Home > Berita Transfer Pemain > Awas Cavani, Sudah Ada 5 Pemain Amerika Selatan yang Gagal di Manchester United

Awas Cavani, Sudah Ada 5 Pemain Amerika Selatan yang Gagal di Manchester United

Manchester United segera mendaratkan penyerang asal Uruguay, Edison Cavani, dengan status bebas transfer. Man United mengontrak Cavani selama dua tahun dengan bayaran 10 juta euro (Rp174,4 miliar) per tahun. Tapi, Cavani dibayang-bayangi kegagalan pemain asal Amerika Selatan yang pernah merumput di Stadion Old Trafford. Sejumlah pemain asal Amerika Selatan mendarat di Old Trafford dengan kategori bintang, tapi gagal total bersama Setan Merah. Siapa saja?

Berikut 5 pemain Amerika Selatan yang gagal di Manchester United

5. Diego Forlan (Uruguay)

Forlan didatangkan Man United dari klub asal Argentina, Independiente, pada musim dingin 2002 seharga 11 juta euro atau sekira Rp191,8 miliar. Harapannya, Forlan dapat menjadi suksesor Andy Cole dan Dwight Yorke yang membawa Manchester United meraih treble winner pada 1998-1999. Tapi, Forlan yang berpaspor Uruguay gagal total bersama Man United.
Tercatat selama 2,5 tahun membela Man United, Forlan Cuma mengemas 17 gol dari 98 pertandingan di semua kompetisi.

Melihat dirinya tidak memiliki masa depan bersama Man United, Forlan pindah ke Villarreal pada musim panas 2004. Dari sinilah karier Forlan menanjak. Ia tercatat dua kali merebut sepatu emas Eropa pada 2004-2005 saat membela Villarreal dan 2008-2009 bareng Atletico Madrid. Selain itu, Forlan juga menyabet gelar pemain terbaik Piala Dunia 2010.

4. Juan Sebastian Veron (Argentina)

Veron sukses besar saat membela klub-klub Italia seperti AC Parma, Inter Milan, Sampdoria sampai Lazio. Bahkan pemain berkepala plontos itu jadi bintang utama Lazio saat menjuarai Liga Italia 1999-2000. Pada musim panas 2001, Veron dibawa Man United seharga 42,6 juta euro atau sekira Rp743 miliar. Nominal itu pun membuat Veron tercatat sebagai pesepakbola termahal yang pernah didatangkan klub Liga Inggris.
Tapi, Veron gagal membayar harga mahal yang dikeluarkan Man United. Selama dua musim membela Man United, Veron terlihat kesulitan beradaptasi. Alhasil dari 82 penampilan, Veron hanya mengemas 11 gol dan 10 assist. Pada musim panas 2003, Veron . . . . . . dilego Man United ke Chelsea.

3. Angel Di Maria (Argentina)

Di Maria bersinar selama membela Real Madrid dalam kurun 2010-2014. Dalam periode itu, Fideo (julukan Di Maria) masing-masing memberikan satu trofi Liga Spanyol dan Liga Champions, serta dua gelar Copa del Rey bagi publik Santiago Bernabeu. Pada bursa transfer musim panas 2014, Di Maria dibawa Man United seharga 75 juta euro atau setara Rp1,3 triliun.
Tapi, Di Maria gagal membayar harga mahal itu. Dari 32 penampilan di semua ajang, Di Maria hanya mengemas empat gol. Alhasil, ia pun dilepas ke Paris Saint-Germain (PSG) semusim kemudian.

2. Radamel Falcao (Kolombia)

Man United meminjam Radamel Falcao dari AS Monaco pada musim panas 2014. El Tigre (julukan Falcao) datang dengan status salah satu penyerang terbaik dunia. Buktinya, Falcao tercatat sebagai top skor Liga Eropa sebanyak dua kali, tepatnya pada 2010-2011 dan 2011-2012. Tapi, status di atas tidak menjamin Falcao tampil gemilang bersama Man United.
Dari 29 penampilan, Falcao hanya mengemas empat gol di sepanjang musim 2014-2015. Alhasil, Falcao tidak dipermanenkan manajemen Man United pada musim panas 2014.

1. Alexis Sanchez (Cile)

Sanchez sukses besar bersama Udinese, Barcelona dan Arsenal sebelum akhirnya gabung Man United pada musim dingin 2018. Walau memiliki pengalaman tampil di Liga Inggris, nyatanya Alexis Sanchez gagal total bersama Man United. Dari 45 pertandingan, Sanchez cuma mengoleksi lima gol. Alhasil, Sanchez dilepas ke Inter Milan dengan status pinjaman pada musim panas 2019, sampai akhirnya dipermanenkan semusim kemudian.

x

Check Also

Chelsea Akan Ikut Perburuan Matthijs De Ligt Di Musim Panas Nanti

London – Kokohnya lini belakang Chelsea membuat mereka menjadi klub yang sangat kuat. Namun ada ...