Home > Berita Liga Inggris > 5 Pemain Bintang Yang Terlalu Terburu-buru Tinggalkan Liverpool

5 Pemain Bintang Yang Terlalu Terburu-buru Tinggalkan Liverpool

Sejumlah pemain ini mungkin dihantui perasaan menyesal karena meninggalkan klub Liga Inggris, Liverpool, terlalu cepat. Selama perjalanannya sebagai klub sepak bola, The Reds kedatangan banyak pemain hebat tapi tidak jarang juga mereka kehilangan talenta-talenta berharganya. Kepergian seorang pemain tentu tidak melulu berkaitan dengan uang, kontrak, minimnya produktivitas, karier yang payah, atau justru dipaksa pergi.

Ada juga yang ingin pergi karena keinginannya sendiri. Dari pemain-pemain The Reds yang hengkang, beberapa di antaranya berhasil meraih kesuksesan dengan klub barunya, tapi pasti ada juga yang mungkin menyesal karena apa yang diinginkannya ternyata tidak berjalan sesuai rencana.

Berikut ini rangkuman pemain-pemain yang mungkin menyesal telah meninggalkan Liverpool, terlepas dari alasan apa pun yang melatarbelakangi kepindahan mereka.

Michael Owen

Salah satu pemain yang jadi cinta pertama banyak suporter Liverpool pada awal tahun 2000-an. Walau perawakannya mungil, Micahel Owen berhasil mencuri hati gadis-gadis berkat wajahnya yang tidak kalah rupawan dari Kaka. Tidak hanya wajah, catatan karier Owen bersama The Reds juga bikin silau mata. Ia termasuk dalam skuat yang meraih trebel pada musim 2000-2001.

Berbicara soal prestasi, pria kelahiran 14 Desember 1979 itu mencatat rekor impresif 116 gol di ajang Liga Inggris dari total 216 pertandingan. Ia juga pernah memantapkan diri sebagai pemain dengan gaji tertinggi di kompetisi itu. Pada tahun 2002, Florentino Perez menginginkan Owen sebagai anggota Los Galacticos yang ingin ia bentuk di Real Madrid. Hasrat itu kemudian hanya dipandang sebelah mata oleh manajer The Reds saat itu, Gerard Houllier.

Houllier ngotot ingin mempertahankan pemainnya itu karena Owen adalah salah satu harta Liverpool yang paling berharga. Tapi, pada akhirnya Owen pergi juga. Pada tahun 2004, kepindahannya ke Real Madrid terlaksana dan membuat hati para penggemar The Reds patah berkeping-keping. Sayangnya, kariernya bersama Los Blancos tidak awet setelah hanya mencetak 13 gol selama satu musim. Ia akhirnya pindah ke Newcastle United pada 2005.

Citranya di mata para suporter Liverpool pun jadi rusak setelah ia memutuskan bergabung ke sang rival abadi, Manchester United, pada tahun 2009. Michal Owen adalah pemain yang dicintai sekaligus dibenci.

Philippe Coutinho

Nama kedua ini tidak kalah fenomenal dari nama pertama yang disebut tadi. Philippe Coutinho, pemain berbakat asal Brasil ini sempat membuat heboh publik dengan kepindahannya ke Barcelona pada tahun 2018. Padahal, ia sudah menjelma menjadi salah satu pemain hebat The Reds setelah dibawa dari Inter Milan pada tahun 2013. Selama berseragam Liverpool, Coutinho mencatatkan 152 penampilan di ajang Liga Inggris dan mencetak 41 gol dan 35 assist.

Tapi, kisah manis Coutinho bersama Liverpool harus berakhir pahit. Ia pergi ke Barcelona dengan catatan buruk dan gagal menunjukkan kesetiaannya pada . . . . . . klub yang sudah membesarkan namanya itu. Setelah pindah ke Barcelona, karier Coutinho justru semakin menurun sampai-sampai pihak Blaugrana merasa putus asa untuk menjualnya di bursa transfer. Untungnya, saat ini ia mendapat kesempatan kedua berkat kemurahan hati Ronald Koeman.

Jordon Ibe

Datang ke Liverpool pada 2011 sebagai daun muda karena usianya yang saat itu masih 16 tahun. Dalam perjalanannya bersama The Reds, Ibe sempat dipinjamkan ke Birmingham City dan Derby County. Akhirnya pada 2015 tibalah waktunya untuk unjuk gigi di tim senior Liverpool. Ia mencetak gol pertamanya untuk The Reds saat melawan Rubin Kazan di ajang Liga Europa.

Sayangnya, Ibe memutuskan pergi ke Bournemouth pada 2016 karena merasa kalah saing di skuat Liverpool. Padahal, ia masih menyisakan empat tahun dari kesepakatan kontrak anyarnya. Setelah dari Bournemouth, kariernya semakin menukik dan sekarang bermain untuk tim Divisi Championship, Derby County. Seandainya dulu bisa lebih bersabar, siapa tahu ia sekarang jadi salah satu pemain hebat di kubu The Reds.

Fernando Torres

Kedatangannya fenomenal, kepergiannya pun juga fenomenal. Bagaimana tidak? Pemain berjuluk El Nino ini pergi dari Liverpool jelang penutupan bursa transfer Januari 2011. Pindah ke Chelsea, Torres pun membuat Liverpool kelabakan mencari pengganti saat deadline day. Alhasil, mereka mendatangkan Andy Carroll dari Newcastle United dengan harga yang sangat mahal.

Torres memang sempat mengalami cedera yang memengaruhi performanya di lapangan, tapi hal itu tidak seberapa dibandingkan ‘penderitaan’ yang ia rasakan saat bermain untuk The Blues. Produktivitasnya sebagai striker menurun drastis, hanya mencetak 20 gol dari 110 pertandingan Liga Inggris. Walau pada akhirnya berhasil mewujudkan keinginannya meraih trofi, bisa jadi hati Torres tidak bahagia. Setelah dari Chelsea, El Nino kemudian melanjutkan karier di sejumlah klub seperti AC Milan, Atletico Madrid, dan Sagan Tosu.

Emre Can

Awalnya, kepindahan Emre Can ke Juventus terlihat sebagai sebuah keputusan tepat. Ia punya andil besar dalam kesuksesan Bianconeri selama musim 2018-2019. Hanya saja, kegalauan mulai menghampirinya setelah Juventus mendatangkan Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot. Posisi Emre Can pelan-pelan mulai tergusur.

Di sisi lain, Liverpool pada masa-masa itu sedang membangun skuatnya di bawah arahan Jurgen Klopp. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil dengan raihan sejumlah trofi dan yang paling prestisius adalah gelar Liga Inggris.

x

Check Also

wolves vs Manchester United

Manchester United Bawa Pulang 3 Poin Usai Kalahkan Wolves 1-0

Manchester- Dalam laga pekan ke-3 EPL 2021/22 ini Manchester United sukses membawa pulang tiga poin ...