Home > Berita Transfer Pemain > Thiago Silva Tak Suka Dengan Cara Petinggi PSG Menangani Kontraknya

Thiago Silva Tak Suka Dengan Cara Petinggi PSG Menangani Kontraknya

London – Thiago Silva menyampaikan kritikan tajam terhadap Leonardo terkait cara kepergiannya dari Paris Saint-Germain dan menyebut mengapa ia memilih untuk mengawali karier baru bersama Chelsea.

Kisah delapan tahun Silva dengan deretan trofi di PSG berakhir usai tumbang lawan Bayern Munich di final Liga Champions musim lalu.

Bek asal Brasil itu tidak mendapat sodoran kontrak baru di Parc des Princes walau tampil dalam 35 laga untuk skuad arahan Thomas Tuchel pada 2019/20, dan akhirnya bergabung ke Chelsea dengan status bebas agen.

Silva mengemas 315 penampilan di berbagai kompetisi untuk PSG dan memenangkan sebanyak 23 trofi bersama klub, termasuk tujuh gelar Ligue 1.

Sosok berusia 36 tahun itu menyampaikan bahwa dia diberitahu bahwa tenaganya tidak lagi dibutuhkan di tengah menjalani karantina virus corona, yang membuat kompetisi teratas Prancis dihentikan secara total.

Silva menilai direktur olahraga PSG Leonardo menangani situasi kontraknya dengan buruk, dan bahwa dia layak mendapatkan perpisahan yang lebih baik usai bertahun-tahun mengabdi di klub.

Bek senior itu menuturkan kepada France Football: “Ini adalah situasi yang membuat saya kesal. Saya benar-benar tidak suka caranya. Bahkan saat lockdown, segalanya harusnya dilakukan secara berbeda. Saya berada di Brasil, di karantina, ketika Leonardo menelepon saya untuk memberi tahu saya bahwa karena pandemi dan terdapat banyak kesulitan…

“Tidak, pertama-tama, dia bertanya kepada saya apakah saya baik-baik saja untuk terus bermain selama dua . . . . . . bulan lagi demi bersaing di perempat-final [Liga Champions]. Saya mengatakan kepadanya ‘ya’. Tapi dia mengatakan kepada saya bahwa klub tidak akan menawarkan lebih dari dua bulan itu. Dua bulan saja dan tidak ada yang lain. Seharusnya dilakukan secara berbeda.

“Sepanjang karier saya di PSG, saya berikan yang terbaik, saya tidak pernah berkhianat. Seolah-olah tiga pertandingan dari perempat-final mengubah segalanya? Dan semua yang telah saya capai dalam delapan tahun itu tidak penting lagi?”

Silva melanjutkan bahwa eks rekan setimnya Edinson Cavani diperlakukan dengan cara yang serupa, dan meminta PSG untuk belajar dari kesalahan mereka di masa depan dalam hal menangani pemain yang lebih berpengalaman.

“Itu tidak konsisten. Leo melakukan ini dengan cara yang canggung dan terburu-buru. Bukan hanya dengan saya. Saya juga memikirkan Cavani yang merupakan pencetak gol terbanyak dalam sejarah PSG,” katanya.

“Saya mengatakan ini agar klub berkembang dan tidak membuat kesalahan seperti ini di masa depan.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Manchester City Harus Hati-Hati Karena Liverpool Ikutan Dalam Perburuan Jasa Frenkie de Jong Dari Barcelona

Liverpool – Sejak bergabung dengan Barcelona pada 2019 lalu, Frenkie de Jong yang awal mulanya ...