Home > Berita Bola > Arsene Wenger Ingin Mengubah Sejumlah Aturan di Sepakbola

Arsene Wenger Ingin Mengubah Sejumlah Aturan di Sepakbola

London – Arsene Wenger Ingin menyodorkan terobosan baru dalam kapasitasnya sebagai kepala Pengembangan Sepak Bola Global di FIFA. Eks arsitek tim Arsenal itu ingin mengubah sejumlah aturan, salah satunya mengenai offside.

Aturan offside yang saat ini diterapkan memancing beberapa kontroversi di era sepak bola modern, terlebih usai penerapan Video Assistant Referee (VAR). Terkadang, momen offside bisa jadi penentu hasil akhir sebuah laga.

“Untuk sekarang, anda dinyatakan offside jika bagian dari tubuh yang bisa digunakan mencetak gol berada di depan badan seorang bek,” buka Wenger kepada L’Equipe.

“Saya ingin offside tidak diberlakukan selama salah satu bagian tubuh yang bisa digunakan mencetak gol berada satu garis dengan bek. Ini bisa menjadi keuntungan yang terlalu besar bagi penyerang karena itu mengharuskan bek bermain lebih tinggi ” lanjutnya.

Tak hanya mengenai aturan offside, Wenger juga menyoroti regulasi sepak pojok dan lemparan ke dalam di menit akhir pertandingan. Sosok asal Prancis itu ingin mengusung aturan yang membuat klub bisa mendapatkan peluang mengemas gol di menit-menit akhir.

“Sepak pojok yang keluar dari lapangan dan masuk kembali bisa menjadi valid, ini menciptakan peluang mencetak gol yang baru. Juga ada opsi untuk melakukan tendangan bebas secara cepat sendiri,” kata Wenger.

“Saya juga ingin mengubah aturan lemparan ke dalam: lima menit sebelum berakhir, lemparan ke dalam seharusnya bisa menjadi keuntungan. Namun dalam situasi seperti ini, anda berhadapan dengan 10 pemain outfield, sementara . . . . . . anda hanya punya sembilan saja.”

“Statistik menunjukkan bahwa delapan dari 10 situasi lemparan ke dalam, anda kehilangan bola. Di setengah wilayah lapangan anda, anda seharusnya punya kans untuk melepaskan tendangan.”

VAR bukanlah inovasi terbaru dalam dunia sepak bola modern. Ada sejumlah perubahan yang menyertainya, salah satunya mengenai goal kick yang biasanya dieksekusi oleh penjaga gawang.

Kini, kiper diizinkan mengoper bola kepada bek yang berada di kotak penalti dalam situasi tersebut. Wenger menilai perubahan ini, tanpa disadari, telah memberikan perubahan yang cukup signifikan dalam permainan.

Wenger benar-benar tidak tahu kalau perubahan seperti ini bisa memberikan dampak besar atau justru menghadirkan kerugian bagi pihak lain.

“Playmaker sejati sekarang adalah penjaga gawang. Dan alih-alih bermain secepat mungkin di area lawan, anda malah menciptakan ruang di kotak penalti sendiri,” tutur Wenger.

“Ini bisa menciptakan situasi yang berbahaya karena tim melakukan tekanan dengan sangat keras, agar mereka bisa memberikan ruang besar. Dan aturan ini, yang awalnya tidak bersalah, malah membolak-balikkan permainan,” tutupnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Oxford United Milik Anindya Bakrie Bakal Bangun Stadion Berkapasitas 18 Ribu Penonton

Jakarta – Oxford United yang sahamnya dimiliki oleh pengusaha muda Indonesia, Anindya Bakrie, dikabarkan akan ...