah seperti debu yang kecil-kecil. Kerugian kami sampai hari ini sudah mencapai Rp 7,5 miliar,” ungkap Yoyok.

“Di awal musim kami mengeluarkan Rp 4 miliar, karena biasanya pemain suka minta DP (uang muka), persiapan tim, kontrak rumah, fasilitas, dan lainnya sebagainya. Setelah itu diliburkan, karena tidak ada kompetisi, dan ada lockdown,” lanjut Yoyok.

“Lalu bulan Agustus dapat kabar kompetisi . . . Gabung . . . dilanjutkan kembali. Ini tentunya biaya operasional bertambah lagi, karena biayanya sama seperti di awal musim. Itu habisnya sekitar Rp 3 sampai 3,5 miliar,” jelasnya.

“Kemudian kami mendapat kabar lagi, liga tidak boleh berjalan. Semua pemilik klub pasti sekarang berhitung, kapan memulai persiapan. Artinya harus menjamin lagi ada uang sekitar Rp 3 sampai 4 miliar,” sambung Yoyok.

Skuad PSIS sendiri saat ini tengah diliburkan sambil menunggu kepastian kelanjutan kompetisi. Pelatih Dragan Djukanovic dan sejumlah pemain asing juga memilih pulang ke negaranya masing-masing.

x

Check Also

Bruno Silva Menghilang Saat Laga Kontra Persija, Ini Penjelasan CEO PSIS Semarang

Semarang – PSIS Semarang sukses menahan imbang Persija Jakarta dengan skor 2-2 pada laga pekan ...