Home > Berita Liga Inggris > 6 Alasan Ini Membuat Tottenham Layak Diperhitungkan Jadi Kandidat Juara

6 Alasan Ini Membuat Tottenham Layak Diperhitungkan Jadi Kandidat Juara

Tottenham semakin melihatkan kekuatannya pada musim ini. Tidak tanggung-tanggung, klub sekelas Manchester United juga mampu mereka hantam dengan skor 6-1. Pertandingan lanjutan Premier League melawan Manchester United digelar di Old Trafford pada Minggu (4/10/2020) lalu. Tepat setelah Tottenham menjalani enam pertandingan dalam kurun waktu dua pekan di Premier League, Carabao Cup, dan juga Liga Europa.

Sebelumnya Harry Kane cs. baru saja mendepak tim bertabur bintang Chelsea lewat drama adu penalti 5-4 (1-1) di Carabao Cup. Saat itu Spurs memainkan mayoritas pemain serep karena harus bersiap menjalani Kualifikasi Liga Europa melawan Macabi Haifa, dua hari selanjutnya. Tottenham Hotspur yang menyudahi musim lalu dengan berada di posisi ke-6 Premier League, sudah berubah wajah di tangan Jose Mourinho.

Mereka yang sempat mengalami torbulansi di masa Mauricio Pochettino yang kemudian dilanjutkan Jose musim lalu sekarang sudah kembali menjadi tim yang solid. Kualitas permainan mereka bisa dibilang meningkat pesat. Dengan kualitas pemain yang ada Spurs rasanya layak diperhitungkan sebagai kuda hitam persaingan juara Liga Inggris 2020-2021.

Kenapa bisa begitu? Simak alasan-alasan di bawah ini.

Strategi Transfer Brilian

Jose Mourinho menyebut tim sepak bola ibarat sebuah puzzle. Untuk bisa membuat tim menjadi solid, ia harus mengumpulkan pemain-pemain terbaik di tiap posisi. Di bursa transfer musim panas ini, manajemen klub bekerja sangat baik untuk mendaratkan rekrutan anyar sesuai keinginan pelatih. Pierre-Emile Hojbjerg, Matt Doherty, Sergio Reguilon, tiga pemain anyar yang dibutuhkan Mou untuk memperbaiki transisi permainan dari menyerang ke bertahan.

Spurs sekarang punya pemain yang bisa diandalkan membendung permainan cepat lawan, sebelum masuk ke jantung pertahahan. Dua nama terakhir disebut juga sangat berguna untuk menambah frekuensi menyerang dari dua sisi sayap defensif. Di sisi lain, Gareth Bale serta Carlos Vinicius membuat Jose punya banyak pilihan di sektor depan.

Ia sekarang tidak harus selalu menurunkan Harry Kane sebagai ujung tombak, ada Vinicius sebagai serep. Bomber asal Brasil itu juga diberdayakan di sisi melebar ofensif. Tottenham Hotspur mendatangkan pemain baru menyesuaikan kebutuhan. Jose Mourinho tidak perlu banyak membuang pemain lawas, karena sejatinya mereka punya kualitas. Ibarat permainan puzzle, ia tinggal melengkapinya saja dengan kepingan-kepingan kecil menyesuaikan kelemahan yang ada di timnya.

Mulai Fasih dengan Filosofi Permainan Mourinho

Para pemain Tottenham sekarang sudah mulai fasih memahami strategi permainan Tottenham Hotspur. Agak berbeda dengan pelatih sebelumnya, Mauricio Pochettino yang doyan permainan ofensif dengan kombinasi permainan umpan-umpan pendek, di tangan Jose Spurs menjelma menjadi tim dengan strategi counter attack cepat.

Spurs bermain lebih direct mengandalkan kombinasi pemain-pemain cepat macam Heung-min Son, Lucas Moura, Sergio Reguilon, Matt Doherty, Steven Bergwijn. Para pemain Tottenham sekarang tidak dipaksa untuk memegang kendali permainan. Mereka cenderung sabar menunggu, sembari bersiap memanfaatkan kelengahan lawan untuk melakukan serangan balik cepat mematikan.

Pada awal Jose Mourinho datang beberapa pemain Spurs kesulitan beradaptasi. Tapi, setelah intens dicekoki konsep bermain pragmatis oleh sang mentor, sekarang mereka bisa bermain dengan style baru secara ciamik.

Perubahan Mentalitas

Saat pertama kali mendarat di Tottenham Hotspur, Jose Mourinho menyebut para pemainnya punya masalah mentalitas. Mereka dinilai terlalu baik, kurang punya hasrat kuat untuk memenangi sebuah pertandingan. Dalam rentang delapan bulan Jose mulai merubah mentalitas para pemainnya. Para pemain Spurs dipaksa untuk berfikir memenangi pertandingan, bagaimana pun caranya.

Mereka tidak melulu mengunci kemenangan pertandingan dengan permainan indah. Mau main jelek silahkan, asal menang. Dalam situasi tertentu, seringkali pemain Spurs bermain agak sedikit nakal untuk menghalau pergerakan lawan. Hal yang tidak terjadi sebelumnya.

“Target kami musim ini adalah menang di semua pertandingan. Saya tahu itu misi yang mustahil, tapi saya ingin para pemain tidak memikirkan hal lain selain menang,” kata Jose.

Jose Murinho tahu benar sejatinya para pemain Tottenham lapar gelar, . . . . . . setelah lima tahun bermain bagus tapi tidak pernah menikmati sukacita mengangkat trofi, motivasi ini amat bagus kalau dikombinasikan daya juang tinggi untuk mengunci kemenangan di setiap pertandingan.

Kedatangan Pemain Bermental Pemenang

Bukan tanpa alasan Jose Mourinho menggaet Gareth Bale dan Sergio Reguilon. Ia ingin timnya punya pemain berkarakter kuat sebagai pemenang. Gareth Bale sudah menikmati masa-masa indah bersama Real Madrid, dengan torehan tiga gelar Liga Champions. Ia tahu bagaimana menjadi pemenang dan menaklukkan Big Games.

Sergio Reguilon, walaupun pemain muda, ia merupakan didikan tim langganan juara Real Madrid. Musim lalu ia baru saja menikmati kesuksesan bersama Sevilla menjadi jawara Liga Europa. Jangan lupakan juga sosok Joe Hart. Walau hanya jadi kiper cadangan Hugo Lloris, ia pemain matang jam terbang yang pernah merasakan trofi bareng Manchester City.

Tottenham Hotspur yang puasa gelar di era Mauricio Pochettino puasa gelar butuh penyegaran. Kehadiran pemain baru dengan pengalaman mengangkat piala juara diyakini akan menularkan aura positif ke seluruh anggota tim.

Pemain Penurut

Jose Mourinho bisa dibilang beruntung jadi pelatih Tottenham. Di klub satu ini jarang ada pemain yang doyan bikin gaduh ruang ganti. Mayoritas bintang Spurs, adalah sosok yang lebih senang menunjukkan kualitasnya di lapangan dibanding berlaku bak bintang besar di luaran. Ia lebih muda mengelola tim, karena Harry Kane cs relatif menurut, tidak banyak cingcong mempertanyakan perubahan apa yang sang mentor lakukan di tim.

Mereka pun pemain-pemain yang lapar kesuksesan. Kalaupun ada riak-riak kecil, Jose lebih mudah mengendalikannya, karena tidak ada pribadi benar-benar kuat yang mendominasi ruang ganti. Lihat saja saat ia mencadangkan Dele Alli, tidak banyak rekan-rekannya mempertanyakan keputusannya. Situasi ini tidak didapatkan The Special One saat menukangi Manchester United. Ia harus menghadapi pemain modal Paul Pogba, yang terlalu ikut campur dan merasa dirinya besar dengan raihan gelar Piala Dunia 2018.

Taktik Brilian Jose Mourinho

Jose Mourinho pelatih langganan juara. Ia satu-satunya sosok yang bisa mengimbangi pencapaian Pep Guardiola. Kesaktiannya masih terasa di Manchester United. Di dua musim setengah masa baktinya, Jose mempersembahkan dua gelar juara Liga Europa dan Piala Liga Inggris. Ya, benar gaya bermainnya yang cenderung bertahan kurang disukai pencinta sepak bola Inggris.

Tapi, hal itu tidak lantas mengubur kualitasnya sebagai nakhoda top. Jose sebenarnya bukan pelatih yang memuja permainan bertahan. Arsitek asal Portugal itu dikenal dengan mazab pragmatisme. Style bermain menyesuaikan dengan ketersediaan stok pemain. Lihat bagaimana Inter Milan dan Real Madrid yang permainan menyerangnya amat menakutkan.

Di awal kedatangannya, di tengah gangguan badai cedera, Jose cenderung bermain amat bertahan. Spurs terlihat berubah wajah dari pelatih sebelumnya. Banjir kritik Mourinho dapat, tapi tidak menutup kenyataan kalau sang manajer berulangkali meraih hasil sukses dengan cara seperti itu. Lihat saat Tottenham memperdayai Manchester City dengan skor 2-0 atau Arsenal 2-1.

Dan tidak selamanya Tottenham bermain defensif. Dengan kekayaan skuat saat ini, terlihat Tottenham tampil dengan ofensif, dengan gaya Jose tentunya: serangan balik mematikan. Lihat saja dalam pertandingan melawan Manchester United, mereka menguasai jalannya pertandingan, terutama setelah sempat tertinggal 0-1 di awal pertandingan. Enam gol Tottenham mempertontonkan strategi ofensivitas yang menghibur.

Tottenham bermain dengan berbagai gaya di tangan Jose. Formasi mereka berubah-ubah. Mulai dari 4-2-3-1, 4-3-3, 4-4-2, hingga 3-5-2. Kesemuanya dapat dijalankan dengan sangat baik oleh para pemainnya.

x

Check Also

wolves vs Manchester United

Manchester United Bawa Pulang 3 Poin Usai Kalahkan Wolves 1-0

Manchester- Dalam laga pekan ke-3 EPL 2021/22 ini Manchester United sukses membawa pulang tiga poin ...