Home > Berita Bola > Persija Pernah Punya Peluang Dibesut Legenda Liverpool

Persija Pernah Punya Peluang Dibesut Legenda Liverpool

Persija Jakarta hampir saja memiliki pelatih baru pada lanjutan Liga 1 2020 kalau Robbie Fowler berhasil dipaksa pemilik Brisbane Roar, Grup Bakrie, untuk menangani tim ibukota itu. Hal itu diungkapkan Fowler melalui laman The World Game mengenai salah satu penyebab dirinya dipecat manajemen Roar pada Juni lalu.

Fowler mengutarakan ketua Roar, Rahim Soekasah, menginginkan dirinya menangani klub saudara mereka di Indonesia. Selain Fowler, Rahim juga menginginkan Tony Grant, asisten pelatih legendaris Liverpool itu, dibawa ke Jakarta.

Tapi rencana itu dipatahkan wakil ketua Chris Fong dan CEO David Pourre yang merasa khawatir klub akan ditinggalkan fans dan sponsornya kalau Fowler dipindahkan ke Indonesia.

Fowler mengakui dirinya berada dalam posisi serba salah saat mengetahui keinginan sang pemilik klub. Menurutnya, kalau menolak tawaran itu, ia harus bersiap menerima dampaknya.

“Saat Anda melatih sebuah klub yang pemiliknya mempunyai dua klub, salah satunya di Indonesia, dan bilang kepada Anda: ‘Kami ingin Anda pergi ke sini’, itu artinya sebuah perintah yang harus dilakukan,” kata Fowler.

“Saat Anda mendapatkan pesan seperti itu dari bos besar, tentunya Anda harus memikirkannya. Saya bilang ke mereka, saya harus memikirkannya terlebih dulu. Pada akhirnya, bos Anda ingin memberitahu Anda kalau Anda akan pindah pekerjaan. Intinya, Anda harus melakukannya.”

“Jujur saja, itu adalah situasi yang mengerikan. Dalam situasi seperti itu, kalau bos berkehendak, maka itu harus dilakukan. Itu benar-benar canggung. Apa yang akan 99 dari 100 orang lakukan kalau menghadapi situasi itu?”

Fowler menyayangkan . . . . . . pernyatan klub yang mengatakan dirinya egois, karena tidak ingin kembali ke Australia saat liga (A-League) kembali digulirkan setelah sempat dihentikan akibat pandemi virus Corona. Mantan bintang Liverpool ini sempat pulang ke Inggris saat A-League dihentikan sementara. Fowler mengatakan, ia tidak mungkin melepas kesempatan membawa Roar menggapai gelar juara pada tahun ini.

“Saat itu kami berada di peringkat empat klasemen, dan saya ingin kembali untuk menuntaskan pekerjaan. Kami mempunyai peluang untuk tampil di grand final, dan saya berpikir akan sangat luar biasa kalau bisa menjuarainya,” kata Fowler.

“Kami punya empat pertandingan kandang dalam empat bulan, dan Anda butuh dukungan suporter. Itu tidak mudah dilakukan.”

“Buat saya, dengan mengatakan saya ingin meninggalkan tim, itu pernyataan yang sangat konyol. Saya sudah tidak sabar untuk kembali [ke Australia], dan mendapatkan sesuatu untuk diri saya dan tim.”

“Kalau saya harus membela diri, saya akan lakukan, karena saya sama sekali tidak membuat kesalahan. Itu sungguh menyedihkan. Anda ingin sukses, begitu juga dengan pemain. Saya tidak yakin klub menginginkan saya kembali.”

x

Check Also

Tabarez Akhirnya Dipecat Sebagai Pelatih Timnas Uruguay Usai 15 Tahun Masa Baktinya

Jakarta – Pelatih Timnas Uruguay akhirnya mengakhiri masa kepelatihannya yang sudah berjalan selama 15 tahun.Tabarez ...