Home > Berita Liga Inggris > Performa Liverpool Terancam Merosot Seperti 4 Klub Juara Ini

Performa Liverpool Terancam Merosot Seperti 4 Klub Juara Ini

Liverpool harus tancap gas dari awal musim agar bisa mempertahankan gelar juara Liga Inggris. Kalau tidak, The Reds bisa bernasib sama seperti empat tim ini. Liverpool musim lalu berhasil menjuarai Liga Inggris untuk pertama kalinya setelah 30 tahun terakhir, yang menjadikan total gelar mereka menjadi 19.

Liverpool tampil dominan dengan menjuarainya saat liga menyisakan tujuh pekan dan unggul 18 poin. Tapi, hasil musim lalu adalah hasil musim lalu dan target Liverpool adalah Liga Inggris 2020/2021 yang akan mulai akhir pekan ini. Liverpool wajib tampil trengginas sejak pekan pertama, layaknya musim lalu saat mereka meraih dua kali rangkaian kemenangan beruntun lebih dari 10 laga.

Walau begitu, Liverpool diragukan untuk bisa segarang musim lalu, apalagi kalau bukan karena lesunya aktivitas di bursa transfer musim panas ini. Sejauh ini Si Merah baru mendatangkan Kostas Tsimikas dengan banderol 13 juta paun. Sementara Thiago Alcantara dan Ismaila Sarr yang disebut-sebut akan digaet juga masih jauh panggang dari api.

Maka wajar kalau fans menjadi cemas terkait kesempatan Liverpool mempertahankan gelar juara liga. Apalagi ini jadi kali pertama Liverpool menyambangi musim sebagai juara bertahan dan pastinya tekanan akan berbeda. Sebelum Liverpool, sudah banyak juara bertahan yang langsung memble di musim berikutnya.

Yang terbaru tentu adalah City yang dalam dua musim terakhir begitu dominan, tapi akhirnya kedodoran musim lalu dan menelan sembilan kekalahan, terbanyak sepanjang karier Pep Guardiola. Sebelum City, sudah . . . . . . ada Manchester United, Chelsea, dan Leicester City.

Untuk MU, setelah terakhir juara pada 2012/2013, terjun bebas di musim berikutnya bersama David Moyes. Mereka finis posisi ketujuh, terburuk di era Premier League, berselisih 22 poin dari City yang jadi juara, dan David Moyes dipecat sebelum musim selesai. Lalu Chelsea setelah jadi juara pada 2014/2015, juga menurun drastis.

Diawali kisruh antara Jose Mourinho dan para pemain serta staf tim di musim 2015/2016, dia akhirnya dipecat bulan Desember. Chelsea yang ditangani Guus Hiddink cuma finis posisi ke-10 dengan jarak 31 poin dari Leicester City yang jadi juara. Dan, nasib serupa dialami Leicester semusim kemudian saat menjalani musim sebagai juara bertahan.

Claudio Ranieri dipecat di pertengahan musim karena hasil buruk Leicester dan Craig Shakespeare sebagai pengganti cuma bisa melajukan The Foxes ke posisi ke-12, selisih 49 poin dari Chelsea sebagai juara! Kalau sudah begini, Liverpool tentu tahu apa yang harus dilakukan agar tidak bernasib seperti MU, Chelsea, Leicester, dan City.

 

x

Check Also

mikel arteta

Berada Di Posisi Paling Akhir Klasemen Sementara Arsenal Terancam Terdegradasi

London – Dalam laga pekan ketiga EPL 2021/22 ini, Arsenal harus menelan kekalahan mereka yang ...